Perbedaan Mural dan Graffiti, Gambar yang Percantik Gang dan Jalanan

Perbedaan Mural dan Graffiti, Gambar yang Percantik Gang dan Jalanan

Mural © Twitter

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Banyak gang dan jalan di berbagai kampung dihias dengan gambar pada dinding-dinging kosong. Gambar-gambar tersebut dapat mengekspresikan kondisi kampung yang penuh akan keberagaman hingga himbauan untuk hati-hati ketika hendak menyeberang. Nah, gambar-gambar tersebut sering disebut mural dan graffiti. Seringkali kedua kata tersebut dianggap sama oleh masyarakat awam, yang sebenarnya mural dan graffiti adalah dua hal yang berbeda. Untuk mengetahui perbedaan mural dan graffiti, yuk baca di bawah ini.

  1. Mural

Dikutip dari imural.id, secara bahasa mural berasal dari bahasa Latin yakni murus yang artinya dinding. Sementara, arti mural secara luas adalah menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau media luas lainnya yang bersifat permanen. Sejarah singkat tentang mural di dunia yakni terhitung sejak 31.500 tahun yang lalu di mana pada saat itu dunia dalam masa prasejarah. Pada masa tersebut, terdapat sebuah lukisan yang menggambarkan sebuah gua di Lascaux salah satu daerah yang ada di selatan Perancis yang menggunakan sari buah sebagai cat. Sementara, mural yang paling terkenal di abad ke 20 yakni miliki Pablo Picasso yang muralnya dinamakan Guernica atau Guernica Y Luno guna memperingati perisitiwa pengeboman oleh tentara Jerman yang terjadi di sebuah desa kecil yang mana kebanyakan korbannya adalah rakyat Spanyol.

Contoh Mural | Foto : generation-g.id
  1. Graffiti

Mirip dengan mural, graffiti juga merupakan bagian dari karya seni lukis atau menggambar di media dinding. Namun, dilansir dari blog.ub.ac.id, graffiti diartikan sebagai kegiatan seni rupa yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kalimat tertentu di atas dinding. Istilah graffiti sendiri berasal dari bahasa Latin yakni graphium yang memiliki arti menulis. Alat yang biasanya digunakan untuk menggambar graffiti adalah cat semprot kaleng atau pilok. Graffiti di Indonesia mulai pesat perkembangannya pada tahun 2004 di mana tiga kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung dan Jogjakarta mengawalinya yang disusul berbagai daerah di Indonesia.

Hal yang mencolok dan membedakan antara mural dan graffiti adalah bahan yang digunakan untuk menggambar. Mural dapat digambar dengan beragam jenis cat baik cat dinding maupun lainnya, sementara graffiti biasanya terbatas pada cat semprot atau pilok. Selain itu, mural lebih bebas dalam segala ekspresi gambarnya, berbeda dengan graffiti yang biasanya sebatas teks untuk kritikkan, curahan hati hingga teks himabauan.

Contoh Graffiti di Jakarta | Foto : 123RF.com

Daerah-daerah di Indonesia yang kini menjadi lebih indah dan berwarna dengan mural dan graffiti antara lain Kelurahan Tanah Tinggi Kota Tangerang, Kelurahan Kutowinangun Lor Kota Salatiga hingga Kelurahan Cibeureum Kota Cimahi. Bagi Kawan GNFI yang ingin kampung halamannya nampak lebih cantik, Kawan GNFI dapat mengusulkan untuk bergotong royong membuat mural maupun graffiti dengan pesan-pesan positif bersama seluruh warga. Sehingga, tidak hanya kampung yang akan nampak lebih cantik namun interaksi sosial dengan sesama wargapun akan berjalan lebih baik.

Tentunya, dalam membuat mural dan graffiti harus sudah mendapat ijin dari pemerintah setempat atau pihak yang memiliki kewenangan atas wilayah tersebut ya. Juga, pesan yang ditulis serta digambarkan adalah pesan-pesan positif.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli33%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Aneka Sambal Khas Nusantara (Bagian 1) Sebelummnya

Aneka Sambal Khas Nusantara (Bagian 1)

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik Selanjutnya

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.