Pesona Keindahan Air Terjun Lapopu di Sumba

Pesona Keindahan Air Terjun Lapopu di Sumba

Air Terjun Lapopu di Sumba © wisataalam.co.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Hampir semua masyarakat Indonesia mengenal Pulau Sumba berkat keindahan alamnya yang berupa perbukitan hijau nan eksotis, kudanya yang terlihat gagah, hamparan padang rumput yang luas dan cantik serta udara yang panas. Selain itu, pulau Sumba juga memiliki keindahan alam lainnya berupa air terjun yang keberadaanya masih sangat alami dan belum tersentuh komersialisasi.

Sungguh kehadiran air terjun Lapopu ini ibarat ‘oase’ dan surga tersembunyi di tengah teriknya matahari serta keringnya udara di wilayah Sumba. Mulai dari wisata danau, wisata pantai, wisata gua, sawah, desa adat, hingga wisata air terjun, semua hampir dimiliki oleh kekayaan yang ada di Pulau Sumba. Tempat ini pernah menjadi salah satu lokasi syuting film Pendekar Tongkat Emas yang disutradarai oleh Mira Lesmana. Hal ini tentu membuat air terjun ini menjadi semakin ramai dibicarakan di media sosial. Tempat ini berlokasi didalam wilayah Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, lebih tepatnya di Desa Lapopu, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat.

Air terjun Lapopu merupakan jenis air terjun yang bertingkat (berundak-undak) yang jatuh dari tebing dengan ketinggian kurang lebih 90 meter. Untuk Kawan GNFI yang ingin berkunjung kesini, sayangnya belum terdapat penginapan di kawasan wisata Air Terjun ini. Penginapan terdekat berada di Ibukota Sumba Barat Waikabubak atau Sumba Barat Daya di Tambolaka.

Untuk menuju Lapopu Kawan GNFI dapat memulainya dari Waikabubak atau Tambolaka dengan menyewa kendaraan rental. Berjarak kurang lebih 28 km dari Waikabubak, lokasinya tampak masih sangat alami dengan medan jalanan yang belum diaspal mencapai beberapa meter memasuki kawasan air terjun ini. Bahkan rambu-rambu atau penunjuk jalan menuju kawasan ini pun hampir tidak ada sama sekali, oleh karenanya sangat disarankan untuk menggunakan jasa warga lokal Sumba yang paham betul arah menuju ke air terjun ini.

Setelah tiba di pintu masuk air terjun, pengunjung diharuskan melakukan registrasi ke petugas penjaga taman nasional dengan membayar tiket masuk sejumlah 5.000 rupiah saja. Meski terbilang belum terlalu memadai, disini terdapat fasilitas umum seperti toilet dan ruang untuk berganti pakaian di kantor pos penjaga taman nasional.

Setelah sampai di tepi aliran sungai Lapopu, pengunjung akan disambut medan batuan-batuan besar, sehingga harus berjalan kaki sejauh 500 meter untuk dapat mencapai lokasi air terjun Lapupo

Di tengah-tengah perjalanan, nantinya pengunjung juga akan melintasi sebuah jembatan kayu sederhana yang terlihat sedikit rapuh dan hanya bisa dilewati maksimal untuk dua orang dalam sekali penyeberangan.

Tak lama berjalan menyusuri tepi sungai, pengunjung sudah dapat melihat betapa indahnya pesona yang ada di Air Terjun Lapopu. Airnya sangat jernih serta berwarna hijau kebiruan atau biru tosca.

Pengunjung juga bisa merasakan segarnya aliran air terjun dengan berenang di kolam alami yang dibentuk oleh air terjun itu sendiri. Selain sebagai destinasi wisata alam favorit, ternyata Air Terjun di Sumba ini juga dimanfaatkan sebagai sumber air bagi masyarakat sekitar dan berpotensi besar sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro listrik.*


Catatan kaki: wisataalam.co.id | kompas.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Ibadah Didalam Kapal, Kenapa Tidak? Sebelummnya

Ibadah Didalam Kapal, Kenapa Tidak?

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Tika oktavia
@tikaoktavia

Tika oktavia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.