Sinergitas Pelaku Usaha Konveksi Untuk Tenaga Medis Indonesia

Sinergitas Pelaku Usaha Konveksi Untuk Tenaga Medis Indonesia
info gambar utama

Alat Perlindungan Diri (APD) yang dikenakan oleh petugas medis dalam bertugas di situasi penyebaran COVID-19 kini sangatlah diperlukan. APD yang digunakan oleh petugas medis tersebut berupa baju Hamzat yakni baju Full Body yang digunakan untuk mengantisipasi diri agar virus tidak dapat masuk dan menginfeksi diri petugas medis.

Namun, belakangan diketahui jumlah APD yang dibutuhkan para petugas medis di berbagai rumah sakit kian menipis bahkan beberapa di antaranya harus menggunakan jas hujan sebagai alternatif.

Mengingat pentingnya APD tersebut, kini banyak pelaku usaha konveksi yang mengejar dan mengebut produksi APD pesanan berbagai rumah sakit. Beberapa contoh di antaranya adalah kelompok rentan difabel yang tergabung dalam KSP Bangun Akses Kemandirian (Bank) Difabel Ngaglik, Sleman Yogyakarta yang dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah.

Komunitas Difabel pembuat APD | Foto: Muhammadiyah.or.id
info gambar

Hal tersebut merupakan hasil dari komunikasi yang dijalin dengan beberapa rumah sakit milik Muhammadiyah yang mengalami kesulitan penyediaan APD untuk petugas medit dalam penanganan kasus COVID-19. Salah satu rumah sakit yang memesan APD di komunitas difabel tersebut adalah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul sejumlah 800 unit baju.

Selama proses pembuatan APD tersebut, para penjahit dari komunitas difabel tetap mengikuti himbauan pemerintah yakni physical distancing atau menjaga jarak fisik satu sama lain dengan cara mengerjakan jahitan APD di rumah masing-masing supaya tidak menimbulkan kerumunan di tempat kerja.

Untuk saat ini terkait pengadaan barang, kelompok difabel dampingan MPM PP Muhammadiyah dipasok secara langsung oleh PKU Muhammadiyah Bantul. Sedangkan terkait keamanan, tempat produksi disterilkan terlebih dahulu dengan penyemprotan disinfektan.

UKM Konveksi di Jakarta | Foto : Jawa Pos
info gambar

Sinergisitas pelaku usaha konveksi untuk petugas medis tidak hanya dilakukan oleh komunitas difabel di Yogyakarta. Pasien rehabilitasi psiko sosial di RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang turut membantu membuat APD yang berupa baju pelindung dan masker untuk memenuhi kebutuhan internal rumah sakit.

APD tersebut dibuat untuk memenuhi kebututhan internal rumah sakit, jadi APD yang dibuat oleh para pasien rehabilitasi psiko sosial tersebut tidak dijual maupun dipasarkan untuk dipasok ke rumah sakit lain. Alat perlindungan diri juga dibuat oleh para pekerja konveksi UKM (Usaha Kecil Menengah) di Pusat Industri Kecil, Penggilingan, Jakarta.

Beberapa contoh di atas merupakan bentuk sinergisitas yang terjadi antara pelaku usaha konveksi untuk petugas medis yang berada di garda depan dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Semoga, situasi ini dapat segera teratasi dan para petugas medis serta seluruh lapisan masyarakat dapat merasa aman kembali sehingga dapat bersua dan berkumpul dengan orang-orang terkasih.

Sumber : muhammadiyah | ig |jawa pos

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

Terima kasih telah membaca sampai di sini