Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia
info gambar utama

Jamur merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan beberapa di antara jenisnya dapat dikonsumsi sebagai bahan makanan. Beberapa jenis jamur yang dapat dikonsumsi yakni seperti jamur kancing, jamur tiram, jamur merang hingga jamur kuping. Namun, ada salah satu jenis jamur yang memiliki bentuk unik dan cantik serta langka, meskipun belum diteliti apakah layak dikonsumsi. Nama jenis jamur tersebut yakni Jamur Tudung Pengantin.

Ya, tentunya penamaan jamur tersebut tidak jauh dari bentuk atau wujud jamur. Jamur Tudung Pengantin (Phallus Indusiatus) atau The Bridal Veil Mushroom tersebut memiliki sebuah tudung berupa jaring-jaring yang dianggap menyerupai sebuah tudung yang dikenakan oleh seorang pengantin perempuan.

Dilansir dari greeners.co, bahwa tudung pengantin pada jamur tersebut merupakan bagian dari tubuh jamur yang tumbuh pada saat jamur sudah berusia matang. Jaring-jaring tersebut menjulur dari bawah kepala jamur hingga bawah dan semakin ke bawah ukuran jaring tersebut semakin kecil. Ukuran jaring atau tudung tersebut kisaran 12 cm dengan total tinggi jamur kisaran 20 hingga 25 cm. Berdasarkan beberapa penemuan Jamur Tudung Pengantin di Indonesia, ada dua variasi warna yang dimiliki Jamur Tudung Pengantin yakni warna putih dan jingga. Meskipun memiliki bentuk yang cantik, namun usia hidup Jamur Tudung Pengantin ini tidak lama yakni 30 hari.

Secara ekologi, jamur ini dapat tumbuh sendiri maupun berkelompok. | Foto : Hijihawu - WordPress.com
info gambar

Sementara, srtuktur bagian Jamur Tudung Pengantin teridiri dari kepala jamur yang berbentuk menyerupai kerucut dengan lendir berwarna coklat kehijauan. Lendir tersebut berfungsi sebagai daya tarik untuk serangga serta makanannya terutama lalat yang nantinya dapat membantu proses reproduksi Jamur Tudung Pengantin. Ketika serangga yang telah hinggap dari Jamur Tudung Pengantin terbang ke tempat lain, spora yang terbawa melalui kotoran serangga-serangga tersebut akan menyebar dan akan menjadi Jamur Tudung Pengantin yang baru. Selain itu, batang jamur yang dikelilingi jaring-jaring tinggi total kisaran 20 cm.

Jamur Tudung Pengantin dapat tumbuh di lingkungan dengan suhu sekitar 25 hingga 30 derajat celcius dan dapat tumbuh di tempat-tempat lembab. Namun, jamur tersebut juga dapat tumbuh di lingkungan perkotaan dan sangat cocok tumbuh di wilayah tropis dengan curah hujan yang tinggi. Berdasarkan Indonesia.go.id, persebaran Jamur Tudung Pengantin ada di beberapa negara yakni Mexico, Amerika Selatan,A Australia, Kongo, Nigeria, Uganda, Zaire, Brazil, Guyana, Venezuela, Kosta Rika, Tobago, India, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Malaysia dan Indonesia. Sementara, sumber lain yakni greeners.co menyebutkan bahwa Jamur Tudung Pengantin dapat ditemukan di seluruh belahan benua di dunia. Di Indonesia sendiri, tercatat, Jamur Tudung Pengantin pernah beberapa kali ditemukan di antaranya yakni banyak dijumpai di Kalimantan Selatan dan Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta Selatan.

Jamur Tudung Pengantin | Foto : Indonesia.go.id
info gambar

Kandungan yang terdapat di dalam Jamur Tudung Pengantin berdasarkan World Journal Of Agricultural Science 4 (2008) oleh Jonathan SG., Odebode AC. dan Bowo DDS yakni lemak, protein, kalsium, zat besi, magnesium, mangan, kalium, sodium dan seng. Serta, jamur terebut jungan mengandung senyawa bioaktif yang memiliki sifat antimikroba, antioksidan, antivirus, antifungi, antibakteri dan anti tumor. Sehingga, tidak heran jika negara Tiongkok memanfaatkan jamur tudung penggantin tersebut sebagai bahan obat-obatan.

Sumber : greeners.co | indonesia.go.id

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

Terima kasih telah membaca sampai di sini