Hari Buku Anak Internasional, Ini Rekomendasi Buku Anak Karya Penulis Tanah Air

Hari Buku Anak Internasional, Ini Rekomendasi Buku Anak Karya Penulis Tanah Air

Ilustrasi buku © Commons Wikimedia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan-kawan GNFI, ingat tidak kalau hari ini adalah Hari Buku Anak Sedunia? Ya, tanggal 2 April sejak tahun 1967 memang sudah dipilih menjadi hari spesial merayakan momen penting tersebut. Tanggal itu dipilih sesuai dengan tanggal lahir sosok bernama Hans Christian Andersen yang merupakan penulis buku anak termahsyur asal Denmark. Namun sayangnya, Hari Buku Anak Sedunia tahun ini seolah tak bergaung skibat pandemi Corona.

Pandemi Corona terus menyebar, membuat orang-orang termasuk di Indonesia mengunci diri di dalam rumah. Menyikapi situasi itu, International Board on Books for Young People (IBBY) yang bergerak di bidang literasi buku bagi generasi muda mengkampanyekan gerakan membaca pada tanggal 2 April. Mereka percaya, membaca di tengah pandemi Corona juga merupakan kegiatan yang positif. Sebuah studi mengatakan, 17 ribu orang di Britania pada usia 10 tahun atau lebih yang gemar membaca dalam sepekan mampu memiliki hasil tes yang lebih bagus pada usia 16 tahun dibandingkan mereka yang tidak gemar membaca.

"Buku adalah cara orang mati berkomunikasi dengan kita. Cara kita menyerap pelajaran dari orang-orang yang tidak lagi bersama kita, cara manusia membangunkan dirinya sendiri, berkembang, membuat pengetahuan semakin bertambah daripada sesuatu yang harus dipelajari kembali, berulang-ulang, "kata pengarang kisah Caroline, Neil Gaiman.

Senada dengan IBBY, organisasi perlindungan anak internasional UNICEF juga menganjurkan tetap membaca buku dalam situasi ini.

“Kehidupan dan rutinitas anak-anak telah jungkir balik dalam beberapa pekan,” kata Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore. “Bahkan ketika dunia luar dibatasi seperti sekarang ini, membaca mampu membawa anak-anak dan generasi muda bisa berjalan-jalan lewat kekuatan buku yang tidak pernah ada batasnya.”

Ada banyak buku anak yang bisa menemani anak-anak atau adik-adik kawan GNFI di tengah pandemi corona seperti saat ini. Sebut saja seperti Charlotte’s Web (E.B. White), The Secret Garden (Frances Hodgson Burnett), atau The Taler of Peter Rabbit (Helen Beatrix Potter). Namun, karena ketiga buku tersebut adalah buku asing, GNFI akan merekomendasikan buku yang memiliki nuansa Indonesia dan pesan yang kuat untuk pembaca, berikut uraiannya:

1. Na Willa dan Rumah dalam Gang (Reda Gaudiamo)

Sumber: Theemmapress

Na Willa adalah novel anak yang ditulis seniman Reda Gaudiamo yang terbit pada 2018. Dalam buku tersebut menceritakan Willa bocah perempuan berusia sekitar lima tahun yang menjalani kesehariannya dengan polos dan jenaka. Kejenakaan sehari-sehari seorang anak kecil muncul dalam diri Na Willa ketika berinteraksi dengan orang tuanya yang disebut mak dan pak, gurunya, dan teman-temannya. Novel ini sudah go international dengan diterbitkan oleh penerbit Inggris The Emma Press dengan judul The Adventures of Na Willa.

2. Laskar Pelangi (Andrea Hirata)

Sumber: Nonfiksi.com

Judul Laskar Pelangi mungkin sudah dikenal kawan GNFI lewat film atau lagu, tetapi yakin sudah pernah baca bukunya? Jika belum, pastinya banyak kisah yang tidak disampaikan film dibandingkan bukunya. Buku ini bisa sibilant semibigrafi penulisnya. Andrea Hirata – atau dalam buku disebut dengan nama kecilnya, Ikal – menceritakan kembali kisah-kisah pertemanannya saat bersekolah di SD Muhammadiyah di Kampung Gantong, Belitung. Kisah perjuangan mereka yang penuh keterbatasan karena kemiskinan, tapi penuh tawa dan makna, mulai dari temannya Lintang yang mengayuh sepeda 80 kilometer pulang pergi untuk sekolah, bakat seni Mahar, sampai kisah percintaan Andrea. Novel tersebut bahkan sudah diterbitkan lebih dari 20 negara sampai saat ini.

3. Benji’s Toothache (Clara Ng)

Sumber: Gramedia Digital

Jika tidak suka novel, bagaimana beralih ke buku bergambar? Benji’s Toothache atau Benji Sakit Gigi yang ditulis Clara Ng bisa menjadi solusinya. Terdapat tujuh cerita lucu nan menggemaskan dengan dilengkapi gambar-gambar penuh warna dalam buku tersebut.

4. Dongeng-Dongeng Ajaib (Renny Yaniar)

Sumber: Gramedia Digital

Renny Yaniar adalah salah satu penulis cerita anak yang produktif. Menurut beberapa sumber, buku Dongeng-Dongeng Ajaib karya Renny Yaniar adalah buku aktif kreatif yang menyenangkan untuk pembaca anak. Buku ini memadukan dongeng dan puisi dengan aneka kegiatan. Kegiatan itu, antara lain mewarnai, menggambar, membaca, menulis, mengenal bahasa Inggris, mengenal bentuk, menghitung, bercerita, dan dot to dot. Anak-anak atau adik-adik bisa membuka buku ini setiap hari, lalu membaca, mewarnai, menggambar, menulis, dan berkreasi.

5. Seri Misteri Favorit – Misteri Harta Berdarah (Yovita Siswati)

Sumber: Gramedia Digital

Bosan dengan tema-tema ceria, mungkin kawan GNFI bisa memilih buku-buku karangan Yovita Siswati. Salah satunya yang baru terbit pada tahun 2019 lalu ialah Seri Misteri Favorit – Misteri Harta Berdarah. Buku ini menceritakan petualangan Bahas dan dua sepupunya, Galuh dan Damar, membantu Mbah Didi yang diincar para penjahat. Banyak pengetahuan tentang Indonesia dalam buku yang diluncurkan pertama kali di event Asian Festival of Children’s Content di Singapura ini.

Referensi: Unicef.org | Ibby.org | Kineruku.com | Theemmapress.com | Goodreads.com | Yovitasiswati.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Langkadea, Pulau Kosong Pas untuk Menyepi Sebelummnya

Langkadea, Pulau Kosong Pas untuk Menyepi

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

2 Komentar

  • Della Aniswara

    mantappp kerennn

  • Yufi Eko Firmansyah

    "Ayah" Andrea Hirata

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.