Sejarah Hari Ini (3 April 1950) - Mosi Integral Natsir

Sejarah Hari Ini (3 April 1950) - Mosi Integral Natsir
info gambar utama

Indonesia seusai mendapat pengakuan kedaulatan dari Belanda pada Desember 1949 masih berbentuk negara serikat yang disebut Republik Indonesia Serikat (RIS).

Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena kaum republiken dari berbagai pelosok negeri ingin kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah berbulan-bulan melakukan pembicaraan dan lobi dengan pemimpin fraksi lain, Ketua Partai Masyumi Mohammad Natsir menyarankan seluruh negara bagian bersama-sama mendirikan negara kesatuan melalui prosedur parlementer.

Usul itu diterima pemimpin fraksi lain. Hasilnya, pada 3 April 1950, Natsir menyampaikan pidato bersejarah di depan parlemen RIS.

"Dewan Perwakilan Rakyat Sementara Republik Indonesia Serikat dalam rapatnya tanggal 3 April 1950 menimbang sangat perlunya penyelesaian yang integral dan pragmatis terhadap akibat-akibat perkembangan politik yang sangat cepat jalannya pada waktu akhir-akhir ini," tutup Natsir dengan sebuah mosi lewat pidatonya.

Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri Mohammad Hatta menyambut mosi integral Natsir dengan tangan terbuka.

"Mosi Integral Natsir kami jadikan pedoman menyelesaikan persoalan-persoalan yang sedang dihadapi," ujar Hatta.

Setelahnya, Hatta kemudian membentuk Panitia Persiapan yang terdiri atas utusan semua negara bagian demi menyatukan Indonesia kembali.

Referensi: Tim BUKU TEMPO, "Seri Tempo: Natsir"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DI
YF
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini