Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer"

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer"
info gambar utama

Kawan GNFI, artikel ini boleh jadi artikel pelengkap dari oblolan singkat antara Hanung Bramantyo dan Reza Rahadian melalui live Instagram, Sabtu (4/4).

Jika sebelumnya diceritakan bagaimana Reza menembus dunia layar bioskop hingga kemudian bertemu dengan Hanung, episode tulisan kali ini menggambarkan bagaimana kepincutnya bapak lima anak ini dengan sosok aktor 33 tahun itu.

Dalam sebuah kesempatan Hanung pernah menulis dalam akun instagramnya bahwa ia butuh sosok aktor. Aktor yang ia maksud adalah aktor senarnya yang dapat mewakili keinginannya dalam sebuah karakter peran.

“Barusan nonton Reza Rahadian acting di panggung sebagai Chairil. Saya tau dia dulu memang dari panggung. Tapi ngliat dia acting di panggung baru kesampaian malam ini. Saya terharu. Nyaris air mata saya keluar ketika melihat dia menjelma menjadi ‘yang lain’ diatas panggung," demikian tulisnya.

"...Yeah, saya dulu bekas anak panggung. Jadi bisa ngrasain energi yg terproyeksi pada vocal dan gesture seorang aktor. Malam ini sy makin yakin ketika ada yang nanya kenapa selalu pake Reza? Dengan pede saya akan jawab: Karena saya butuh Aktor."

Ya, meskipun Hanung telah mengenal Reza sebelumnya, namun ia baru pertama kali melihat Reza tampil di panggung teater. Setelah menonton, ia semakin yakin bahwa selama ini dirinya tak salah dalam memilih Reza untuk berlakon pada film-filmnya.

"Reza itu multi-layer," tegas Hanung.

Hanung menilai Reza mampu memberikan sesuatu yang beda dari para aktor kebanyakan. Biasanya ketika para aktor ditantang peran stereotip 'menangis' kerap melakukan hal yang hampir seragam.

Lain itu, Hanung selalu mendapatkan hal yang mengejutkan dari kemampuan peran Reza.

Ragam Tantangan untuk Reza

Hanung pulalah yang meyakinkan Reza untuk meninggalkan peran di sinema elektronik (sinetron) dan fokus ke film layar lebar. Hanung melihat potensi yang ada dalam diri Reza yang bisa ia kembangkan dalam film-filmnya, ketimbang berperan dalam sinetron.

Caranya, dengan memberikan tantangan pada beberapa karakter peran yang disodorkan pada Reza. Salah satunya pada beberapa film, seperti Tanda Tanya (2011), Habibie & Ainun (2012), dan The Gift (2018).

Tantangan-tantangan tadi tentunya memberikan keterkejutan bagi Hanung, karena nyatanya Reza mampu melakukannya di atas espektasi/harapan yang dibutuhkan.

Hal mengejutkan Hanung adalah ketika Reza memerankan seorang anggota Banser yang menjaga gereja dalam film Tanda Tanya. Di sana ia beradu akting dengan Rio Dewanto yang berperan sebagai penduduk non-pribumi (Tionghoa). Berlatar muslim, Reza tertantang untuk mempelajari keberagaman beragama. Terutama di tengah isu rasis kaum keturunan Tionghoa.

Film nominasi Piala Citra itu kemudian menuai kontroversi. Hanung pun menjawabnya lugas seperti yang diulas pada laman Kapanlagi.com (25/3/17).

Cerita lain datang ketika Hanung menantang Reza dalam memerankan tokoh B.J. Habibie pada film yang akan digarapnya; Habibie & Ainun (2012). Entah kenapa, Hanung mengatakan melihat gestur yang pas, bahwa bapak bangsa itu cocok diperankan oleh Reza.

Namun, justru Reza menyangsikan kemampuannya terkait tawaran itu.

Setelah diyakinkan Hanung, Reza melakukan beberapa riset tentang kehidupan B.J. Habibie dan istri. Mulai dari perilaku, gestur gerak, hingga gaya bicara.

Pun pada sebuah kesempatan, Hanung takjub dengan kiriman voice note (VN) Reza soal gestur bicara B.J. Habibie yang cukup khas. Ini yang diakui Hanung kalau ia yakin Reza mampu memerankan tokoh yang berpulang pada 11 September 2019 itu.

Padahal, saat itu Reza juga mendapatkan tekanan dari komentar-komentar julid warganet soal ketidakcocokannya memerankan tokoh Habibie. Kembali lagi, Hanung meyakinkan bahwa Reza bisa.

Kekompakan itupun kemudian membuahkan hasil. Film itu meledak dengan disaksikan 4,7 juta penonton. Sebuah rekor dalam industri perfilman Indonesia.

Hanung dan Reza juga berperan membawa film ini masuk sebagai pemenang Akademi Film Indonesia (2013) dan pemenang Festival Film Indonesia (2013) pada kategori pemeran utama terbaik, penata busana terbaik, dan penulisan skenario terbaik.

Satu lagi film terakhir yang tak dilupakan Hanung atas peran Reza adalah dalam The Gift (2018). Saat itu Hanung bertanya apakah Reza bersedia menjalani peran dengan aksi berenang, tenggelam, dsb.

Nyatanya, Reza mampu melakukannya dengan sukses. Reza beralasan, bekalnya menjadi perenanglah yang membuatnya tak bermasalah ketika berperan dan berurusan dengan air.

Tercatat keduanya cukup banyak berkolaborasi dalam sebuah film. Setidaknya ada 11 film karya Hanung yang diperankan Reza. Angka itu melintasi jumlah film Hanung yang diperankan Maudy Ayunda yang tercatat sebanyak lima film.

Hingga saat ini, baru Reza dan Maudy yang kerap menjadi "langganan" Hanung dalam mengisi peran-peran filmnya.

Rekam Jejak Hanung

Boleh jadi sosok 45 tahun ini adalah sutradara yang diperhitungkan di industri perfilman saat ini. Tercatat beberapa filmnya berhasil memikat publik.

Dalam kurun 16 tahun aktif sebagai insan perfilman, lebih dari 30 film yang berhasil dirilis Hanung di Bioskop. Beberapa diantaranya meraih prestasi gemilang bagi perfilman Indonesia.

Sebut saja; Brownies (2004), Jomblo (2006), Get Married (2007), Ayat-ayat Cinta (2008), Perempuan Berkalung Sorban (2009), Sang Pencerah (2010), Tanda Tanya (2011), Habibie & Ainun (2012), Soekarno (2013), Benyamin Biang Kerok (2018), Kucumbu Tubuh Indahku (2019), dan masih banyak lagi.

Pada 2020, suami Zaskia Adya Mecca ini berencana menyiapkan film-film terbaru, antara lain; Tersanjung, Gatotkaca, dan Miracle in Cell No. 7.

---

Sumber: Instagram @hanungbramantyo | Wikipedia | Kapanlagi.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini