Tangkal Bacaan Ilegal di Tengah Pandemi Corona, Perpusnas Ajak Khalayak Jajal iPusnas

Tangkal Bacaan Ilegal di Tengah Pandemi Corona, Perpusnas Ajak Khalayak Jajal iPusnas

Lobby Perpustakaan Nasional Republik Indonesia © Agathavidya/Common Wikimedia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Salah satu kelompok masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 adalah mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir atau skripsi. Mereka uring-uringan akibat anjuran karantina di kediaman masing-masing dan dinonaktifkannya sejumlah fasilitas publik membatasi aktivitas di luar rumah. Imbasnya, para pejuang skripsi kesulitan ketika bahan bacaan untuk penilitian menipis karena salah satu fasilitas publik seperti perpustakaan ditutup sementara.

Mungkin teman-teman mahasiswa akan beralih ke internet untuk mencari buku bacaan di tengah pandemi seperti saat ini. Memang, ada beberapa situs atau akun media sosial yang menawarkan buku bacaan yang bisa diunduh dari dunia maya, dari situ para pejuang skripsi mungkin bisa lega. Sayangnya, kebanyakan cara menyebarkan atau membagi-bagikan buku bacaan dalam format digital yang mereka lakukan bisa disebut ilegal dan merugikan pihak penulis dan penerbit. Para oknum yang berbuat demikian mencoba menarik perhatian atau bahkan keuntungan dengan memanfaatkan kondisi saat ini yang mengharuskan beraktivitas #DiRumahAja. Melihat itu, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia mengajak semua kalangan untuk beralih ke iPusnas.

Bak oase di tengah padang pasir, Perpusnas menyediakan aplikasi iPusnas untuk seluruh termasuk kawan GNFI yang bisa diunduh gratis lewat AppStore atau GooglePlay. Sesudah mengunduh, kita pun langsung bisa menikmati bacaan koleksi Perpusnas secara gratis tanpa merugikan penulis ataupun penerbit. Selain sebagai taman bacaan virtual, iPusnas juga didesain seperti platform jejaring media sosial yang lain sehingga bisa berkenalan dan membagi bacaan antarsesama pemilik akun.

Fitur-fitur unggulan iPusnas yakni seperti ini:

Koleksi Buku: Ini adalah fitur yang mengantarkan Anda untuk menjelajahi ribuan judul ebook yang ada di iPusnas. Pilih judul yang Anda inginkan, pinjam, dan baca hanya dengan menggunakan jarimu!

ePustaka: Fitur unggulan iPusnas yang memungkinkan Anda bergabung menjadi anggota dari berbagai perpustakaan digital dengan beragam koleksi bukunya masing-masing, menjadikan perpustakaan serasa dalam genggaman.

Feed: Untuk melihat semua aktivitas pengguna iPusnas lainnya seperti informasi buku terbaru, buku yang dipinjam pengguna lain hingga memberikan komentar.

Rak Buku: Merupakan rak buku virtual milik Anda di mana semua riwayat peminjaman buku tersimpan di dalamnya, sehingga memudahkan Anda untuk membaca buku yang telah dipinjam.

eReader: Fitur ini membuat gawai (gadget) Anda dapat membaca ebook dengan mudah dan nyaman di dalam aplikasi iPusnas.

Tampilan aplikasi iPusnas
Caption

Aplikasi iPusnas sendiri sebenarnya sudah diluncurkan sejak 16 Agustus 2016 lalu. Namun, karena koleksi yang masih minim membuat iPusnas kurang populer bila dibandingkan Perpusnas dalam bentuk fisik. Meskipun begitu, enam tahun perjalanannya sampai saat ini iPusnas pastinya sudah berbenah. Momentum beraktivitas #DiRumahAja di tengah pandemi korona diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi Perpusnas memperkenalkan lebih jauh layanannya satu ini.

Selain iPusnas, Perpusnas juga memiliki laman untuk mengakses ebook dan jurnal penilitian. Namun pengakses mesti memiliki akun atau nomor keanggotaan Perpusnas terlebih dahulu. Bila sudah punya, kita bisa mengakses jurnal atau ebook dari beberapa terbitan dalam dalam maupun luar negeri, mulai dari Balai Pustaka, Indonesia Heritage Digital Library, Digital Angkasa, Cambridge University Press, sampai yang terbaru Britannica Books, dan Britannica Library.

Situs Unduh Buku dan Jurnal Ilmiah Luar Negeri Gratis karena Virus Corona

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Perpusnas memiliki akses bagi kita mencari bahan bacaan dari situs luar. Sayangnya, hal itu bisa dilakukan bila kita sudah menjadi anggota. Lalu, bagaimana bagi yang belum menjadi anggota? Tenang, beberapa situs luar sudah menyediakannya dengan gratis pada momentum virus korona seperti saat ini.

Sejumlah situs luar negeri penyedia bahan bacaan karya ilmiah dari buku sampai jurnal menanggapi pandemi dengan layanan menarik. Sebelumnya ada yang berbayar, tetapi karena korona semakin mewabah dan imbauan beraktivitas #DiRumahAja semakin giat dilakukan, beberapa memberikan pelayanan gratis.

Salah satunya dilakukan layanan jurnal, artikel akademik, buku, dan sumber primer, Jstor.org. Di dalam Jstor.org, kita bisa mengakses gratis enam hingga 100 jurnal yang dibaca online sampai 30 Juni 2020. Jstor.org juga mempersilahkan kita untuk berlangganan bila ingin mengunduh atau sekadar melihat/membaca via online.

Beberapa lembaga perguruan tinggi yang menerbitkan buku juga melakukan hal yang sama, contohnya Johns Hopkins University Press lewat aksi yang dilakukan Project MUSE. Lebih dari ribuan judul buku dan jurnal artikel tersedia untuk diunduh para pengujung laman. Selain Johns Hopkins University Press, juga ada University of Nebraska Press yang memberikan layanan dengan cara yang sama.

Situs penyedia eBook, ProQuest, yang telah bermitra dengan lebih dari 50 penerbit buku seolah tak mau kalah memberikan uluran tangan. Mulai awal pekan ini, pelanggan ProQuest Ebook Central yang terkena dampak COVID-19 akan mendapatkan akses tanpa batas ke semua judul buku yang dimiliki dari penerbit ini hingga pertengahan bulan Juni.

Referensi: Jstor.org | iPusnas.id | GooglePlay | ProQuest |Libguides.ccu.edu | Perpusnas.go.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Buah Pala dari Banda dan Wabah Paling Mematikan di Dunia Sebelummnya

Buah Pala dari Banda dan Wabah Paling Mematikan di Dunia

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.