Katalis EV.500, Motor Listrik Unik Racikan Modifikator Lokal

Katalis EV.500, Motor Listrik Unik Racikan Modifikator Lokal

Katalis EV.500 | Gastank

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI, Indonesia saat ini memang tengah menuju era kendaraan listrik. Terbukti sudah ada beberapa kendaraan listrik yang diluncurkan secara resmi. Sebut saja Viar Q1, Gesits, dan BMW i8.

Khusus untuk kendaraan roda dua alias motor, entah kenapa dari beberapa desain produknya terasa kurang menarik minat masyarakat.

Dari sana muncul ide dari rumah modifikasi Katalis Company, sebuah studio desain dan branding yang berbasis di Fatmawati, Jakarta Selatan.

Katalis dengan berani merombak motor dari jenama Selis varian Garuda (Selis Garuda) untuk kemudian dibentuk menjadi produk yang menarik.

Lewat gubahan yang dibuatnya itu, Katalis mendapatkan respons bagi para premotor pencinta modifikasi dan tentunya masyarakat dan kalangan media.

“Kami baru saja merampungkan project karya modifikasi kendaraan listrik bertajuk Katalis EV.500 basicnya diambil dari Selis Garuda. Sebetulnya motor ini kami siapkan untuk mengikuti ajang Indonesian Custom E-Moto Expo & Championship (ICEC) salah satu konten acara pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2020,” cerita Principal Designer Katalis Company, Julian Palapa, kepada Yuli Haryadi a.k.a Belo, Founder Gastank.

Motor yang pada akhirnya bernama Katalis EV.500 ini, sejatinya akan bersaing dan dipamerkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2020. Namun karena wabah Covid-19, ajang itu urung digelar.

Katalis EV.500 | gastank

Motor dengan Konsep Pesawat Tempur Perang Dunia II

Lebih jauh Julian menceritakan bahwa kosep motor listrik ini mengambil basis desain dari pesawat tempur khas Perang Dunia II (world war II/WWII).

Menukil laman Kaskus, setidaknya ada beberapa model pesawat tempur di era perang dunia itu, antara lain; Messerschmitt Bf 109 buatan Jerman, Il-2 Shturmovik dan Sukhoi Su-2 racikan Rusia, The Hawker Hurricane milik kerajaan Inggris, dan tentunya masih banyak lagi.

Dalam rancang bangunnya, Julian dan tim hanya menggunakan beberapa suku cadang (part) asli, seperti dinamo, roda, dan instrumen kelistrikan standar.

Sisanya, mereka bangun sendiri. Seperti rangka/sasis dan lengan ayun (swing-arm) dengan menggunakan bahan baku berbahan aluminium (seri 6061).

“Sebelum motor mengandalkan bodi bahan aluminium awalnya kita buat mall (cetakan) seluruh bodi dengan bahan pelat besi, jadi bodi yang kita garap pertama itulah yang menjadi master-nya. Nah, pemilihan material aluminium pada beberapa part-nya diyakini untuk meredam bobot keseluruhan motor,”

“…Secara keseluruhan konsep tunggangan ini merupakan bauran dari nostalgia desain militer tempo dulu, sedikit elemen visual khas Jepang, yang diramu dengan teknologi listrik masa depan. Kami rasa cukup langka ada desain motor listrik yang body atau shield-nya menggunakan bahan metal,” papar Julian.

Julian menegaskan bahwa selain memiliki tampilan yang memikat, Katalis EV.500 diklaim nyaman dikendarai dengan instrumen kekinian, namun tetap kental dengan nuansa klasik (retro).

Cetak biru Katalis EV.50 | Katalis Company

3 Variabel Konsep

Ada 3 variabel konsep yang digunakan Julian cs dalam meracik Katalis EV.500, seperti dipaparkan Head of Strategy Katalis Company, Joseph Sinaga.

Konsep pertama adalah dengan memberikan nuansa kebebasan terhadap mobilitas bagi para penggunanya. Kemudian konsep kedua bahwa motor ini harus mampu memberikan kebahagian bagi penunggangnya ketika berkendara.

“Mengapa hal ini penting, kami merasa bepergian atau mobilitas bukan hanya beranjak dari satu titik ke titik lainnya. Namun, perjalanan yang memiliki makna bagi kehidupan, dengan berbagai latar belakang cerita dari setiap perjalanan tersebut. Tentunya, perjalanan yang ditempuh dengan EV.500 haruslah diiringi dengan kebahagiaan,” terang Joseph.

Sementara variabel ketiga adalah Katalis EV.500 menawarkan pengalaman berkendara yang bebas dari polusi udara dan turut menjaga lingkungan sekitar.

Katalis EV.500, sambung Joseph, juga menjadi salah satu cetak biru (blue print) atau tonggak karya dari rumah modifikasi itu dalam mengembangkan solusi mobilitas di masa depan.

Joseph berharap, dengan hadirnya Katalis EV.500 dapat menjadi pemicu dan pemacu semangat generasi muda dalam berkarya, khususnya pada industri modifikasi motor.

Banjir Pesanan

Motor modifikasi ini direncanakan akan dilelang melalui platform media sosial. Dan bagi yang berminat, silahkan menghubungi Katalis Company.

Namun karena konsep dan hasil tampilan motor telah tersebar pada beragam platform, termasuk pemberitaan dan media sosial, dampaknya banyak konsumen yang mulai memesan motor dengan tampilan dan desain serupa.

“Sampai saat ini ada 10 orang peminat serius, sedang saya hitung proses produksinya. Insya Allah kita produksi terbatas maksimal 12 unit,” ungkap Julian.

Meski banyak peminat, Julian maupun Joseph belum menjelaskan lebih rinci soal biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun motor ini serta harga bukaan lelang nantinya.

Sepak Terjang Modifikator Indonesia

Soal prestasi modifikasi motor, para modifikator Indonesia pun tak kalah dari builder asal mancanegara. Tercatat beberapa produk telah hadir di pameran-pameran dunia, seperti di Jepang, Amerika Serikat, dan Italia.

Seperti pada 2017, modifikator Indonesia berhasil unjuk kebolehan di Jepang dalam ajang Yokohama Hot Rod Custom Show. Kemudian diteruskan pada 2018 dengan unjuk gigi di ajang Motor Bike Expo yang bertempat di Italia dan Custombike Show di Jerman.

Terbaru, pada 2020 ini para modifikator diundang secara langsung ke ajang Mama Tried Show di Milwaukee, Amerika Serikat (13-15/4).

Mama Tried Show merupakan acara tahunan yang selalu mengundang motorcycle enthusiast dari seluruh dunia serta para modifikator dari penjuru Amerika Serikat dengan menampilkan lebih dari 100 motor dari semua kategori, seperti flat tracker, hill climber, chopper, dan bar hopper.

Beberapa modifikator top dunia juga hadir di gelaran ini, semisal Arlen Ness dan Yaniv Evan.

---

Sumber: Gastank | kaskus.co.id | Otosia.com | Otoblitz.net

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau25%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sisi Lain Dr. Cipto Mangunkusumo, Berani Protes dengan Cara Jenaka Sebelummnya

Sisi Lain Dr. Cipto Mangunkusumo, Berani Protes dengan Cara Jenaka

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Mustafa Iman
@mustafa_iman

Mustafa Iman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.