Kampoeng Dolanan Kenalkan Kartu Unik Permainan Tradisional Dunia

Kampoeng Dolanan Kenalkan Kartu Unik Permainan Tradisional Dunia
info gambar utama

Banyak di antara generasi 90-an ingin bernostalgia kembali pada zamannya. Melihat kondisi saat ini, teknologi semakin mendominasi sehingga membuat permainan tradisional menjadi suatu hal yang ketinggalan zaman atau kuno.

Indonesia termasuk menjadi salah satu negara yang punya kasus tersebut. Teknologi sekarang membuat para orang tua memilihnya sebagai suatu permainan yang bisa didekatkan kepada anak. Padahal nyatanya, hal itu juga tidak sepenuhnya benar jika terus menerus digunakan oleh anak-anak.

Di Surabaya, ada sebuah komunitas yang fokus tentang permainan tradisional baik lokal, regional, nasional, maupun internasional. Komunitas tersebut bernama Kampoeng Dolanan.

Kampoeng Dolanan yang sudah dibentuk sejak 2016 ini telah melakukan banyak edukasi untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada masyarakat. Mulai dari perkampungan, perumahan, sekolah negeri hingga swasta sampai yang bonafit mereka susuri demi memperkenalkan permainan tradisiona, dan berkolaborasi dengan komunitas-komunitas.

Dalam perjalanannya, Kampoeng Dolanan juga melakukan riset terkait permainan tradisional di seluruh penjuru dunia. Ternyata, ada kesamaan tentang permainan tradisional yang dimainkan di Indonesia, maupun di luar negeri.

Salah satu contoh permainan tersebut adalah gasing. Di negara lain juga ada yang mempunyai gasing. Prancis misalnya, baru saja di tahun 2020 ini Prancis mengadakan festival gasing internasional dengan mengundang negara-negara di luar Prancis untuk memamerkan gasingnya. Indonesia menjadi salah satu tamu yang diundang oleh Prancis.

Gasing di Prancis bernama Toupie. Sementara itu, di negara lain seperti Spanyol, gasing dikenal dengan nama Peonza yang bentuknya menyerupai keke'an dari Surabaya. Sedangkan di Itali, namanya adalah trottola dan di Jepang bernama Kyokugama. Bahkan, di Jepang ada kompetisi resmi yang diadakan secara rutin tiap tahun.

Ternyata, ada beberapa permainan lain juga yang sama. Jika di Indonesia ada engkle, maka di Brazil disebut amarelinha. Di Korea dinamakan Biseok Chigi, di Prancis bernama Escargot yang bentuknya menyerupai siput, dan di Belanda dikenal dengan sebutan Zondag Maandag. Banyak sekali permainan tradisional yang dimainkan di Indonesia namun mempunyai kesamaan di negara lain.

Kampoeng Dolanan mempunyai keinginan untuk menyampaikan pesan tentang permainan tradisional dunia. Akhirnya, munculah sebuah ide untuk membuat kartu permainan tentang permainan tradisional dunia.

Kartu ini dibuat untuk meningkatkan kemampuan literasi anak-anak. Nama kartu permainan ini adalah Dolano In The World. Ada 7 permainan tradisional dunia yang disamakan dengan 7 permainan tradisional yang dimainkan di Indonesia.

Diantaranya ada panjat pinang, engkle, dakon, kelereng, petak umpet, bola bekel dan gasing. Hasilnya akan ada edukasi tentang permainan tradisional dari 20 Negara 5 Benua.

Kartu permainan ini sangat menarik karena dalam satu kartu, para pemain bisa belajar untuk mengetahui wawasan internasional tentang permainan tradisional. Diantaranya yang bisa dipelajari adalah nama permainan tradisional, bentuk permainan tradisional dari negara tersebut, dari mana negara mana permainan tersebut berasal, mengenal bendera negara, hingga bahasa dari masing-masing negara.

Permainan ini menjadi semakin seru karena adanya unsur edukasi. Di Dolano In The World, ada tambahan 4 kartu dengan keterangan yang nampak pada gambar di atas. Cocok untuk dimainkan anak-anak yang sedang belajar membaca untuk menumbuhkan minat baca dan menambah wawasan internasional.

Kartu ini cocok dimainkan untuk semua jenis umur, mulai dari TK, SD, SMP, SMA bahkan orang dewasa sekalipun. Tertarik mencoba bermain?*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini