Bogor Siap Produksi Masker Bedah 1 Juta Per Hari

Bogor Siap Produksi Masker Bedah 1 Juta Per Hari
info gambar utama

Kebutuhan akan masker bedah kian tinggi dan karena ketersediaannya terbatas maka harganya pun turut melambung tinggi. Namun, ada kabar gembira dari Kabupaten Bogor tepatnya dari PT Multi One Plus yang siap meningkatkan kapasitas produksi maskernya hingga 1 juta unit per hari.

Hal tersebut merupakan permintaan Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil untuk memastikan kebutuhan alat pelindung diri (APD) termasuk masker bedah dan baju hazmat dalam dua sampai empat bulan ke depan dapat terpenuhi.

"Mudah-mudahan dalam dua sampai empat bulan ke depan, kebutuhan APD di Indonesia, dimulai dari Kabupaten Bogor dulu tercukupi, Jawa Barat tercukupi, kemudian Indonesia tercukupi, datang dari industri industri yang ada di Jawa Barat," kata Kang Emil dikutip dari lansiran Merdeka.

Masker bedah yang diproduksi oleh PT Multi One Plus memiliki ekspor dan kualitas standar WHO sehingga sangat layak untuk digunakan khususnya untuk para tenaga kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Permintaan meningkatkan produksi masker bedah oleh Kang Emil, di latar belakangi karena produksi 250.000 buah per harinya oleh PT Multi One Plus belum mampu memenuhi kebutuhan di Jawa Barat.

"Di pabrik ini tadi dilaporkan memproduksi masker bedah sehari 250.000 dan itu sudah habis dipesan oleh institusi kenegaraan, termasuk pemerintah daerah. Janjinya, akhir April dinaikkan satu juta pcs produksi dan mungkin nanti dua juta," ugkap Kang Emil dilansir oleh Detik.

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan masker medis di PT Multi One Plus, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pabrik masker tersebut mampu memproduksi 250 ribu masker medis per hari. Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
info gambar

"Mereka menyanggupi dengan segera membeli mesin-mesin baru," kata Kang Emil dikutip dari lansiran CNBC Indonesia.

Hal tersebut tidak hanya sedikit melegakan karena pasokan untuk tenaga kesehatan dapat terpenuhi dan juga hal tersebut dapat menurunkan harga di pasaran dengan banyaknya stok yang tersedia.

Lebih lanjut, Kang Emil ingin memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jabar akan mengirimkan masker N95 sesuai kebutuhan dan juga urgensi masker N95, khusus bagi tim medis yang menangani langsung pasien COVID-19.

"Yang pasti Jawa Barat setiap hari mengirim N95 juga, sesuai pengajuan lewat aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar). Itu memang khusus untuk mereka-mereka yang menangani langsung ke pasien," pungkap Kang Emil dikutip dari lansiran Merdeka.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini