30 Gelombang Pendaftaran Kartu Pra Kerja Disiapkan Sepanjang 2020

30 Gelombang Pendaftaran Kartu Pra Kerja Disiapkan Sepanjang 2020
info gambar utama

Pendaftaran Kartu Pra Kerja gelombang I yang dibuka sejak Sabtu (11/4), resmi ditutup Kamis (16/4).

Hingga Rabu (15/4), pendaftar tercatat mencapai 5.086.000 peserta. Namun, yang sudah menyelesaikan proses pendafataran baru 1.631.000 peserta. Dan, peserta yang tak lolos gelombang I dapat mendaftar lagi pada gelombang berikutnya.

Dikatakan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Pra Kerja, Denni Purbasari, akan ada 30 gelombang pendaftaran Kartu Pra Kerja sepanjang 2020 yang bakal dibuka tiap pekan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Kartu Pra Kerja diberikan untuk warga Indonesia berusia 18 tahun ke atas, tidak sedang bersekolah atau kuliah, serta belum mendapat kerja.

Seain itu kartu ini juga berlaku bagi pekerja korban PHK dan pelaku UMKM yang usahanya tutup akibat pandemi Covid-19.

Pada gelombang I, pemerintah menetapkan kuota sebanyak 164.000 peserta. Pendaftar yang lolos seleksi akan mendapat pemberitahuan melalui pesan singkat (SMS) atau email.

Sementara seperti dilaporkan Detikcom, ada sebanyak 68.978 pegawai hotel dan restoran telah melakukan registrasi untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja. Angka itu merujuk catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Namun Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, mengatakan bahwa jumlah itu dinilai masih belum maksimal dan berpotensi akan terus meningkat.

Meski banyak peminat, nyatanya beberapa pendaftar mengaku mengalami kesulitan. Maulana memprediksi bahwa hal itu dikarenakan pendaftar yang melebihi kapasitas, hingga membuat sistem overload.

Sementara Ketua PHRI, Haryadi Sukamdani menyebut hingga 6 April 2020, tak kurang 1.266 hotel di 31 provinsi di Indonesia tutup akibat dampak pandemi Covid-19. Dari jumlah itu, baru 844 hotel yang menganjurkan 74.100 karyawannya untuk mendaftar Kartu Pra Kerja.

Cara Mendaftar di Tiap Gelombang

Bagi kawan GNFI atau kerabatnya yang memang membutuhkan layanan ini, simak syarat-syaratya sebagai berikut.

  • Pendaftaran program dilakukan secara online melalui situs resmi prakerja.go.id,
  • Warga negara Indonesia (WNI),
  • Berusia di atas 18 tahun,
  • Tidak sedang menempuh pendidikan formal.

Saat melakukan pendaftaran, peserta hanya diminta memasukkan sejumlah data pribadi seperti: nama, tempat/tanggal lahir, Nomor Induk Kependudukan (NIK), swafoto dengan KTP, dan nomor telepon. Semuanya gratis.

Usai mendaftar, peserta harus mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar yang terdiri dari 19 soal. Tes berlangsung selama 25 menit, dan hasilnya akan muncul 5 menit usai tes.

Program Konkret

Kartu Pra Kerja tak berbentuk fisik seperti kartu-kartu lainnya yang dikeluarkan pemerintah, tapi berupa kode unik yang berisi 16 angka yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran pelatihan.

Peserta dapat memilih pelatihan yang diinginkan pada platform digital yang merupakan mitra resmi program, seperti Tokopedia, Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker.

Bantuan ini dapat digunakan untuk membeli aneka pelatihan pada platform digital mitra yang tersedia. Peserta dapat mengambil pelatihan selanjutnya jika pelatihan pertama tuntas.

Terkait dengan nominal, penerima Kartu Pra Kerja akan mendapatkan paket dengan total manfaat senilai Rp 3.550.000.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Dana diberikan dalam bentuk bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta
  • Insentif akan ditransfer melalui rekening bank atau dompet digital (e-wallet) pada platform LinkAja, OVO, atau GoPay milik peserta pasca-penuntasan pelatihan pertama, yakni sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Jika ditotal jumlahnya mencapai Rp 2,4 juta
  • Insentif setelah peserta melakukan pengisian survei evaluasi sebesar Rp 50 ribu per survei untuk tiga kali, dengan total nilai Rp 150 ribu.

---

Sumber: Tribunnews.com | Detik.com | Yahoo Berita | Prakerja.go.id

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini