Memperingati Hari Warisan Dunia 2020 di Rumah Saja

Memperingati Hari Warisan Dunia 2020 di Rumah Saja
info gambar utama

Tahukah Kawan GNFI, bahwa setiap tanggal 18 April selalu diperingati sebagai Hari Warisan Dunia?

Hari Warisan Dunia adalah sebuah peringatan untuk mengenal lebih jauh tentang kekayaan dan keragaman situs-situs bersejarah yang ada di seluruh dunia.

Peringatan tersebut pertama kali diusulkan oleh sebuah badan penasehat di dalam United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization(UNESCO) yang disebut International Council for Monuments and Sites (ICOMOS) pada tahun 1982. Namun, usulan tersebut belum langsung disetujui oleh UNESCO.

Baru pada tahun 1983, usulan itu disetujui dalam konferensi umum UNESCO dan sejak saat itu setiap tanggal 18 April akan diperingati sebagai World Heritage Day atau Hari Warisan Dunia.

Peringatan Hari Warisan Dunia, dulu dikenal dengan “International Day for Monument and Site”. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, istilah itu diganti dengan World Heritage Day atau Hari Warisan Dunia.

Setiap tahun, berbagai kegiatan digelar untuk memperingatinya. Biasanya kegiatan-kegiatan tersebut berlokasi di situs warisan dunia yang ada di tiap negara. Tujuannya, agar masyarakat semakin sadar betapa kaya dan beragamnya kebudayaan yang ada di dunia.

Sedangkan pada tahun 2020 ini, perayaan secara langsung ditiadakan karena adanya ancaman kesehatan pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia.

Peringatan Hari Warisan Dunia di Tengah Pandemi

Peringatan Hari Warisan Dunia | Kemendikbud.go.id
info gambar

Di Indonesia sendiri sebenarnya telah disiapkan berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Warisan Dunia pada tahun 2020 sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, sudah menggandeng berbagai komunitas dan organisasi masyarakat untuk menyemarakan Hari Warisan Dunia 2020.

Namun, karena adanya pandemi Covid-19 yang mengancam kesehatan seluruh warga dunia. Serangkaian acara yang sejatinya sudah direncanakan secara matang itu, akhirnya tidak jadi dilaksanakan demi memutus mata rantai penyebarannya.

Agar tetap bisa memeriahkan peringatan Hari Warisan Dunia dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. Kemendikbud menggandeng UNESCO dan Citi Foundation untuk mengadakan kelas daring yang bertajuk Mengenal Situs Warisan Dunia: Kisah Para Pengelola.

Kelas daring tersebut dilaksanakan pada tanggal 18-22 April 2020. Teknis pelaksanaannya, dengan memanfaatkan aplikasi berbagi pesan, WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang GNFI dapat dari akun instagram @unescojakarta. Dalam kelas daring tersebut, para peserta yang ikut akan bisa berinteraksi langsung dengan para pengelola situs warisan dunia. “Di kelas ini kita akan langsung bertemu dengan para beberapa pengelola Situs Warisan Dunia,” dikutip dari akun Instagram @unescojakarta.

Peserta juga bisa mempelajari lebih dalam mengenai berbagai hal tentang situs warisan dunia serta tantangan dalam pengelolaannya. Selain itu, peserta akan diberi pemahaman tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika sedang mengunjungi situs warisan dunia.

Dalam kelas daring tersebut, dipelajari pula aspek- aspek filosofis dalam situs warisan dunia yang sangat bermanfaat untuk kegiatan edukasi. Seluruh peserta bisa bertanya langsung dan berinteraksi dengan para pengelola situs warisan dunia untuk menjawab rasa penasarannya.

Mengikuti kelas daring ini juga memberi manfaat kepada peserta untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 pada kegiatan pengelolaan situs warisan dunia. Kelas ini juga akan memberi informasi tentang materi daring apa saja yang bisa diakses publik untuk belajar, atau bahkan berkunjung secara virtual ke Situs Warisan Dunia selama hanya bisa beraktivitas di rumah saja.

Lima Sesi Kelas

Kelas akan di bagi ke dalam lima sesi dengan jadwal sebagai berikut:

Kelas pertama; Situs Manusia Purba Sangiran akan berlangsung pada hari Sabtu, 18 April 2020 pukul 16:00 WIB sampai pukul 18:00 WIB.

Kelas kedua; dengan tema Situs Warisan Dunia Borobudur Pada Minggu, 19 April 2020 pukul 19:00 sampai pukul 21:00 WIB.

Kelas ketiga; Warisan Budaya Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto diadakan pada hari Senin, 20 April 2020 pukul 09:00 sampai pukul 11:00 WIB.

Kelas keempat; dengan tema Situs Warisan Dunia Prambanan di hari Selasa, 21 April 2020 pukul 10:00 hingga pukul 12:00 WIB

Kelas kelima; bertema Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana pada hari Rabu 22 April 2020 pukul 09:00 hingga pukul 11:00 WIB.


Kelas ini terbuka untuk umum tanpa ada biaya apapun, alias gratis. Bahkan, Kawan GNFI yang telah terdaftar akan diberikan pulsa secara gratis. Selain itu, jika beruntung menjadi penanya terpilih juga akan mendapatkan hadiah berupa buku tentang Situs Warisan Dunia langsung dari narasumber terkait.

Namun, peserta dari kelas ini dibatasi hanya untuk 70 orang pendaftar pertama saja. Karena itu, jangan sampai terlewat ya.

Bagaimana, apa Kawan GNFI tertarik untuk menjadi salah satu pesertanya? Ayo, kita mengenal Situs Warisan Dunia yang ada di Indonesia, sehingga setelah pandemi Covid-19 usai, kita memiliki bekal yang lebih banyak untuk mengunjungi situs-situs warisan dunia di Indonesia. Jangan sampai ketinggalan, kuota terbatas!

Sumber: Kebudayaan.kemendikbud.go.id | @unescojakarta | kabar24.bisnis.com | travel.detik.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini