Gisela Agrippina, Kartini Modern dengan Profesi Menantang

Gisela Agrippina, Kartini Modern dengan Profesi Menantang
info gambar utama

Kawan GNFI, pada masa lampau kaum perempuan memiliki keterbatasan untuk apa pun, tetapi kini mereka bisa menjadi apa pun. Bahkan, bisa melakukan pekerjaan yang lazim dilakukan laki-laki.

Bicara soal partisipasi perempuan Indonesia, tentu nama Raden Ajeng Kartini akan terlintas. Perjuangan Kartini diakui sebagai salah satu pergerakan penting di dunia pada awal abad-20.

Itulah pengakuan Agnes Louise Symmers, penulis buku Letters of A Javanese Princess (1912). Buku itu merupakan terjemahan surat Kartini, yang aslinya dibukukan J.H. Abendanon, DoorDuisternisTotLicht(1911).

Arti harfiahnya "dari kegelapan menuju cahaya", namun lebih populer dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran (1922).

Pemikiran Kartini soal perubahan dalam peran perempuan dan kesetaraan, nyatanya telah mengubah persepsi terhadap apa yang bisa dilakukan perempuan masa kini.

Adalah Eleonora Ajisela Agrippina, seorang petualang motor. Profesinya identik dengan pekerjaan yang lazim di kalangan kaum adam ini bisa dibilang cukup ekstrem.

Jisel—sapaan akrabnya—telah beberapa kali melakukan perjalanan dengan motor ke jalur jalur ekstrem di wilayah Sumatra, Kalimantan, NTB, dan NTT.

Dara kelahiran 22 Juli 1987 itu bahkan masuk daftar 10 perempuan pengendara (biker girls) dunia. Dia juga satu-satunya yang memenangi ajang bergengsi premotor Castrol Legendari Bikers (CLB) pada 2017.

Muasal Tertarik dengan Motor

Jisel mengaku tertarik dengan motor ketika menginjak sekolah SMU. Namun, ia baru benar-benar menekuni bermotor sejak lulus SMU.

Tak seperti perempuan kebanyakan yang menyukai motor jenis matic, Jisel justru langsung jatuh hati dengan keganasan mesin motor moped Yamaha F1ZR. Motor 2-tak 110 cc yang cukup ngacir pada zamannya.

Belakangan, ia lebih menyukai motor berkarakter sport. Tercatat nama-nama motor seperti Kawasaki Ninja 150RR, Kawasaki Ninja 250R, TVS Apache 180, hingga motor adventure Royal Enfield Himalayan pun pernah ditaklukkannya.

Menyukai Petualangan

Jiwa petualangannya muncul karena ia memang suka traveling. Hanya saja, ia menemukan keseruan tersendiri ketika berkelana dengan motor.

Baginya, motor adalah moda paling efektif dan efisien yang bisa diajak blusukan ke lokasi yang belum tentu bisa dilintasi ketika berkendara dengan mobil.

Selain itu, dengan motor biaya perjalanan jadi lebih hemat dengan sensasi berkendara lebih menantang.

Langganan Ekspedisi

Soal petualangan dengan motor, Jisel mengaku sempat menjalani beberapa ekspedisi ekstrem dengan jarak ribuan kilometer.

Petualangan pertamanya ketika menjalani ekspedisi "Round the Borneo" pada 2015 dengan penjelajahan sejauh 10 ribu kilometer mengitari Pulau Kalimantan. Jisel menuntaskan ekspedisi yang didominasi kaum adam itu selama dua bulan.

Kemudian ia menjalani ekspedisi yang tak kalah ekstrem dalam ''Indonesia Eascapade'' pada 2016. Kali ini jarak yang ditempuhnya adalah 7.500 km dengan ketiga kawannya yang semuanya pria.

Dalam ekspedisinya itu, Jisel melintas Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Rote, Timor, Flores, dan Adonara. Boleh jadi, inilah petualangan antar-pulau terjauh yang pernah dilakoninya. Jisel pun merampungkan petualangan itu dalam kurun 45 hari.

Ragam Penghargaan

Selain mendapatkan beberapa penghargaan ketika berkendara ke luar pulau. Ada satu ajang yang tak bisa dilupakan Jisel. Yakni penghargaan yang diberikan oleh jenama Castrol dalam mengapresiasi para pemotor petualang di Indonesia (adventure bikers).

Jisel didapuk sebagai jawara Castrol Legendary Bikers 2017, dan merupakan perempuan pertama yang mendapatkan penghargaan ini sejak Castrol menggelar ajang itu pada 2014 di Indonesia.

Para juri yang terdiri atas Mario Iroth, Indro 'Warkop", dan vlogger Alitt Susanto, dibuat kagum dengan konsep dan metode pelaksanaan Jisel dalam memulai serta merencanakan semua petualangannya.

Ajang itu sejatinya mengumpulkan para petualang motor dari seluruh Indonesia. Castrol akan melihat bagaimana para bikers tadi menyusun perencanaan, menjalankan misi, hingga menangani masalah ketika dalam perjalanan.

Jisel berhasil menyisihkan 2.000 peserta yang rata-rata kaum lelaki. Dari peserta sebanyak itu, disaring menjadi 15 orang terpilih dan menjalani masa karantina selama tiga hari.

Ia boleh bangga karena berhasil menyisihkan Egiana Nugraha, pemotor asal Sulawesi Selatan yang berada pada urutan kedua, dan Fuad Sauqi seorang pemotor asal Kupang (Timor) yang menempati posisi ketiga.

Kedua nama tadi juga kondang dikalangan para pemotor adventure sebagai petualang motor yang tangguh.

Akhir kata, SelamatHari Kartini untuk perempuan Indonesia, dan terkhusus untuk Jisel, kobarkan terus semangat petualanganmu!

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman.

Terima kasih telah membaca sampai di sini