Kisah Inspiratif Kades Badarudin Merelakan Gaji dan Tanah Melawan Covid-19

Kisah Inspiratif Kades Badarudin Merelakan Gaji dan Tanah Melawan Covid-19
info gambar utama

Kepala Desa Talunombo, Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Badarudin (32) beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial karena ketulusan hatinya.

Badarudin merelakan gajinya untuk program pencegahan penyebaran virus corona di desanya.

"Hanya ingin membantu pemerintah dengan menyumbangkan satu bulan gaji saya untuk meringankan beban negara," kata Badarudin dalam Kompas.com.

Lebih lanjut Badarudin menyatakan bahwa hal tersebut murni untuk membantu bukan untuk mencari sensasi.

"Mereka (keluarga) sangat men-support dan mengizinkan. Tidak ada niatan mencari sensasi, hanya tergugah untuk kemanusiaan dan bela negara," imbuhnya.

Selain gajinya, Badarudin juga merelakan lahan miliknya untuk dijadikan makam korban Covid-19.

Saat ada berita viral tentang jenazah seorang perawat korban Covid-19 yang ditolak warganya saat akan dimakamkan, hal tersebut mengetuk hati Nurani Badarudin.

"Waktu itu hari libur, saya nyangkul di sawah. Terus saya ingat kasihannya orang yang sudah berjuang, nyawa sampai titik darah penghabisan. Namun sampai akhirnya ditolak oleh masyarakat," ceritanya kepada Merdeka.com.

"Saya menyediakan lahan ini, barangkali ada korban meninggal akibat virus Corona yang ditolak oleh warganya, bisa dikebumikan di lahan saya secara gratis," tambahnya.

Kades Badarudin. Foto: Merdeka
info gambar

Tidak berhenti di situ, walaupun terbilang baru sebagai Kades, Badarudin berusaha semaksimal mungkin untuk mensejahterahkan desanya yang mayoritas berprofesi sebagai buruh tani.

"Dana desa itu untuk melakukan pelatihan-pelatihan, membuat saluran irigasi untuk memperlancar pertanian di sawah, dan juga membuat jalur-jalur akses usaha tani agar memudahkan masyarakat desa ke lahan-lahan pertanian."

Badarudin juga memiliki cita-cita muliah untuk menjadikan desanya sebagai desa wisata berbasis edukasi pertanian.

"Kita di desa itu ingin membuat sebuah wisata desa, integritas farming system. Itu (ada) pertanian, perikanan, peternakan tergabung menjadi satu. Nah kita nanti menawarkan edukasi tentang integritas farming system itu," pungkas Badarudin.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini