Ketika Bule Keranjingan ''Pamer Bojo''

Ketika Bule Keranjingan ''Pamer Bojo''

Bule perempuan saat menyanyikan lagu Pamer Bojo | Tangkapan layar Youtube @Dangdut in America

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

"...Dudu wangi mawar sing tak sawang neng mripatku..."
"...Nanging kowe lali nglarani wong koyo aku..."
''...Neng opo seneng aku, yen mung gawe laraku, Pamer bojo anyar neng ngarepku..."

Demikian kira-kira penggalan tembang ''Pamer Bojo'' ciptaan Didi Kepot yang merupakan salah satu lagu campursari jagoan dalam setiap pertunjukkannya.

Tapi kawan GNFI coba bayangkan ketika yang menyanyikan lirik tersebut warga asing, alias bule. Begini kira-kira jadinya.

Video berdurasi 4 menit 43 detik di atas tadi diunggah oleh akun Youtube @Dangdut In America yang memiliki pengikut 25,3 ribu subcribers, pada tanggal 17 Maret 2020.

Namun videonya mulai populer atau viral pada Senin (21/4), terutama saat akun Twitter @RobertAdhiKsp mengunggahnya pada Sabtu (19/4). Hingga saat ini, unggahan tersebut telah mendapatkan respons sebanyak 1.900 retweet, dan 3.800 likes.

Sementara dari data yang kami himpun melalui beberapa platform pelacak kata kunci (keyword), kata kunci Pamer Bojo memang melejit pada akhir pekan lalu hingga awal pekan ini (21/4). Angkanya menembus sebaran sebanyak 150.433 ribu.

Merujuk grafik di atas, mention kata kunci Pamer Bojo meningkat pada 19 April sebanyak 8 mention, yang kemudian perlahan turun. Meski begitu, dampak dari mention tersebut tersebar cukup banyak seperti yang disebutkan di atas.

Soal sentimen positif terhadap konten video tersebut juga tercatat cukup tinggi, ketimbang sentimen negatifnya.

Sementara dari matriks yang tercatat, platform video youtube dan media sosial twitter menjadi yang tertinggi dalam peran mengeksposur konten video tersebut, dengan masing-masing menyumbangkan sebaran sebanyak 33,3 persen.

Padahal di area pemberitaan onlinedan forum-forum, tercatat hanya menyumbangkan eksposur 9,5 pesen dan 4,8 persen.

Meski tembangnya sempat populer pada platform media sosial karena dinyanyikan seorang bule perempuan, namun hingga kini Didi Kempot belum memberikan tanggapan khusus.

Lagu Jagoan

Secara umum, lagu Pamer Bojo merupakan salah satu lagu jagoan pemilik nama lengkap Didi Prasetyo tersebut, terutama dalam setiap pertunjukkan-pertunjukkan maupun konsernya yang selalu dinyanyikan sebagai lagu pamungkas.

Lihat saja dalam ''Konser Ambyar'' yang dilakukan secara online beberapa waktu lalu dalam rangka donasi untuk masyarakat terdampak wabah Covid-19. Sebagai lagu penutup konser, tercatat masyarakat yang telah melakukan donasi sebanyak Rp4,8 miliar.

Pamer Bojo merupakan satu dari 800 lagu yang telah diciptakan Didi Kempot sepanjang karier bermusiknya. Bahkan Didi kini sudah memiliki penggemar sejati di seluruh Indonesia. Julukannya pun beragam, mulai dari Kempoters, Sobat Ambyar, Sadgerls, maupun Sadbois.

Saking kondangnya dengan ragam lagu campursari yang dibawakannya, pria yang merupakan adik kandung dari pelawak Srimulat, Alm. Mamiek Prakoso, ini mendapatkan julukan ''The Godfather of Broken Heart'' alias Bapak Patah Hanti Nasional dari para penggemarnya.

Dalam pengamatan beberapa praktisi industri musik maupun musisi lokal, Didi Kempot merupakan salah satu seniman yang mampu menyampaikan isi lagu secara sempurna.

Bahkan menurut musisi Melly Mono yang sempat berduet dengannya, lagu-lagu Didi Kempot sebenarnya mengangkat tema patah hati, namun bisa dibawakan secara riang gembira sambil berjoget.

Selain melakukan beberapa pertunjukan dan konser di Indonesia, Didi Kempot acapkali diundang ke luar negeri. Sebut saja seperti ke negara Suriname, Belanda, hingga Amerika Serikat, sebagai musisi kehormatan.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga57%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi14%
Pilih TerpukauTerpukau14%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sejarah Hari Ini (22 April 1578) - Penyerahan Mahkota Binokasih pada Kerajaan Sumedang Larang Sebelummnya

Sejarah Hari Ini (22 April 1578) - Penyerahan Mahkota Binokasih pada Kerajaan Sumedang Larang

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Mustafa Iman
@mustafa_iman

Mustafa Iman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.