Nilai Investasi Jawa Timur Tertinggi Nasional, Kabar Baik di Tengah Corona

Nilai Investasi Jawa Timur Tertinggi Nasional, Kabar Baik di Tengah Corona

Nilai investasi Jawa Timur di Triwulan I 2020 menjadi tertinggi nasional © Shutterstock/Ingo Menhard

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

“Ini menjadi salah satu kabar baik di tengah pandemi Covid-19. Alhamdulillah, nilai realisasi investasi Jatim (Jawa Timur) menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa maupun nasional.”

Itulah ungkapan rasa syukur Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui keterangan tertulis yang dikutip Detikcom.

Provinsi Jawa Timur mencatatkan nilai investasi mencapai Rp31,4 triliun untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Nilai tersebut menjadi paling tinggi secara nasional. Disusul oleh Jawa Barat dengan nilai investasi Rp29,9 triliun, DKI Jakarta Rp20,1 triliun, Jawa Tengah Rp19,3 triliun, dan Riau Rp12,8 triliun.

Data tersebut dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga mencatat total investasi di Indonesia selama Triwulan I (Januari-Maret) Tahun 2020 mencapai total Rp210,7 triliun.

Kabar baiknya lagi, jumlah tersebut mengalami kenaikan 8 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan nilai Rp195,1 triliun.

Alhasil, jumlah itu sudah memenuhi target 23,8 persen dari investasi tahun 2020 sebesar Rp886,1 triliun.

BKPM juga menyebut kenaikan terbesar yang dialami oleh PMDN meningkat hingga 29,3 persen.

Seabrek Potensi Investasi di Jawa Timur

Tak heran jika Jawa Timur awal tahun ini menjadi primadona wilayah sebagai target investasi yang bagus. Alasannya, ada banyak investasi unggulan di Jawa Timur, seperti yang dikatakan Khofifah. Antara lain, sektor industri, pertanian, perikanan, pariwisata, pertambangan, energi, dan sumber daya mineral.

Tentu saja kepercayaan para investor itu juga didorong oleh iklim investasi yang sangat kondusif di Jawa Timur.

Tidak seperti wilayah lain, potensi investasi di Jawa Timur cenderung lebih merata meski mayoritas masih terpusat di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, dan Gresik.

Namun, Khofifah pernah membeberkan potensi investasi di Jawa Timur akan meningkat dengan pemerataan setiap sektor investasi di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Salah satunya Madura, yang telah menjadi fokus baru bagi pemerintah daerah untuk membuka poros industri wilayah, serta potensi investasi yang menjanjikan di Jawa Timur.

Seperti sektor industri kimia dasar yang terdiri dari industri semen, farmasi, bahan makanan, dan petro kimia, dinilai sangat berpotensi dikembangkan dan mengundang lebih banyak investasi asing.

Sektor perikanan juga tidak kalah menarik. Malah sejak 2018 lalu pengembangan pelabuhan perikanan di kawasan dengan peruntukan budidaya perikanan dan garam sudah didukung oleh pemerintah pusat.

Saat itu, Dirjen Asia Pasifik-Afrika Kementerian Luar Negeri RI bahkan sudah mengundang investor dari Asia Pasifik dan Afrika untuk melihat lebih dekat dan detil potensi investasi di Jawa Timur. Terutama di sektor perikanan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elstianto Dardak, pernah membeberkan sejak tahun 2019 ada lima negara dengan jumlah investasi terbanyak di Jawa Timur, yakni Singapura, Jepang, Inggris, Belanda, dan Malaysia.

“Pernah suatu kali datang satu investor dari Korea (Selatan), tapi begitu melihat lokasi ternyata tidak sesuai harapan mereka. Nah, kita perlu update terus investasi di daerah karena mereka (investor) selalu baca data sebelum datang,” jelas Emil, menukil Bisnis Indonesia.

Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari

Salah satu keunggulan sebagai target investasi di Jawa Timur yang tak luput adalah sektor pariwisata. Bahkan kontribusinya lebih tinggi daripada Yogyakarta.

Jika Yogyakarta menyumbang 1,25 persen wisman secara nasional, Jawa Timur menyumbang 2,5 persen atau setara rerata 300 ribu wisman setiap tahunnya.

Meski begitu, jumlah tersebut masih punya potensi yang sangat kuat untuk bertambah. Dan target satu juta wisman seharusnya bisa tercapai.

Pada sisi lain, Presiden Joko Widodo telah menandatangani PP Nomor 68 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Khususnya untuk Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Bromo-Tengger-Semeru yang menjadi satu di antara 10 destinasi pariwisata prioritas sebagai 'Bali Baru'.

Kawasan Wisata Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur jadi wisata "Bali Baru"
Kawasan Wisata Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur jadi wisata "Bali Baru" © Shutterstock/Syahtuah Mohamed

Secara umum, luas KEK Singhasari mencapai 120,3 hektare yang terdiri dari dua zona, yaitu pariwisata dan pengembangan teknologi.

Keunggulan geostrategik pada sektor pariwisata heritage dan historical tourism menjadi sektor khusus yang mestinya dapat ditingkatkan. Hal itu karena kawasan tersebut memiliki banyak nilai situs sejarah kerajaan Indonesia.

''Bila saat ini lama tinggal wisman di Jatim hanya sekitar dua hari, ke depan akan meningkat menjadi empat hari. Kenaikan lama tinggal ini tentu akan diikuti dengan meningkatnya pengeluaran (belanja) wisman,” ungkap Khofifah pada Tempo.

Sementara Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan bahwa Jawa TImur punya potensi menarik unuk mencapai satu juta wisman.

“Satu juta wisman (juga) akan menghasilkan devisa 1,2 miliar dolar AS dan akan menggerakkan lebih cepat perekonomian Jatim.”

Apalagi secara geografis, KEK Singhasari berdekatan dengan Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Perak yang terkoneksi dengan ruas tol Pandaan-Malang.

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur yang Solid

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada wilayah itu pada 2019 mencapai 5,52 persen. Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,02 persen.

Salah satu sektor yang mampu membuat perekonomian Jawa Timur moncer adalah konsumsi rumah tangga yang mencapai 59 persen. Hal itu juga dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang masif. Jika konsumsi rumah tangga bagus, maka pertumbuhan ekonomi juga bagus.

Melihat data tersebut, maka tidak aneh jika Jawa Timur menjadi target investasi yang menjanjikan. Bahkan lebih tinggi dibandingkan ibu kota negara.

--

Sumber: Detik.com | Bisnis Indonesia | Tempo | kek.go.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
JagaPasar, Gerakan Perlindungan Diri dari Korona Sebelummnya

JagaPasar, Gerakan Perlindungan Diri dari Korona

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Dini Nurhadi Yasyi
@dininuryasyi

Dini Nurhadi Yasyi

fiksidini.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.