Jalur Rempah Nusantara Ada di Pulau Seram

Jalur Rempah Nusantara Ada di Pulau Seram
info gambar utama

Sebagai salah satu penghasil rempah terbesar di dunia, Indonesia memang memiliki beragam jenis rempah-rempah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satu daerah yang menjadi penghasil rempah-rempah terbanyak di Indonesia ialah Provinsi Maluku.

Konon, Kepulauan Maluku merupakan jalur perdagangan utama komoditi rempah-rempah di nusantara sejak masa lampau, khususnya cengkih dan pala. Jalur perdagangan itu terjadi di Pulau Seram.

Pulau Seram yang berada di Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat ini termasuk kepulauan terbesar di Maluku.

Meskipun namanya “Pulau Seram”, pulau ini sangat sejuk dan menyimpan keindahan alam. Maka dari itu, rempah-rempah dapat dengan mudah tumbuh subur di Pulau Seram ini.

Maluku Tengah, Punya Pulau Seram yang Sangat Indah | Foto: @pesona.travel
info gambar

Pulau Seram memiliki lokasi yang sangat strategis dan mudah disinggahi oleh Negara-negara lain. Hal inilah yang membuat tanaman-tanaman rempah tersebut menjadi banyak diketahui dan digemari banyak orang. Sehingga, rempah-rempah Maluku mulai banyak diperdagangkan di Jawa, Sumatera, dan negara lain.

Rempah-rempah saat itu dinilai sangat berharga. Bahkan untuk harganya saja bisa setengah dari harga emas.

Menurut kutipan dalam situs Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pada abad ke-16, bangsa-bangsa Eropa, seperti Spanyol, Portugis, dan Belanda kembali menemukan Maluku.

Kedatangan mereka sangat berambisi untuk berburu dan menguasai rempah-rempah dengan menjajah nusantara, terlebih terjadi monopoli dari pihak VOC Belanda yang sempat berhasil menguasai Indonesia dalam kurun waktu yang cukup lama.

Uniknya, meski sekarang nilai ekonomi cengkeh dan pala tidak seperti di masa lampau, masih ada petani yang mempertahankan tradisi menanam rampah-rempah itu. Bahkan, pola pelayaran masa lalu masih terlihat di Maluku.

Pelabuhan Hitu menjadi salah satu bukti tempat distribusi cengkeh dan pala dari para petani Pulau Seram. Biasanya mereka akan mengirimkan hasil panen rempah-rempah ke Pelabuhan Hitu untuk didistribusikan ke kawasan lainnya.*

Sumber: Kompas.com | bobo.grid.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini