Sejarah Hari Ini (28 April 2007) - Peresmian Taman Menteng

Sejarah Hari Ini (28 April 2007) - Peresmian Taman Menteng
info gambar utama

Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso atau Bang Yos, meresmikan Taman Menteng yang Berlokasi di Jl HOS Cokroaminto, Menteng, Jakarta Pusat, pada 28 April 2007.

Peresmian taman seluas 27.289 meter persegi itu turut dihadiri selebritas, pejabat, dan atlet sepak bola nasional salah satunya Bambang Pamungkas.

Desain Taman Menteng dibuat oleh Subhardi yang memenangi sayembara yang digelar Pemprov DKI Jakarta pada akhir 2004.

Selain dihiasi dengan tanaman hias seluas 790 meter persegi dan sekitar 500 lebih pohon pelindung, taman yang menghabiskan dana pembangunan sebesar Rp 55 miliar itu juga dilengkapi dengan fasilitas olahraga, sarana bermain anak, 44 sumur resapan, dan lahan parkir.

Taman Menteng juga difasilitasi wifi setelah memasuki era internet pada 2010-an.

Kawasan Taman Menteng dulunya merupakan tempat berdirinya stadion atau lapangan bernama Voetbalbond Indische Omstreken Sport yang kemudian berubah nama menjadi Voetbal is Onze Sport (VIOS atau Viosveld).

Dibangun pada 1921, Lapangan Vios dirancang oleh arsitek Belanda, F.J. Kubatz dan P.A.J Moojen.

Pada masa kolonialisme Belanda, Lapangan Vios menjadi tempat digelarnya bermacam-macam kegiatan olahraga salah satunya tentu ialah sepak bola.

Namun pada masa itu Lapangan Vios hanya dipakai perkumpulan sepak bola yang menyewanya saja, bukan sebagai lapangan terbuka ataupun umum.

Sebuah pertandingan sepak bola digelar di Lapangan Vios, Batavia.
info gambar

Setelah Indonesia diakui sebagai negara oleh Belanda, tim ibu kota Persija Jakarta merasa perlu memiliki lapangan yang cukup representatif baik itu untuk latihan dan menggelar laga resmi.

Saat itu Persija memang sedang membutuhkan stadion baru karena Stadion Ikada tidak bisa digunakan karena ada pembangunan Monumen Nasional (Monas).

Maka pada 1961 ditunjuklah Lapangan Vios sebagai markas baru Persija.

Lewat Surat Keputusan Gubernur Jakarta Tahun 1975 stadion tersebut ditetapkan sebagai salah satu kawasan cagar budaya yang harus dilindungi.

Pada tahun yang sama lapangan tersebut berubah nama menjadi Stadion Persija atau lebih akrab dengan sebutan Stadion Menteng.

Banyak legenda sepak bola nasional yang lahir di Stadion Menteng, seperti Djamiat Kaldar, Abdul Kadir, Iswadi Idris, Anjas Mara, dan Ronny Pattinasarani.

Pada awal milenium, ketika Jakarta membutuhkan daerah resapan air hujan, proyek Taman Menteng yang sudah ada pada 1990-an coba digalakkan pemerintah.

Puncaknya terjadi pada 26 Juli 2006 pukul 10 siang, bangunan Stadion Menteng dirobohkan menggunakan alat berat untuk menyukseskan proyek tersebut.

Persija pun berganti markas ke Stadion Lebak Bulus yang berada di Jakarta Selatan.

"Sementara markas Persija akan dipindah ke Lebak Bulus," terang Kepala Dinas Pertamanan Pemprov DKI, Sarwo Handayani, kala itu.

Referensi: Jakarta.go.id | Detik.com | Suara.com | Firman Lubis, "Jakarta 1950-an" | Rini Raharjanti, "Travelicious Jakarta: Jalan Hemat, Jajan Nikmat" | Wieke Dwiharti, "Jakarta Panduan Wisata Tanpa Mal"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini