Tujuh Langkah Memulai Bisnis Bagi Pemula

Tujuh Langkah Memulai Bisnis Bagi Pemula

Ilustrasi © unsplash/Scoot Graham

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Saat ini, seiring berkembangnya dunia digital disertai dengan banyak kebutuhan manusia membuat bisnis digital atau yang dikenal dengan online shop menjamur di mana-mana. Mulai dari yang masih merintis, hingga yang sudah terkenal. Salah satunya ialah THENBLANK, sebuah brand fashion lokal Indonesia.

Mutiara Kamila selaku founder pun bercerita bahwa ia awalnya berjualan lewat grup BBM dengan stok hanya 12 buah, disimpan di keranjang cucian, dan modelnya saat itu adalah Mamahnya sendiri.

Ketika memulai, Mutia tidak memiliki strategi apapun. Semua ia jalanin begitu saja, hingga akhirnya ia belajar lewat praktik dan merunutkannya dari awal. Mulai dari perencanaan bisnis, riset, hingga pemasaran.

Poster Webinar ke-9 | Foto: GNFI

Pada Webinar ke-9 Good News From Indonesia bertajuk How To Start Your Own Business, pada Rabu (22/4) lalu, Mutiara pun membagikan kisah dan tipsnya dalam membangun THENBLANK.

Ada tujuh tips yang dibagikan Mutia saat ia membangun sebuah bisnis. Berikut ulasannya.

Buatlah Perencanaan Bisnis

Ketika ingin membangun sebuah bisnis, ada baiknya untuk melakukan perencanaan bisnis terlebih dahulu supaya bisnis yang nantinya Kawan GNFI jalanin menjadi lebih terarah.

Ada dua perencanaan yang bisa Kawan GNFI lakukan, yaitu pahami target pasar dengan melakukan riset dan tentukan proses bisnis Kawan GNFI dengan membuat business matrix.

Ketika membangun bisnis, perhatikan pula tujuh hal, mulai dari branding, produk, target pasar, marketing, keuangan, operating, dan tim karena semuanya adalah satu kesatuan.

Tak hanya itu, Kawan GNFI juga harus bisa membedakan antara brand dan bisnis. Pada dasarnya, brand adalah sebuah bisnis yang dapat memberi value pada banyak orang. Sedangkan bisnis bisa jadi bagian dari brand, begitupun sebaliknya.

Saat membangun sebuah brand, penting untuk memiliki competitive advantage. Ada tiga hal yang bisa dipelajari, yaitu kualitas produk, harga, dan diferensiasi produk.

Packaging THENBLANK | Foto: Mutiara Kamila

“Saat ini, Thenblank ingin menjadi organic brand. Mulai dari packaging dan proses bisnis di dalam thenblank. Supaya suistanable-nya enggak cuma dari packaging saja, tapi juga semua bisnis prosesnya. Supaya enggak jualan saja, tapi juga bring value bahwa suistanable adalah isu yang sedang terjadi,” tutur Mutia.

Lakukan Riset Terhadap Pasar

Untuk meriset pasar, ada banyak sekali cara. Pertama ialah dengan mempelajari pesaing berupa melihat mereka menggunakan bahasa yang seperti apa kepada customer, konsep mereka dalam memecahkan masalah, testimoni customer, serta pelayanan dan harga competitor.

Kedua, lakukan wawancara kepada target pasar. Bisa dengan keluarga, teman, lingkungan sekitar, atau siapapun yang masuk dalam kriteria target pasar tentang produk dan harga seperti apa yang mereka inginkan.

Ketiga, gabung dengan grup dan forum online sesuai dengan bidang usaha masing-masing, guna melihat apa yang belum banyak ditawarkan dipasaran. Kemudian dengan begitu, Kawan GNFI bisa menemukan ide baru.

Keempat, analisis media sosial. Dan terakhir, taruh semua hasil riset secara digital supaya semuanya terkumpul di dalam satu tempat untuk memudahkan pendataan.

Jalan dan Kembangkanlah Bisnis

Saat bisnis Kawan GNFI sudah berjalan, buatlah bisnis menjadi lebih berkembang dengan menguatkan identitas brand. Bagaimana caranya? Buatlaj konsep yang menarik.

Jika berupa produk, Kawan GNFI perlu memperhatikan bentuk kemasannya, label, papertag, greeting card, dan stiker untuk disajikan kepada customer saat pembelian.

Produk THENBLANK untuk customer | Foto: Mutiara Kamila

Tak hanya itu, saat melakukan digital marketing, perhatikan pula pilar konten, lakukan juga kolaborasi dengan artis, influencer, atau selebgram.

“Jangan pernah berhenti untuk coba hal baru. Kita harus terus berpikir, apalagi ya yang bisa dicoba dari bisnis kita, dari brand kita,” kata Mutia.

Daftarkan Bisnis dan Lindungi Brand

Ketika bisnis Kawan GNFI sudah sangat berkembang dengan baik, Kawan GNFI bisa menjadikannya sebuah PT (Perseroan Terbatas), dan mendaftarkannya ke Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai bentuk melindungi brand Kawan GNFI.

“Awalnya nama kami Blank Aware. Akhirnya berubah nama karena waktu itu sempat dituntut dengan salah satu brand yang namanya mirip dan namanya tidak mau dimiripin. Mereka minta bisnis kita shut down. Cukup sedih dan terpukul. Tapi ternyata benar, karena tenyata nama brand kami tidak di daftarin dari awal. Akhirnya kami re-branding, come up dengan ide yg lebih fresh,” ujar Mutia.

Atur Keuangan Bisnis

Dalam penjelasannya, Mutia menurutkan bahwa dalam bisnis, harga dipengaruhi oleh empat poin, diantaranya harga pokok penjualan, herga pesaing, sensitivitas harga, dan Unique Selling Proposition (USP).

Berbicara tentang arus kas, cash in harus lebih banyak daripada cash out, dan arus cash in harus lebih cepat daripada arus cash out.

Setiap akhir bulan, bisnis pasti memiliki laporan keuangan. Pastikan yang dibaca bukan hanya sekadar profit or loss, tapi juga opex (operational expense) di luar HPP. Idealnya, opex yang efektif dan efisien ialah jika presentasenya 20-30% dari omset. Di bawah itu menandakan bahwa bisnis kita kurang agresif dalam melakukan bisnis.

Ada sebuah studi dari Professor Himanshu Mishra dan Arul Mishra dari University of Utah yang mengatakan bahwa dari 213 pekerja usia 21—45 tahun, faktor yang memengaruhi mereka untuk belanja adalah tanggal (khususnya tanggal muda). Jadi, buatlah jadwal produk untuk membuat keuntungan bisnis bisa konsisten.

Kembangkan Produk

Saat bisnis sudah mulai jalan, sebisa mungkin buatlah produk Kawan GNFI dicari oleh calon customer, bukan lagi produk yang mencari customer.

Ketika hal tersebut telah berhasil dilakukan, Kawan GNFI harus membuat produk yang dijual kepada customer memiliki nilai lebih di mata mereka. Dengan begitu, produk menjadi memiliki identitas dan keunggulan, serta keuntungan pun bisa dengan mudah didapatkan.

Bangun Sebuah Tim

Dalam matematika 1+1+1+1+1 akan menghasilkan 5. Namun dalam sebuah bisnis, hasilnya akan menjadi tidak terhingga karena akan menghasilkan kolaborasi yang bernilai.

Maka dari itu, ketika membangun sebuah bisnis, jangan ragu untuk berinvestasi pada orang, pada sebuah tim.

"Mereka akan tumbuh bersama kita," tutup Mutia.

Bagi Kawan GNFI yang belum sempat mengikuti acara webinarnya, kalian bisa mendengarkan ulasan secara lengkapnya di podcast Good Voice Episode 17. (des)

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi67%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Dessy Astuti

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tiga Startup Indonesia Terpilih Ikuti Program Akselerasi se-Asia Tenggara-India Sebelummnya

Tiga Startup Indonesia Terpilih Ikuti Program Akselerasi se-Asia Tenggara-India

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Kawan GNFI Official
@kawangnfi

Kawan GNFI Official

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.