Wajah Indonesia di Karya Komikus Internasional

Wajah Indonesia di Karya Komikus Internasional

Komik-komik luar negeri yang memunculkan wajah Indonesia. © GNFI

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Ciri-cirinya mempunyai gambar, dengan ada balon-balon teks pada karakternya serta disusun rapi sesuai jalan cerita. Ya, itu adalah buku komik. Sebagian besar dari kita pastinya sudah mengenal bacaan bergambar tersebut sedari kecil.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komik adalah cerita bergambar yang terdapat di majalah, surat kabar, atau berbentuk buku yang umumnya mudah dicerna dan lucu. Kata komik kemungkinan diambil dari bahasa Inggris yang memiliki definisi yang sama.

Komik mempunyai sejarah yang panjang dengan dimensi budaya yang berbeda. Di Eropa, komik pertama kali diperkenalkan oleh seniman asal Swiss, Rodolphe Topffer, pada tahun 1830-an. Sementara itu di Amerika Serikat, komik pertama dibuat oleh Richard F. Outcault pada 1890-an. Keduanya sama-sama mempopulerkan komik lewat surat kabar.

Nah, lain lagi kalau di salah satu negara benua Asia, yaitu Jepang. Di negeri matahari terbit itu komik diperkenalkan lewat media seni lukis kontemporer ukiyo-e dan Hokusai Manga yang diciptakan oleh Katsushika Hokusai pada periode 1814-1829. Karya Hokusai umumnya lebih dihargai oleh orang barat sehingga tak jarang seniman Eropa terinspirasi akan karyanya .

Di Indonesia sendiri komik modern mulai ada pada sekitar tahun 1930-an. Sama seperti pendahulunya, beragam cerita komik bertebaran di surat kabar maupun majalah.

Komik Si A Piao di majalah Star Weekly.
Komik Si A Piao di majalah Star Weekly yang beredar pada tahun 1950-an. Sumber: Star Weekly

Setelah Indonesia merdeka dari Belanda, komik dengan cerita-cerita yang bertemakan pahlawan pun mulai bermunculan. Sebagian terinspirasi tokoh komik luar negeri tetapi dengan cita rasa lokal. Nama tokoh sampai latar pun memunculkan nuansa ke-Indonesia-an di dalam ceritanya.

Ada Indonesia di Komik Luar

Soal nama dan latar yang menampilkan Indonesia dalam sebuah komik tidak hanya ada di dalam karya komikus lokal saja. Beberapa komikus internasional lewat karyanya beberapa kali juga pernah memunculkan wajah Indonesia.

Bukan sekadar mejeng atau numpang lewat, tetapi Indonesia biasanya masuk dalam alur cerita utama. Maka dari itu, beberapa komikus tersebut tidak segan terbang langsung ke Indonesia untuk mencari bahan yang valid yang akan ia tampilkan dalam komiknya.

Mulai dari komikus dari Eropa, Amerika Serikat, dan Asia seperti Jepang pernah melakukannya. Seperti apa? Berikut uraiannya:

1. The Adventures of Tintin – Mendarat di Bandara Kemayoran

Tintin Penerbangan 714.
Seorang karakter komik dalam Tintin tampak mengomel dengan bahasa Indonesia ejaan lama. Sumber: The Adventures of Tintin: Flight 714

Komik serial The Adventures of Tintin dibuat oleh komikus Belgia, Herge. Di dalam cerita berjudul "Flight 714" ("Penerbangan 714") yang terbit pada 1966-1967, sang karakter utama, Tintin, bersama-sama teman-temannya plus anjing kesayangannya Snowy melakukan penerbangan dari London, Inggris, menuju Sydney, Australia.

Sebelum tiba di Australia, pesawat yang ditumpangi Tintin cs transit sejenak di Bandara Kemayoran, Jakarta. Setelah melakukan penerbangan lagi di mana mereka dibajak di atas pesawat, Tintin dkk melakukan pendaratan di pulau yang disebut Bompa, yang disebut tak jauh dari Makassar. Di pulau itu hewan khas Indonesia ditampilkan Herge, seperti kelelawar, komodo, dan bekantan.

2. Captain Tsubasa - Indonesia Tuan Rumah Piala Asia

Captain Tsubasa di Jakarta, Indonesia.
Timnas Jepang berlatih di Jakarta. Sumber: Captain Tsubasa

Di dalam komik Jepang – atau lebih dikenal dengan sebutan manga (dibaca: mang-ga) – Indonesia juga sering hadir, salah satunya ialah Captain Tsubasa. Lewat karya mangaka - sebutan untuk komikus Jepang - Yoicihi Takahashi dengan genre olahraga sepak bola itu, Indonesia diceritakan menjadi tuan rumah Piala Asia U-19.

Beberapa landmark atau simbol bangunan ibu kota Jakarta tampak ditonjolkan di dalam manga tersebut, contohnya ialah Bundaran HI, Patung Selamat Datang, dan Stadion Utama Gelora Bung Karno.

3. Tokkyu! - Jatuh Cinta pada Buah Salak

Tokkyu di Indonesia.
Tim Tokkyu Indonesia. Sumber: Tokkyu!

Mungkin manga Tokkyu! masih kalah populer dibandingkan Captain Tsubasa. Namun jika kawan GNFI berminat membaca, ada lebih banyak wajah Indonesia yang ditampilkan di dalam manga karya Yoichi Komori & Mitsuro Kubo ini.

Di dalam ceritanya, Komanda Sanada yang merupakan sosok penting di tim penyelamat khusus Jepang, Tokkyu, dikirim ke Indonesia untuk membentuk tim yang sama. Gegar budaya dirasakan Sanada sesaat tiba di Jakarta, mulai dari polusi hingga kemacetan. Sanada juga mendapati anak buahnya yang semuanya orang Indonesia kurang memiliki semangat untuk maju.

Meskipun banyak hal negatif ditemui olehnya, perlahan-lahan Sanada menemui sisi positif orang-orang Indonesia. Ia juga jatuh cinta dengan berbagai barang yang disebutnya hanya ada di Indonesia yakni Bir Bintang dan buah salak.

Tokkyu suka salak.

Tokkyu di Indonesia.

Di luar cerita Tokkyu!, sang mangaka benar-benar melakukan survey ke Indonesia untuk mengumpulkan materi cerita pada tahun 2000-an. Lewat testimoni yang ditampilkan dalam tankobon (seri berjilid, bentuk buku), mereka bercerita telah menyambangi Kedutaan Besar Jepang dan markas Indonesian Coast Guard Jakarta di Tanjung Priok. Kisah lucu diceritakan Kubo sensei (sebutan terhormat untuk komikus/mangaka Jepang) di mana ia diberi penutup kemaluan koteka dan diminta meniup alat tersebut.

4. Carnage Vol.2: World Tour - Nangkring di Atas Kali Ciliwung

Carnage di Jakarta.
Carnage nangkring di atas Kali Ciliwung dengan latar belakang perkampungan Bukit Duri, Jakarta Selatan. Sumber: Carnage Vol.2: World Tour

Penerbit komik superhero ternama asal Amerika Serikat, Marvel Comics, juga mengambil latar Jakarta di dalam komiknya. Lewat komik berjudul Carnage Vol 2: World Tour karya Gerry Conway Perkins, sang tokoh utama, Cletus Kasady alias Carnage, diceritakan berada di Jakarta.

Beberapa panel komik tampak terlihat latar yang Indonesia banget, seperti Carnage yang sedang nangkring di atas jembatan Kali Ciliwung, Monumen Nasional (Monas), dan wilayah pelabuhan di Kota Tua.

5. Miiko - Ada Ondel-Ondel!

Mangaka Miiko, Ono Eriko, sowan ke Jakarta.
Miiko di Jakarta bertemu Ondel-Ondel. Sumber: Twitter.com/@_ttheresia

Manga Miiko desu! atau di Indonesia disebut Miiko saja, adalah manga bergenre komedi dan shoujo (genre manga untuk anak perempuan). Di Indonesia manga ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dan cukup populer.

Karena banyak pembacanya, sang mangaka Ono Eriko pernah diundang untuk bertemu dengan para pembaca. Pengalaman Eriko sensei ke Jakarta pun dituangkan dalam cerita Miiko di mana Miiko - sang karakter utama - bertemu boneka raksasa khas Betawi, Ondel-Ondel.


Referensi: The Adventures of Tintin: Flight 714 | Captain Tsubasa | Tokkyu! | Carnage Vol.2: World Tour | Miiko

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga55%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli18%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau27%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Yokyok “Yoki” Hadiprakarsa Terima Penghargaan Whitley dari Inggris Sebelummnya

Yokyok “Yoki” Hadiprakarsa Terima Penghargaan Whitley dari Inggris

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.