Faktanya, Pohon Kurma Dapat Tumbuh Subur di Indonesia

Faktanya, Pohon Kurma Dapat Tumbuh Subur di Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, buah Kurma memang identik dengan bulan Ramadan dan Lebaran. Buah asal Timur Tengah ini menjadi santapan favorit, baik ketika berbuka puasa maupun waktu sahur. Lain itu, bingkisan lebaran pun tak afdal rasanya jika tak menyertakan buah ini.

Meski Indonesia bukan termasuk negara penghasil Kurma, namun nyatanya pohon kurma yang sulit tumbuh selain di kawasan panas ini, dapat tumbuh subur di sini.

Tercatat ada beberapa lokasi tempat di mana buah bernama latin phoenix dactylifera ini tumbuh subur, tiga di antaranya ada di pelataran masjid. Tepat-tempat tersebut mendadak populer dan sebagian di antaranya bahkan menjadi lokasi tujuan wisata di bulan Ramadan.

Lima di antara Tempat-tempat tersebut adalah;

1. Pohon Kurma di Bekasi

Yang pertama adalah pohon kurma yang di halaman Masjid Agung Al-Barkah, Bekasi. Pohon ini cukup terkenal di seantero Bekasi karena saban tahunnya menghasilkan buah kurma yang berlimpah.

Tercatata, hingga kini ada enam pohon yang berdiri di halaman masjid ini, meski awalnya ada sekra 12 pohon yang tumbuh.

Dari enam pohon ini, tiga pohon diantaranya tumbuh subur dengan menghasilkan buah kurma yang berlimpah, terutama saat jelang Ramadan. Meski demikian, buah-buahnya baru bisa dipanen usai Lebaran.

Pohon yang awalnya sebagai penghias pelataran masjid ini bibitnya dibeli di wilayah Banten, namun siapa sangka pohon-pohon yang mulai ditanam pada 2009 ini tumbuh subur dan berbuah.

Untuk merawat pohon agar tetap subur, pengurus masjid rutin memberikan pupuk kandang satu kali tiap bulannya.

Berbeda dengan buah kurma asal Arab, kurma yang tumbuh di Bekasi ini memiliki warna kekuningan, namun rasanya tetap manis dan enak. Saat panen, warga sekitar banyak yang berebut untuk mendapatkan buah kurma ini.

2. Pohon Kurma di Tasikmalaya

Pohon kurma yang tumbuh subur di tempat lain ada di halaman Masjid Agung Tasikmalaya. Setelah ditaman sepanjang 18 tahun, pada akhir Februari 2020 jadi tahun pertama pohon kurma ini berbuah.

Panen perdana pohon kurma ini, langsung mendapatkan respons dari Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, beserta pengurus Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

Saking lebatnya, tangkai pohon ini harus ditopang oleh bambu agar tak ambruk ke bawah. Gerombolan buah kurma muda pun terlihat memenuhi tangkai.

Pemandangan pohon buah kurma ini sontak jadi perhatian jemaah masjid. Tak sedikit yang berfoto di bawah pohon. Buah kurma yang dipanen pun kemudian dibagikan ke masyarakat secara gratis.

Pihak DKM Mesjid Agung Kota Tasikmalaya pun berencana menambah pohon kurma. Karena menurut rekomendasi ahli tanaman kurma kepada mereka, sejatinya pohon kurma dapat berbuah dua kali setahun jika dipersiapkan secara matang.

3. Pohon Kurma di Ciamis

Pohon kurma yang tumbuh subur di masjid lainnya ada di halaman Masjid Agung Ciamis. Sekitar 10 pohon kurma tumbuh subur di sana. Tapi hanya satu yang berbuah pada awal Januari tahun ini.

Meski berbuah lebat dan layak konsumsi, buah kurma itu nyatanya ada yang dibuat obat oleh sebagian warga. Ada yang percaya, buah-buah kurma itu bisa sebagai media penyembuhan penyakit.

Selain itu, pemandangan unik ini dimanfaatkan oleh sebagaian pengunjung masjid untuk mendokumentasikannya, sambil menunggu, siapa tahu ada buah yang jatuh.

4. Pohon Kurma di Pekarangan Rumah

Berawal dari biji kurma yang dibuang sembarang di pekarangan rumah, seorang warga Perumahan Bumi Kodya Asri, Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini memiliki punya pohon kurma yang berbuah lebat.

Kurma yang disantap oleh pemilik rumah, dibeli saat pemiliknya melakukan umrah. Tak disangka, kini ia punya tiga pohon kurma yang tumbuh subur. Meski awalnya ia mengira pohon yang tumbuh subur itu adalah pohon salak.

Mapada Mandario, sang pemilik rumah mengatakan, sekarang pohon kurma jenis Sukari ini tumbuh subur dan menghasilkan buah saban tahun. Buahnya pun dibagikan secara gratis ke pada warga sekitar.

5. Kebun Kurma di Magetan

Adalah Soeparlan, seorang lulusan sekolah pertanian yang mencoba menanam pohon kurma di lahan miliknya seluas satu hektare di Magetan, Jawa Timur.

Awal menanam pohon kurma ini, Soeparlan membeli bibit kurma dari Inggris. Bibit ini kemudian ia tanami di lahan miliknya itu sejak tahun 2015. Nyatanya, pohon kurma ini dapat menghasilkan buah yang lebat dalam waktu singkat.

Saat ini, kebun kurma yang ia beri nama di Magetan Green Gargen itu ia buka untuk umum. Tak hanya kurma, di sana juga banyak pohon aneka buah dan kerap dijadikan tempat wisata.

Tren Budidaya Pohon Kurma

Seiring dengan makin tingginya permintaan buah kurma--terutama saat Ramadan, maka pergerakan budidaya pohon kurma di Indonesia pun mulai menjadi tren.

Dari serangkaian eksperimen yang dilakukan, pohon kurma jenis Barhee disebut paling adaptif ditanam di Indonesia. Sebab, kurma jenis sudah melalui berbagai proses mutasi genetik, sehingga sangat toleran dengan kondisi di negara-negara tropis.

Kurma yang belakangan dikenal sebagai kurma tropis nyatanya sudah berhasil dibudidayakan oleh para petani di Thailand.

Saking potensialnya tumbuh di Indonesia, bibit kurma ini memiliki banderol cukup tinggi. Sebutirnya mencapai Rp25 ribu. Namun jika pohon tumbuh subur dan berbuah, satu kilogram kurma jenis ini bia bernilai Rp400 ribu hingga Rp1 juta.

Impor Kurma ke Indonesia

Meski Indonesia terus berupaya sebagai negara penghasil kurma, namun nyatanya dari tahun ke tahun beberapa negara masih mengimpor kurma secara simultan ke Indonesia.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada dua tahun terakhir (2018-2019), tercatat ada lima negara yang rutin mengekspor kurma ke Indonesia.

Dua negara pengekspor kurma terbesar sepanjang 2018, adalah Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA), dengan masing-masing besaran 48,95 persen dan 21,07 persen.

Sementara pada tahun 2019, Mesir masih menjadi negara pengekspor tertinggi dengan catatan 54,01 persen, diikuti Tunisia (19,99 persen).

impor kurma

Dari grafik di atas disebutkan bahwa meski UEA menjadi salah satu pengekspor terbesar pada 2018, namun trennya turun drastis hingga 12,64 persen pada tahun berikutnya.

Sedangkan Tunisia memiliki catatan peningkatan pengapalan, dari 10,90 persen pada 2018, naik 6,7 persen setahun setelahnya.

Sebagai kampung halaman Rasulullah SAW, nyatanya Arab Saudi tak begitu banyak mengekspor kurma ke Indonesia. Bahkan pada 2019, menjadi negara pengekspor terkecil dengan hanya membukukan 2,73 persen.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman.

Terima kasih telah membaca sampai di sini