Serba Digital, Semarang Kota Perencanaan Pembangunan Terbaik

Serba Digital, Semarang Kota Perencanaan Pembangunan Terbaik
info gambar utama

Kota Semarang baru saja dinobatkan sebagai kota terbaik untuk perencanaan pembangunan di Indonesia pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020.

Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), pemerintah pusat tetap mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020 secara online melalui telekonferensi. Dalam musyawarah tersebut, Pemerintah melalui Bappenas juga memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah atas pencapaian dalam perencanaan pembangunan.

Untuk tingkat kota, Semarang berhasil menjadi yang terbaik, disusul oleh Kota Yogyakarta dan Kota Padang. Sedangkan untuk tingkat provinsi, Jawa Tengah juga dinobatkan sebagai yang terbaik, disusul oleh Bengkulu dan Jawa Timur.

Ada beberapa poin yang dipertimbangkan dalam penilaian, beberapa diantaranya berkaitan dengan digitalisasi, yaitu e-budgeting, e-procurement dan e-planning. Disamping itu juga turut dipertimbangkan tingkat keterbukaan informasi publik, pendekatan bottom up, dan interaksi sosial.

“Semoga ini bisa menjadi penyemangat kita seluruh warga Kota Semarang untuk terus bergerak bersama,” ujar Hendi, Wali Kota Semarang dikutip dari lansiran oleh Berita Satu.

Musrenbangnas ini dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diikuti juga oleh jajaran menteri dan perwakilan pemerintah daerah. Musyawarah melalui telekonferensi ini diselenggarakan berkaitan dengan Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) di tahun 2021.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sedang menyaksikan Presiden Joko Widodo yang membuka Musrenbangnas 2020 melalui metode telekonferensi. Foto: Pemkot Semarang
info gambar

“Situasi pandemi ini memberikan kita kesempatan untuk melihat lagi apa yang perlu kita perbaiki, reform dan yang segera harus dipulihkan. Dalam soal reform di masa pandemi ini, kita harus melihat seberapa kuat ketahanan sosial kita, ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, dan seberapa besar ketergantungan kita pada negara lain,” tegas Jokowi dikutip dari lansiran oleh Berita Satu.

Pandemi Covid-19 ini juga akhirnya mengarahkan Indonesia untuk berbenah lebih cepat dan memaksimalkan semua potensi terpendam Indonesia.

"Dan di dalam situasi pandemi ini kita bisa melihat dan menghitung lagi berbagai potensi di dalam negeri yang belum terkelola dengan maksimal, yang belum kita bangun dan kita manfaatkan secara baik," tambah Jokowi dikutip dari lansiran Detik.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa RKP 2021 difokuskan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial pasca pandemi Covid-19.

"Fokus pada pemulihan industri pariwisata, investasi , reformasi sistem kesehatan nasional, reformasi sistem jaringan pengaman sosial, dan reformasi sistem ketahanan bencana," pungkas Suharso dikutip dari lansiran Kompas.


Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini