Pupuk Indonesia Punya Kinerja Gemilang, Produksi Naik 14,1 Pesen Kuartal I 2020

Pupuk Indonesia Punya Kinerja Gemilang, Produksi Naik 14,1 Pesen Kuartal I 2020
info gambar utama

PT Pupuk Indonesia memulai awal tahun 2020 dengan capaian menggembirakan. Kinerja produksi pupuk dan non-pupuk meningkat cukup tajam, disamping mampu melakukan efisiensi produksi.

"Kinerja produksi kami selalu menunjukan pertumbuhan di setiap tahunnya, terutama sejak berbagai upaya transformasi dicanangkan 2017. Peningkatan volume produksi salah satunya juga disebabkan pengoperasian pabrik Amurea II yang mulai komersial sejak Agustus 2018," jelas Aas Asikin Isdat, Direktur Utama Pupuk Indonesia dikutip dari lansiran Warta Ekonomi.

Sepanjang kuartal I-2020 mencatatkan pertumbuhan produksi pupuk sebesar 14,15%. Produksi pupuk pada Januari-Maret 2020 mencapai 3,10 juta ton per 31 Maret 2020, meningkat 16,48% year-on-year (yoy).

Total produksi itu terdiri atas 2,07 ton urea, 688.196 ton NPK, 132.473 ton SP-36, 212.262 ton ZA, dan 1.270 ton ZK. Di lain sisi, produksi produk non pupuk juga meningkat mencapai 1,87 juta ton, tumbuh 24,67% yoy.

"Peningkatan volume salah satunya juga disebabkan pengoperasian pabrik Amurea II yang mulai beroperasi secara komersial sejak Agustus 2018," kata Aas dikutip dari lansiran Kontan.

Ilustrasi Pupuk. Foto: Antara
info gambar

Pupuk Indonesia juga sudah mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi. Realisasi konsumsi gas 27,56 mmbtu per ton untuk urea, lebih rendah dari target awal 28,28 mmbtu.

"Efisiensi ini penting dalam mengurangi beban pemerintah atas subsidi, termasuk untuk peningkatan daya saing produk Pupuk Indonesia Grup," pungkas Aas dikutip dari lansiran Bisnis.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini