Sejarah Hari Ini (5 Mei 1895) - SJS Buka Jalur Trem Uap Mayong-Pecangaan

Sejarah Hari Ini (5 Mei 1895) - SJS Buka Jalur Trem Uap Mayong-Pecangaan

Trem uap SJS berada di Stasiun Purwodadi. © M.M. Couvee

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Perusahaan trem uap pertama di pulau Jawa, Samarang-Joana Stoomtram-Maatschappij (SJS) atau secara harfiah berarti Perusahaan Trem Uap Semarang-Juwana berdiri pada 1881.

SJS merupakan satu dari empat zustermaatschappijen atau perusahaan bersaudara dari Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS), Serajoe Dal Stoomtrammaatschappij (SDS), dan Semarang-Cheribon Stoomtrammaatschappij (SCS).

SJS tidak hanya membuka jalur antara Semarang-Juwana dan dalam kota Semarang saja, tetapi juga daerah-daerah sekitarnya.

Salah satu jalur yang dibuka ialah Mayong-Pecangaan pada 5 mei 1895.

Jalur yang memiliki panjang lintasan 10,3 kilometer itu merupakan satu bagian dari jalur trayek Kudus-Mayong-Pecangaan.

Tokoh bangsa Raden Ajeng Kartini merupakan salah satu saksi adanya trem di daerah Mayong yang sekarang menjadi kecamatan dari Jepara, kota kelahirannya.

Dalam tulisan Kartini - yang kemudian ditulis lagi oleh Rudolf Mrazek di buku Engineers of Happy Land - diceritakan ia harus menempuh perjalanan jauh nan berat menuju Mayong demi numpak trem uap ke Juwana atau Semarang.

"Kami naik trem pertama pagi itu ... jauh sebelum stasiun trem Pemalang muncul, sewaktu kami meluncur, kami memandang keluar mencari kekasih kami," tulis Kartini.

Referensi: Rudolf Mrazek, "Engineers of Happyland" | Olivier Johannes Raap, "Sepoer Oeap di Djawa Tempo Doeloe" | SJS, "Gedenkboek der Samarang-Joana Stoomtram-Maatschappij"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Stadion Utama GBK Masuk Nominasi Stadion Termegah di Asia Tenggara Sebelummnya

Stadion Utama GBK Masuk Nominasi Stadion Termegah di Asia Tenggara

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia Selanjutnya

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

1 Komentar

  • Kawan GNFI Official

    kerenn ka

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.