Fakta-fakta tentang Taman Nasional Betung Kerihun di Kalimantan

Fakta-fakta tentang Taman Nasional Betung Kerihun di Kalimantan

Ilustrasi satwa yang menghuni Taman Nasional, foto oleh Jorge Franganillo di Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Ada puluhan taman nasional di Indonesia, salah satunya adalah Taman Nasional Betung Kerihun yang ada di provinsi Kalimantan Barat. Taman nasional yang lokasinya berdekatan dengan perbatasan Indonesia-Malaysia mempunyai fakta-fakta yang patut untuk diketahui, apa saja? berikut trivianya.

Peta Kalimantan oleh Sadalmelik, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=2666325
Peta Kalimantan oleh Sadalmelik, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=2666325
  1. Taman Nasional Betung Kerihun sebelumnya disebut dengan Gunung Bentuang
  2. Lokasinya di provinsi Kalimantan Barat, dengan koordinat 1°13′15″N 113°21′11″E, dekat dengan kota Putussibau
  3. Ditetapkan sebagai cagar alam seluas 600.000 ha pada tahun 1982 berdasarkan keputusan Menteri Pertanian
  4. Ukurannya diperbesar pada tahun 1992 menjadi 800.000 ha
  5. Mendapatkan status sebagai taman nasional pada tahun 1995 setelah sebelumnya berstatus konservasi
  6. Sekarang luas areanya adalah 8,000 km², sekitar 5,5% luas provinsi Kalimantan Barat
  7. Diusulkan menjadi situs warisan dunia UNESCO bersama dengan Suaka Margasatwa Lanjak Entimau yang ada di Malaysia dengna nama "Transborder Rainforest Heritage of Borneo"
  8. Topografi Taman Nasional Betung Kerihun yaitu berbukit dan bergunung-gunung berlereng curam dengan lebih dari setengahnya mempunyai kemiringan lebih dari 45%, ketinggiannya mulai dari 150 m hingga hampir 1.800 m
  9. Beberapa puncak tertingginya ada di gunung Kerihun (1.790 m) dan gunung Lawit (1.767 m)
  10. Taman Nasional Betung Kerihun terletak di hulu sungai Kapuas
  11. Betung Kerihun sebagian besar terdiri dari dua wilayah, sekitar 2/3 dari luas wilayahnya adalah hutan hujan pegunungan Kalimantan dan dataran rendah Kalimantan
  12. Di dataran rendah taman nasional ini pohon-pohon yang dominan muncul adalah spesies dipterocarpaceae, sedangkan pada dataran lebih tinggi adalah pohon ek
  13. Setidaknya ada 97 spesies anggrek dan 49 spesies palem telah diidentifikasi di Taman Nasional Betung Kerihun
  14. Taman nasional ini memiliki 300 spesies brung, setidaknya 162 spesies ikan dan 54 mamalia
  15. Merupakan rumah bagi Orangutan Kalimantan yang terancam punah dan tujuh spesies primata lainnya: Owa kelempiau, Surili berkepala putih, Lutung merah, Beruk, Monyet kra, Kukang sunda, dan tarsius Horsfield
  16. Taman nasional ini juga merupakan tempat hidup bagi suku Dayak Punan, Dayak Taman Kantuk, Dayak Iban, dan Kayan

Selain Taman Nasional Betung Kerihun, ada 6 taman nasional lain yang ada di Kalimantan, yaitu Bukit Baka Bukit Raya, Danau Sentarum, Gunung Palung, Kayan Mentarang, Kutai, Sebangau, dan Tanjung Puting.

Baca Juga: Berkunjung ke Kebun Binatang di Seluruh Dunia Saat #DiRumahAja

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sejarah Hari Ini (8 Mei 1994) - Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Memulai Pembangunan Sebelummnya

Sejarah Hari Ini (8 Mei 1994) - Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Memulai Pembangunan

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Yufi Eko Firmansyah
@yufieko

Yufi Eko Firmansyah

https://uekifoy.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.