PNS Temanggung Wajib Beli Bawang Petani

PNS Temanggung Wajib Beli Bawang Petani

Ilustrasi Bawang Putih © Shutterstock/Marian Weyo

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Sebagai pengambil kebijakan, dia sudah berusaha untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Termasuk berkirim surat pada Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Pertanian, dan Gubernur Jawa Tengah.

Isi suratnya tak lain adalah untuk mengharapkan sebuah kebijakan dan langkah-langkah mengatasi permasalahan yang kini dihadapi oleh para petaninya, yang juga masyarakat Kabupaten Temanggung yang harus ia lindungi.

Kepada Menteri Koordinator Perekonomian, dia berharap untuk menyetop impor bawang putih.

Kepada Menteri Pertanian, dia meminta untuk membeli bawang putih petani sesuai dengan program APBN. Bahkan juga meminta untuk mewajibkan importir bawang putih membeli bawang putih lokal dari Kabupaten Temanggung pada tahun ini.

Kepada Gubernur Jawa Tengah dia memohon, “Menyetop masuknya bawang impor ke Jateng. Paling tidak di saat panen raya ini supaya harga bawang putih petani naik,” ungkapnya dikutip Kedaulatan Rakyat.

Panen raya bawang putih di Kabupaten Temanggung memang patut disyukuri. Panen kali ini telah mencapai 24.000 ton basah atau setara 12.000 ton kering.

Pada tahun-tahun sebelumnya, hasil panen bawang putih ini akan diserap oleh Kementerian Pertanian untuk bibit bawang putih di musim berikutnya. Bahkan diserap juga oleh importir bawang putih untuk ditanam di tahun berikutnya.

Namun tahun ini berbeda. Di tengah pandemi Covid-19, volume program APBN bawang putih terpaksa diturunkan. Akibatnya, pembelian ke petani juga otomatis ikut turun.

PNS Temanggung Wajib Beli Bawang Petani

PNS Temanggung
PNS Temanggung wajib beli bawang petani © Pemerintah Kabupaten Temanggung

Tak mau tinggal diam, akhirnya Pemerintah Kabupaten Temanggung mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) untuk membeli bawang putih lokal minimal dua kilogram.

Diketahui jumlah PNS di Kabupaten Temanggung berkisar 6.000 orang. Kalau semuanya membeli bawang putih langsung ke petani, setidaknya ada 12 ton bawang putih petani yang terserap.

Bukan tanpa alasan Pemkab Temanggung memilih kebijakan ini. Pemkab menilai bahwa PNS merupakan kelompok masyarakat yang cenderung masih mendapatkan pendapatan yang stabil di tengah pandemi. Jadi kebijakan ini sedikitnya bisa membantu para petani.

Inisiatif ini juga ternyata disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut Bupati Al Khadziq, Gubernur Jateng sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Bahkan pihaknya juga ikut mewajibkan PNS di lingkungan Pemprov Jateng untuk membeli bawang putih petani Temanggung.

Jika terjadi, maka bawang putih petani akan semakin terserap sampai 4,5 ton.

Para PNS ini akan membeli bawang putih dari petani seharga Rp18.000/kg. Harganya memang masih di bawah harga normal. Tapi setidaknya ini akan sangat membantu agar petani tidak makin merugi.

Teknis pembeliannya bisa langsung melalui petani atau Gapoktan. Meski begitu, Ketua Gapoktan Bawang Putih Guris juga masih memiliki harapan pembelian bawang putih di kisaran Rp20.000/kg.

Derasnya Impor Bawang Putih

Impor Bawang dari China
Relaksasi pembebasan Persetujuan Impor dari China membuat harga bawang putih turun drastis © Shutterstock/rblfmr

Kementerian Perdagangan memang sudah memberikan relaksasi dengan membebaskan Persetujuan Impor dan Laporan Surveyor untuk komoditi bawah putih. Di Jakarta saja sudah ada hampir 1.000 ton bawang putih impor yang tiba dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Mendag Agus Suparmanto juga mengklaim kalau stok bawang putih pada Ramadan tahun ini memang sangat melimpah sehingga harga eceran di pasar mengalami penurunan yang drastis.

Pada awal tahun 2020, harga bawang putih sempat mencapai harga Rp70.000/kg. Namun seiring masuknya pasokan impor dari Tiongkok, penurunan harga berangsur terjadi. Bahkan bisa dikatakan turun cukup drastis. Mengingat kondisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang turut membuat distribusi bawang putih terhambat.

Hal tersebut mengakibatkan menggunungnya pasokan bawang putih di beberapa daerah. Sehingga memnguat harga riil komoditas ini turun.

Mengutip statistik Info Pangan Jakarta, sampai pekan pertama Mei 2020, harga bawang putih di Jakarta sudah mencapai Rp37.268/kg.

Meski begitu, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri menilai bahwa harga tersebut belum di level angka normal.

Harga bawang putih di tingkat pasar eceran normalnya berada di sekitar Rp25.000/kg. Sedangkan untuk tingkat pasar induk sekitar Rp20.000/kg.

Normalisasi harga tersebut juga dinilai malah akan membuat harga terus turun di tengah relaksasi perizinan impor dari pemerintah. Sebab harga bawang putih dari importir saja hanya dibanderol Rp15.000-16.000/kg.

Di beberapa daerah bahkan harga eceran bawang putih sudah dihargai Rp19.000/kg dan merupakan harga terendah sejak 2018.

--

Sumber: Republika | CNBC Indonesia | Kedaulatan Rakyat | Antara

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Strategi Heroes, Memanusiakan Brand di Era Marketing 4.0 Sebelummnya

Strategi Heroes, Memanusiakan Brand di Era Marketing 4.0

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Dini Nurhadi Yasyi
@dininuryasyi

Dini Nurhadi Yasyi

fiksidini.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.