UMKM Binaan Kemenkop UKM Mampu Produksi APD Sesuai Standar Kesehatan

UMKM Binaan Kemenkop UKM Mampu Produksi APD Sesuai Standar Kesehatan
info gambar utama

Pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) berupaya mendorong pelaku usaha kecil menengah (UMKM) untuk tetap bertahan di tengah pandemi corona.

Khususnya para UMKM yang memiliki kemampuan dan fokus di bidang produksi garmen akan diarahkan untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD).

“Saat ini sudah 150 UMKM binaan telah menjadi mitra, dan produk APD mereka sudah terkurasi sehingga memenuhi standar kesehatan,” kata Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM dalam keterangannya resminya di laman Kemenkop dan UKM.

Teten berharap bahwa produk APD UMKM tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan APD dalam memerangi Covid-19.

Kemenkop UKM menggandeng Karya Nusantara dari PT Daruma, yang telah memiliki izin dan otoritas di bidang perlengkapan Kesehatan, untuk melakukan kurasi sekaligus pendamping UMKM produsen APD.

"Kebutuhan APD kami lihat sebagai suatu peluang bisnis bagi UMKM dan koperasi yang selama ini terdampak Covid-19, yang mengalami kesulitan pembiayaan karena penghasilan menurun, sehingga sekarang kami ajak UMKM untuk banting setir," kata Teten dikutip dari lansiran Kontan.

Selain sebagai kurator dan pengendali kualitas produk, Karya Nusantara juga turut membantu membuka pasar bagi UMKM akan produk-produk APD yang meliputi hazmat kit, pelindung wajah, masker kain, sarung tangan, dan pelindung kaki.

Ilustrasi APD UKM. Foto: Merdeka
info gambar

"Kami berupaya untuk menghubungkan UMKM dengan pemasok bahan baku dan menghubungkan mereka dengan pasar," ujar Teten dikutip dari lansiran Merdeka.

Teten menyebutkan bahwa sudah ada 300 UMKM lainnya yang sedang mengajukan untuk menjadi pemasok APD. Para UMKM tersebut sedang mengikuti seleksi produk mereka.

Kementerian UMKM segera menggelar pelatihan secara daring bagi UMKM untuk membuat APD, khususnya masker kain atau masker nonmedis. Produksi masker non medis ini sekaligus sebagai upaya untuk menekan permintaan pasar akan masker medis yang diprioritaskan bagi para tenaga medis dan pasien yang membutuhkan.

Sejauh ini Kemenkop UKM masih mengidentifikasi jumlah UMKM yang sedang melakukan perubahan atau shifting usaha dari yang semula bergerak di bidang konveksi, termasuk produsen bendera, banting setir ke produksi masker kain atau APD.

“Kami bekerja sama dengan Kimia Farma untuk distribusi, juga dengan PKBL BRI. UMKM yang memenuhi syarat kualitas dapat melanjutkan ke produksi APD, yaitu hazmat, pelindung wajah, masker, pelindung kaki, dan sarung tangan,” pungkas Teten dikutip dari lansiran Media Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini