Kiat Bangun Personal Branding Lewat Media Sosial

Kiat Bangun Personal Branding Lewat Media Sosial
info gambar utama

Di era sekarang, media sosial menjadi sebuah kebutuhan bagi orang banyak. Tidak hanya untuk hiburan, media sosial juga bisa menjadi media untuk mengedukasi, tempat untuk bekerja, hingga untuk membangun personal branding.

Lantas, apa itu personal branding? Seberapa pentingkah personal branding? Apakah personal branding berpengaruh bagi karier kita?

Berbicara mengenai personal branding, Good News From Indonesia pun menjadikannya sebuah tema pada Web Seminar (Webinar) pada Rabu (6/5) lalu dengan tajuk “How To Build Your Personal Branding”. Pada Webinar kali ini, GNFI menghadirkan Sandika Dewi selaku Founder & CEO Speak Project untuk membagikan pengalamannya dalam membentuk citra diri.

Poster Webinar | Foto: GNFI
info gambar

Lebih lanjut, Sandika pun menjelaskan bahwa personal branding bisa dikatakan sebagai citra diri seseorang. Ketika melakukan personal branding, itu tandanya kita sedang membentuk persepsi orang lain terhadap diri kita. Ingin seperti apa nantinya kita dikenal oleh orang lain.

Sebetulnya, kita pribadi juga bisa mengembangkan persepsi orang lain terhadap kita lewat personal branding dengan menggunakan berbagai platform salah satunya media sosial.

Lantas, bolehkah melakukan pencitraan diri? Tentu saja boleh. Pencitraan sah-sah saja dilakukan. Sama seperti sebuah perusahaan yang juga memiliki citra perusahaan.

Personal branding bisa dilakukan oleh siapapun dengan profesi apapun. Pada dasarnya, personal branding ditujukkan bukan untuk mereka yang hanya ingin eksis, tapi juga ditujukkan untuk semua orang dengan tujuan utamanya menjadi seseorang yang andal dalam sebuah bidang.

Ketika melakukan personal branding, ada tiga hal yang perlu diketahui. Pertama ialah kenali diri sendiri. Kawan GNFI yang ingin membangun personal branding bisa dengan menerapkan story telling tentang diri sendiri. Ingin dikenal sebagai apa dan seperti apa.

Kedua, value. Cari tahu keunikan dan kelebihan apa yang membuat diri kita beda dengan lainnya. Personal branding akan berhasil ketika kita bisa memengaruhi banyak orang dengan cara sendiri. Inilah kuncinya.

Terakhir, product knowledge. Anggaplah media sosial yang kita punya adalah toko dari diri kita sendiri. Dengan begitu, kita harus bisa mendefinisikan diri sendiri bisa dengan melalui analisis SWOT. Dengan analisis SWOT, tentu kita bisa dengan mudah mengenal diri sendiri seperti apa dan ingin menjadi apa.

Di media sosial sendiri, saat Kawan GNFI membangun personal branding, penting untuk menggali konten yang sesuai dengan bidang yang diminati oleh Kawan GNFI. Konten tersebut bisa disampaikan dalam berbagai bentuk, mulai dari audio, video, tulisan, infografis, dan sebagainya.

Ilustrasi | Foto: Speak Project
info gambar

Nah, alat untuk membantu meningkatkan personal branding ada banyak. Mulai dari instagram, facebook, twitter, linkedin, youtube, website, whatsapp, hingga yang sedang booming saat ini, yaitu podcast dan tiktok.

Lantas, kiat apa yang bisa dilakukan untuk membangun personal branding lewat media sosial?

Pertama, penting untuk mencari tahu bidang apa yang ingin diperdalam atau digeluti. Kedua, membangun dan membuat konten yang berkaitan dengan minat dan bakat. Ketiga, perbanyak dan perluas pergaulan. Keempat, perbanyak wawasan dan ilmu pengetahuan.

Selanjutnya, aktiflah berbicara di depan umum. Bisa dengan bergabung di komunitas, ataupun aktif bertanya ketika mengikuti seminar. Kemudian perbaiki dan asah keterampilan seni public speaking, salurkan minat bakat dan kelebihan yang dimiliki melalui kanal digital. Terakhir, perbanyak networking.

Sekali lagi ditegaskan bahwa personal branding bukan untuk orang-orang yang ingin eksis. Namun, ditujukkan untuk siapapun yang menghasilkan sebuah karya, bukan sensasinya.

Sayangnya di luar sana, masih banyak yang menyalahartikan personal branding. Personal branding bukan tentang terkenal, tapi bagaimana Kawan GNFI bisa menyampikan pesan positif dan memberikan karya terbaik untuk para audience.

“Personal brand pada perjalanannya tidak hanya bisa dilakukan dalam waktu singkat, tapi diperlukan proses secara konsisten dan dilakukan secara terus menerus sesuai dengan kompetensi bidang yang kita miliki, dan dilengkapi dengan sikao yang santun,” tutup Sandika.

Kelas GNFI juga dapat ditonton di Youtube Good News From Indonesia. (des)

--

Baca Juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini