Nikmati Alam di Wisata Gunung Pinang Banten

Nikmati Alam di Wisata Gunung Pinang Banten

http://evanurlinawati.blogspot.com/2018/09/gunung-pinang-serang-banten_28.html

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Banyak diperbincangkan, baru-baru ini, terdapat tempat wisata di Banten. Ya, wisata itu ialah wisata alam Gunung Pinang yang berada di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Objek wisata Gunung Pinang ini bisa menjadi wisata alternatif bagi Kawan GNFI yang berdomisili di daerah Banten dan sekitarnya. Tak perlu jauh-jauh ke daerah puncak Bogor untuk menikmati suasana alam nan sejuk, suasana Puncak pun bisa dirasakan di Gunung Pinang ini.

Gunung Pinang sendiri lokasinya berada di Desa Pejanten, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Jaraknya sekitar 15 kilometer dari arah kota Serang atau 10 kilometer dari arah kota Cilegon.

Sedangkan jika Kawan GNFI dari arah Jakarta, jaraknya sekitar 95 kilometer. Kalau Kawan GNFI sedang berlibur dan berwisata ke pantai Anyer melalu jalur Kota Serang menuju Cilegon, Gunung Pinang inilah yang pertama terlihat dari sisi kiri jalan raya.

Gunung Pinang dikelola oleh Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten. Jarak dari pintu gerbang wisata Gunung Pinang sampai ke puncak berjarak sekitar kurang lebih 3 kilometer, dengan medan menanjak dan jalan yang sedikit rusak.

Untuk harga tiket, Kawan GNFI cukup merogoh kocek sebesar Rp25.000 saja bagi kendaraan roda dua.

Objek Wisata Gunung Pinang baru saja dirintis. Hal itu bisa dilihat karena masih adanya proses pembangunan dan pembersihan semak belukar di beberapa titik, dan juga pembuatan jalur trek jalan conblock.

Di lokasi, pengelola wisata objek wisata Gunung Pinang mempercantik area puncak Gunung Pinang dengan memasang bola-bola dan payung-payung beraneka warna. Tak lupa ada pula tempat untuk berfoto bersama teman-teman atau sanak keluarga, dengan pemandangan menghadap ke laut pantai utara Banten.

Wisata Gunung Pinang Banten | Foto: bantennews.co.id

Jika melihat sejarah, hutan di Gunung Pinang sendiri sejak zaman Belanda sudah cukup rapat subur dengan berbagai strata tajuk. Gunung Pinang dinyatakan sebagai tanah kawasan hutan tahun 1940 Bosch ordonate 1927, Bosch Verordenng 1932 Agrarisch Besluit STB 1870 no 118 yang di kelola oleh Den Dienst Van Het Boschwezwen (Jawatan Kehutanan Negeri Di zaman Belanda).

Hingga terjadi proklamasi kemerdekaan tahun 1945, terjadilah pergantian pengelolaan hutan oleh Djawatan Kehoetanan (Dinas Kehutanan Kementrian Kehutanan). Akhirnya, pada tahun 1978, terjadi peralihan pngelolaan kawasan hutan Gunung Pinang dari Jawatan Kehutanan kepada Perum Perhutani unit III Jawa Barat (sekarang Divisi regional Jabar Banten) Kesatuan Pemangkuan Hutan Banten .

Tahun 1940-1943 terjadi beberapa kali kemarau panjang di wilayah sekitar Gunung Pinang yang mengakibatkan kekeringan melanda beberapa daerah sekitar, serta dari sejak zaman dahulu masyarakat sekitar memiliki kepercayaan bahwa dengan membakar hutan maka akan turun hujan.

Masyarakat banyak yang membakar kawasan hutan Gunung Pinang dengan harapan turun hujan, sehingga kawasan hutan Gunung Pinang menjadi lahan kritis dengan tegakkan pohon yang jarang.

Rimbawan-rimbawan terdahulu telah melaksanakan reboisasi terhadap Gunung Pinang untuk kembali menjadi hutan lebat . Tercatat pada tahun 1971, reboisasi dilaksanakan dengan mengunakan jenis tanaman kayu putih. Namun, reboisasi paling heroik dilaksanakan pada tahun 1978-1979 dengan jenis tanaman Kaliandra, Mahoni, Accor, Cliriside/Cebreng, Angsana, Flamboyan, Lamptong. dan Sonokeling.

Reboisasi dilaksanakan oleh administratur Ir. Ernan D. Burhan, Wakil Aministrator Karsono, asper/KBKPH Serang Abu Juhaeni, KBPH Cilegon Juhri, Pimpinann Pelaksana (pinlak) Sya'ban Sidik, dan dibantu tokoh masyarakat setempat Kiai Haji bahrem (Pimpinan Pondok Pedantren di desa Pejaten) yang dengan jasa mereka, hutan dapat dinikmati kembali oleh masyarakat seperti sekarang.

Oleh karena itu, Gunung Pinang kini bisa menjadi destinasi wisata pilihan bagi Kawan GNFI yang memang ingin berkunjung ke Banten.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sejarah Hari Ini (9 Mei 1912) - Pendeta Krijger Tiba di Sumba Sebelummnya

Sejarah Hari Ini (9 Mei 1912) - Pendeta Krijger Tiba di Sumba

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Paket Wisata Banten
@wisatabanten

Paket Wisata Banten

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.