Menggunakan Data Center Lokal Diklaim Lebih Aman dan Efisien

Menggunakan Data Center Lokal Diklaim Lebih Aman dan Efisien

Ilustrasi data center | Shutterstock @asharkyu

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI, saat ini Indonesia memang tengah berproses menghadapi intervensi digital di berbagai lini. Beberapa kalangan bahkan menilai Internet of Things(IoT) dan Internet of Service (IoS) menjadi sebuah keharusan bagi iklim industri dalam negeri. Terutama sejak diterapkannya revolusi industri 4.0.

Tak disangkal, pertumbuhan pengguna internet dalam negeri pun terus melonjak dari tahun ke tahun. Menukil data Statista, pertumbuhan pengguna internet pada 3 tahun terakhir tumbuh tak kurang dari 13 persen.

Pertumbuhan kebutuhan internet tersebut tentunya dibarengi dengan kebutuhan data yang makin meningkat, terutama bagi para pelaku bisnis digital, seperti e-commerce, media daring, maupun pemilik websitebesar.

Mereka membutuhkan perangkat yang efisien dan aman untuk menyimpan data perusahaan dalam data center, guna meningkatkan performa bisnisnya. Salah satu upayanya adalah menempatkan data mereka pada layanan alokasi data center yang disediakan oleh pihak ketiga.

Data center atau pusat data, adalah pusat fasilitas sistem komputasi, jaringan, dan database, yang perannya cukup penting dalam mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan mendistribusikan data dalam jumlah besar.

Sementara alokasi data center adalah jasa penempatan perangkat server, telekomunikasi, penyimpanan, dan lainnya pada lokasi data center pihak ketiga.

Alasan Menggunakan Data Center

Secara umum, data center terbagi menjadi dua kategori, yakni EDC (Enterprise data center)dan IDC (Internet data center).

EDC hanya dapat dioperasikan oleh internal perusahaan, sedangkan IDC dapat dioperasikan dan diakes oleh pengguna publik melalui jaringan internet dan berfungsi mendukung aplikasi yang berhubungan dengan internet.

Bagi perusahaan besar yang banyak melakukan transaksi keuangan, seperti e-commerce, penggunaan data center dapat memberikan kemudahan saat bertransaksi.

Soal mengapa perusahaan harus menggunakan data center, sekira ada empat alasan utama yang menjadi pertimbangan perusahaan.

Pertama adalaah efisiensi. Bagi sebuah perusahaan, untuk melakukan perawatan pusat data secara berkala umumnya mereka masih mempekerjakan karyawan yang harus siaga dalam menjaga data itu. Namun tentunya, itu berdampak pada penambahan jumlah karyawan dan waktu yang terbuang.

Sementara jika perusahaan menggunakan layanan alokasi data center, maka perusahaan dapat lebih menghemat waktu dan biaya perawatan.

Yang kedua soal pengelolaan data yang efisien dan aman. Dalam The Business Timedisebutkan jumlah ongkos yang bakal dihabiskan setiap tahunnya oleh rerata konsumen digital di Asia akan melesat tiga kali lipat pada 2025. Diperkirakan total pengguna internet akan naik dari 250 juta menjadi 310 juta pada periode yang sama.

Di Asia Tenggara, Indonesia dikatakan negara yang memiliki nilai pertumbuhan cukup pesat. Rangkuman Globalwebindexmenyebut, masyarakat Indonesia masuk dalam lima besar masyarakat pecandu internet di dunia, dengan rerata penggunaan 8 jam 36 menit/hari.

data pengguna internet

Jadi, perusahaan dirasa perlu menempatkan sistem yang bisa dipantau secara teratur dan konstan. Lain itu, memanfaatkan layanan alokasi data center dari pihak ketiga, memungkinkan perusahaan menjaga keamanan datanya, terkait potensi risiko dan serangan siber yang bisa terdeteksi lebih awal.

Kemudian yang ketiga soal besaran kapasitas, atau skalabilitas. Ketika jumlah data terus meningkat, maka perusahaan perlu menyesuaikan kapasitas data center yang digunakannya.

Layanan alokasi data memungkinkan perusahaan untuk menambah kapasitas data center mereka, karena besaran kapasitas tampungan data dari pihak ketiga akan selalu tersedia dan dapat ditingkatkan. Hal itu akan membuat perusahaan bisa lebih fokus melakukan skala bisnis, dan prosesnya pun lebih leluasa dan cepat.

Yang terakhir adalah meminimalkan risikodowntime. Downtime adalah sistem yang tidak berjalan pada waktu tertentu. Ketika downtimeterjadi, tentunya kerugian tak bisa dihindari. Perusahaan e-commerce misalnya, saat downtime tentunya berdampak pada kerugian dalam skala yang tak sedikit.

Untuk meminimalisasi downtime, perusahaan perlu memilih infrastruktur pengelolaan data yang mumpuni. Artinya, pengelolaan data center harus menjadi pertimbangan dalam strategi pengembangan efisiensi data.

Hal lainnya adalah untuk penggunaan jangka panjang, data center dapat melindungi semua data yang ada jika suatu hari terjadi bencana alam, atau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Saran dan Kebijakan Pemerintah

Hal lain yang menjadi faktor penting bagi perusahaan dalam memilih layanan alokasi data center adalah soal lokasi.

Penggunaan layanan data center yang berlokasi di dalam negeri, tentunya akan menguntungkan perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Pusat data lokal bisa mengurangi latensisecara signifikan. Itu artinya, meski ada jutaan transaksi yang terjadi dalam sebuah platform e-commerce, tentunya akan membantu mengurangi kemacetan informasi.

Presiden Joko Widodo, dalam rapat terbatassoal pengembangan pusat data nasional (28/2/2020), mengatakan jika layanan alokasi pusat data yang saat ini tersedia di Indonesia diklaim lebih baik dari segi kecepatan maupun keamanan.

''Kita harus menyiapkan perlindungan terhadap data-data pribadi dan juga keamanan data. Ini berkaitan dengan kedaulatan data kita,'' kata Jokowi.

Pemerintah juga telah mengusulkan RUU Perlindungan Data Pribadi, sebagai salah satu komitmen dalam melindungi dan mengembangkan pusat data di Indonesia.

Soal Perawatan dan Jaringan, Diklaim Lebih Baik

Alasan lainnya agar perusahaan di Indonesia tak menggunakan pengelola data center dari luar negeri adalah soal akses, jika sebuah data disalahgunakan, baik oleh peretas ataupun pihak lain yang tak ada kaitannya dengan perusahaan pemilik data.

Dalam situasi itu, regulasi pemerintah menyatakan bahwa penegak hukumberhak mengakses data center saat terjadi masalah.

Nah, jika pusat datanya terletak di luar negeri, tentu aparat hukum akan mengalami kesulitan soal urusan perizinan, akses, atau hambatan lainnya.

Menggunakan layanan data center yang berada di luar negeri, juga dikatakan bakal memengaruhi kecepatan jaringan, sehingga berdampak pada pemilik bisnis.

Menyerahkan pengololaan data dengan pihak layanan luar negeri juga berdampak pada tingginya ongkos servis. Karena mengingat lokasinya yang jauh, kecepatan jaringan, serta pajak.

Baca juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Didi Kempot dalam Perjalanan Musik Modern Jawa Sebelummnya

Didi Kempot dalam Perjalanan Musik Modern Jawa

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Mustafa Iman
@mustafa_iman

Mustafa Iman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.