Tujuh Sumber Mata Air Beda Rasa di Sapta Tirta Pablengan

Tujuh Sumber Mata Air Beda Rasa di Sapta Tirta Pablengan

Fountain, Image by Katja @pixabay

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Selain Jogja, Kota Solo juga selalu bisa menarik para wisatawan. Pasalnya, kota Solo memiliki banyak keunikan yang membuat para wisatawan penasaran dan ingin mengunjungi kota ini. Dimulai dari adanya dua keraton di Solo, hingga wisata sumber mata air berkhasiat.

Berlokasi 20 kilometer dari kota Karanganyar, tepatnya di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sumber mata air dengan kawasan seluas dua hektare ini dapat ditemui. Sumber mata air ini dikenal dengan nama Sapta Tirta Pablengan.

Sapta Tirta Pablengan merupakan area tujuh mata air di Soloraya yang dianggap dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, diantaranya penyakit diabetes, penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan lain-lain.

Objek Wisata Saptatirta | Foto: wartabengawan.com

Letak kawasan ketujuh mata air di kawasan ini juga saling berdekatan, paling jauh hanya berjarak sekitar 13 meter. Bangunan di setiap sumber mata air juga masih menggunakan bangunan khas Jawa Tengah yaitu Joglo dengan begitu suasana pedesaannya masih sangat terasa, ditambah di sekelilingnya terdapat hutan pinus Argotiloso menambah suasana menjadi sangat sejuk dan asri.

Menurut sejarah, lokasi Sapta Tirta merupakan pemandian para putri keraton atau biasa disebut dengan keputren yang memiliki enam bilik kamar peninggalan Raden Mas Surono atau Mangkunegoro VI. Selain itu, Sapta Tirta juga merupakan tempat benteng pertahanan Pangeran Raden Mas Said yang memiliki julukan Pangeran Sambernyawa dari pasukan tentara VOC. Dahulu, benteng tersebut memang berhasil diobrak-abrik oleh VOC rata dengan tanah. Tetapi, Sapta Tirta tidak pernah terusik hingga sekarang.

Kawasan ini juga terdapat peninggalan Pangeran Sambernyawa, yaitu tempat bersemedi. Tulisan kaligrafi huruf Jawa: ega. yang memiliki kepanjangan Eyang Gusti Aji alias Pangeran Sambernyawa, turut menjadi bukti peninggalan beliau.

Sumber air Sapta Tirta Pablengan ini juga memiliki fakta unik, selain memiliki beragam khasiat untuk penyembuhan penyakit, ternyata dari ketujuh sumber mata air ini juga memiliki rasa yang berbeda-beda.

Lalu, apa sajakah khasiat yang berada pada ketujuh sumber air tersebut?

Tujuh Mata Air Beda Rasa | Foto: indonesiakaya.com

Sumber Air Bleng, memiliki rasa yang asin dan bagi sebagian besar masyarakat memanfaatkan air ini untuk membuat karak, atau sejenis kerupuk yang dibuat dari nasi.

Sapta Tirta, Pemandian yang Memiliki 7 Mata Air Berbeda | Foto: media.iyaa.com

Sumber Air Hangat, air hangat yang berada dalam sumber tersebut memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit kulit dan juga penyakit rematik.

Tujuh Mata Air Beda Rasa | indonesiakaya.com

Sumber Air Kesakten, sebagai sarana mensucikan jiwa raga, dan juga dipercaya untuk menambah kekuatan dan kesehatan.

Sapta Tirta, Pemandian yang Memiliki 7 Air Berbeda | Foto: media.iyaa.com

Sumber Air Urus-urus, merupakan sumber mata air yang memiliki rasa paling asin, mata air ini dipercaya dapat menyembuhkan gangguan pencernaan yang kurang lancar.

Sapta Tirta, Pemandian yang Memiliki 7 Air Berbeda | Foto: media.iyaa.com

Sumber Air Soda, air yang dihasilkan dari mata air ini konon katanya, mempunyai rasa mirip soda dan dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti diabetes, TBC, ginjal dan lever.

Berwisata di Sapta Tirta Pablengan, Peninggalan Kerajaan Mangkunegaran | Foto: kumparan.com

Sumber Air Hidup, mata air ini biasa dikonsumsi para wisatawan, karena air ini dipercaya dapat membuat awet muda, terlebih mata air ini juga mengandung belerang.

Berwisata di Sapta Tirta Pablengan, Peninggalan Kerajaan Mangkunegaran | Foto: kumparan.com

Sumber Air Mati, mata air ini merupakan satu-satunya sumber yang tidak boleh dikonsumsi sekalipun hanya untuk cuci muka, karena air mati ini memiliki kandungan karbondioksida.

Dari segala khasiat yang ada dalam ketujuh sumber air tersebut, tak heran jika sumber air ini dikatakan sebagai salah satu keajaiban alam di bumi Indonesia.

Namun, perlu Kawan GNFI perhatikan juga, sebagai para wisatawan yang beradab selain turut menjaga kelestarian tempat ini, juga penting untuk tetap menghormati dan berlaku santun mengingat tempat ini juga merupakan tempat peninggalan para leluhur.*

Sumber : solopos.com, kumparan.com, karanganyarkab.go.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Gerakan Jogo Tonggo  Saling Peduli di Tengah Pandemi Sebelummnya

Gerakan Jogo Tonggo Saling Peduli di Tengah Pandemi

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi Selanjutnya

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi

Putri Maulida
@putrimaulida

Putri Maulida

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.