Presiden Jokowi Resmikan Produk Inovasi untuk Menangani Covid-19

Presiden Jokowi Resmikan Produk Inovasi untuk Menangani Covid-19
info gambar utama

Kawan GNFI, hari ini Rabu (20/5/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan produk-produk hasil pengembangan riset, teknologi, dan inovasi, hasil karya anak bangsa untuk percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Peluncuran bertajuk ''Kebangkitan Inovasi Indonesia'' yang dilakukan secara virtual itu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Mei. Peluncuran ini sekaligus menandai kebangkitan Indonesia pada bidang sains dan teknologi nasional, utamanya di bidang kesehatan.

''Dunia sedang beradu cepat dalam menangani wabah Covid-19. Kita harus menjawabnya dengan inovasi dan karya-karya nyata yang konkret. Ini adalah momentum baru bagi kebangkitan bangsa. Ini adalah momentum baru kebangkitan bidang sains dan teknologi kita, khususnya di bidang kesehatan,” kata Presiden dalam sambutannya melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, yang disiarkan langsung di kanal Youtube Kemenristek/BRIN.

Sembilan Produk Inovasi Unggulan

Dalam video berdurasi 36 menit 40 detik yang dimulai pukul 11;00 WIB itu, digambarkan ada sekira sembilan produk unggulan yang dari hasil riset tersebut yang fisiknya teah dilihat langsung oleh Jokowi.

Kesembilan produk itu adalah bagian dari 55 produk konsorsium yang merupakan hasil riset, inovasi, dan pengembangan yang dilakukan berbagai lembaga riset dan universitas.

Produk-produk unggulan yang berkaitan dengan upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 tersebut antara lain;

  • RT-PCR test kit,
  • Rapid diagnostics test IgG/IgM,
  • Emergency ventilator,
  • Imunomodulator,
  • Terapi plasma convalescent,
  • Unit laboratorium bergerak dengan biosafety level (BSL) 2,
  • Kecerdasan buatan pendeteksi Covid-19 dari hasil sinar-X,
  • Robot medis dan penyinaran UV, serta
  • Air purifying respirator.

Secara umum Jokowi memberikan apresiasi dari apa yang telah dilakukan oleh anak-anak bangsa berupa karya-karya teknologi yang dibutuhkan saat pandemi ini.

Karya-karya ini, sambungnya, juga juga menggambarkan semangat inovasi yang ditunjukkan di tengah pandemi saat ini. Ia juga optimistis bahwa hal-hal yang dahulu dianggap tak mungkin dan tak terpikirkan, kini mampu dilakukan secara mandiri.

''Lebih dari itu kita juga harus mampu menghasilkan vaksin sendiri. Saya gembira lembaga Eijkman sudah mendapatkan data mengenai tujuh urutan genomelengkap yang sangat berguna untuk pengembangan vaksin dan saya juga senang komunitas peneliti terus bekerja untuk menemukan obat dan terapi yang efektif bagi pengobatan Covid,” bebernya.

Presiden berharap agar karya-karya dan riset yang dilakukan ini tak berhenti di laboratorium saja atau ditampilkan hanya sebagai purwarupa (prototype) saja.

Hasil riset dan pengembangan tersebut harus berbuah dan mampu berlanjut hingga tahap produksi massal, yang tentunya untuk memenuhi kebutuhan domestik atau bisa diekspor ke luar negeri.

Lebih Murah Ketimbang Impor

Sementara Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro, pada kesempatan yang sama mengatakan harga perangkat hasil inovasi buatan dalam negeri itu dikatakan banderolnya akan lebih murah dari produk impor.

"Diperkirakan baik ventilator ataupun rapid test kit atau PCR test kit, harga jual atau harga nantinya kami perkirakan masih lebih murah dari produk impor setara, yang setara itu artinya yang kualitasnya kira-kira sama," kata Bambang.

Seperti kita tahu, harga alat kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19 saat ini memang cukup mahal. Hal itulah yang kemudian memotivasi para inovator di Indonesia untuk menciptakan dan memproduksi alat kesehatan sendiri.

''Dalam kondisi pandemi ini otomatis harga alat-alat kesehatan yang vital seperti ventilator alat tes, pasti mahal secara global. Kenapa? Karena meningkatnya aktivitas yang luar biasa di berbagai belahan dunia,'' tambahnya.

''...Inilah yang kemudian memotivasi para peneliti dan inovator dalam negeri untuk kemudian memproduksi sendiri, sehingga kita tidak tersandera dengan harga yang luar biasa tersebut.''

Dibutuhkan Kolaborasi dalam Inovasi

Bambang juga memberikan apresiasi setingginya kepada para peneliti yang berhasil mengembangkan inovasi di bidang kesehatan, serta kepada mitra di bidang industri yang turut berkontribusi menghasilkan alat Kesehatan yang lebih murah.

"...Meskipun mereka sebenarnya bukan pelaku di bidang industrial kesehatan, milsalnya mereka mungkin ada di bidang lain, tapi dengan menggunakan teknologi yang mereka pahami akhirnya mereka bisa menghasilkan barang yang lebih murah."

Ia juga menyebut ada beberapa fokus yang bakal dilakukan untuk menghadapi kehidupan normal baru (new normal) di tengah pandemi ini. Salah satunya, yakni optimalisasi teknologi digital, karena masyarakat akan mengurangi kontak fisik.

''Society dan ekonomi itu kegiatannya akan tidak akan terlalu banyak kontak, maka otomatis teknologi digital sangat diperlukan," ujarnya

Untuk itu, diperlukan kerja sama dan kolaborasi erat antar-kekuatan anak bangsa, seperti lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, serta masyarakat, yang tetap harus saling bergandeng tangan untuk mewujudkan hal itu.

Hingga akhirnya, Jokowi maupun Bambang berharap bahwa saat ini sudah saatnya dunia industri harus berani berinvestasi, masyarakat yang mulai mencintai produk-produk dalam negeri, dan ada kebanggan atas produk buatan Indonesia.

Diharapkan juga semua pihak harus terus-menerus memperbaiki ekosistem yang kondusif, bagi tumbuh dan berkembangnya inovasi dan industrialisasi, serta mentalitas bangga kepada produk dalam negeri.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini