Sejarah Hari Ini (23 Mei 1957) - Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah

Sejarah Hari Ini (23 Mei 1957) - Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah

Lambang Provinsi Kalimantan Tengah. © Commons Wikimedia/AlexR.L.

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Setelah diresmikannya tiga provinsi di Kalimantan yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan pada 1 Januari 1957, Presiden Sukarno membuat keputusan untuk menambah satu provinsi lagi yaitu Provinsi Kalimantan Tengah

Pada awalnya, wilayah Kalimantan Tengah masuk dalam Karesidenan Kalimantan Selatan.

Atas aspirasi masyarakat Kalimantan Tengah, berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 10 tahun 1957, terbentuklah provinsi otonom Kalimantan Tengah pada 23 Mei 1957.

Undang-Undang Darurat No. 10 Tahun 1957 Tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah.
Undang-Undang Darurat No. 10 Tahun 1957 Tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber: Peraturan.BPK.go.id

Dua bulan kemudian, Palangka Raya ditetapkan sebagai ibu kota Kalimantan Tengah.

Palangka Raya memiliki arti tempat yang suci, mulia, dan besar.

Namun, Presiden Sukarno baru meresmikan dan melakukan pemancangan tiang pertama pada 17 Juli 1957.

Pada tanggal tersebut ditandai dengan peresmian Monumen/Tugu Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah yang berdiri di Langkai, Jekan Raya, pinggir Sungai Kahayan.

Baca Juga:

Referensi: Palangkaraya.go.id | Kalteng.go.id | "Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1957"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Lantunan Gema 'Takbir' Hari Raya di Lembah Baliem Sebelummnya

Lantunan Gema 'Takbir' Hari Raya di Lembah Baliem

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.