Tren Sepekan: Mata Air Biru Hingga Sabana Menakjubkan di Sumatra

Tren Sepekan: Mata Air Biru Hingga Sabana Menakjubkan di Sumatra
info gambar utama

Kawan GNFI, mulai pekan ini GNFI akan menghadirkan rangkuman artikel populer di media sosial GNFI dalam sepekan terakhir.

Apa saja yang paling populer pekan ini? Yuk kita simak.

Mata Air Biru Bak Blau

Siapa di antara kawan GNFI yang pernah mengunjungi Danau Bak Blau? Jika belum, ada sebuah mata air berwarna biru yang mengalir ke sebuah danau di pulau Enggano, Bengkulu Utara, Bengkulu.

Bak Blau dalam bahasa Enggano berarti mata air berwarna biru. Dikisahkan, destinasi wisata di pulau terluar Indonesia bagian barat itu diyakini masih menyimpan misteri.

Mata air yang berwarna kebiruan itu konon tidak pernah kering sepanjang tahun meski dalam musim kemarau panjang sekali pun. Air di pulau yang berada di tengah Samudra Hindia itu sangat bersih dan jernih.

Mengutip Liputan6, danau Bak Blau berada di Dusun Tiga, Desa Meok, Kecamatan Enggano. Warna kebiruan sangat jelas terlihat di permukaan seluas lebih kurang 500 meter persegi. Meskipun terhubung dengan laut, air danau terasa hambar bahkan cenderung manis.

Untuk tiba di danau ini, kawan GNFI kita bisa berangkat dari pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, dan melintas laut dengan kapal ferry atau kapal perintis selama 14 jam perjalanan. Setibanya di dermaga Malakoni, pulau Enggano, kawan mesti menempuh perjalanan darat selama 30 menit.

Jalan Raya di Purwokerto

Tren selanjutnya adalah sebuah jalan yang memikat bagi siapa saja yang melintasinya. Jalan tersebut adalah jalan raya di daerah Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

Jalan ini cukup menawan dengan latar pemandangan gunung Slamet, terlebih jika hari sedang cerah. Meski terlihat sederhana, namun banyak yang mengabadikan pemandangan ini melalui lensa kamera ponsel.

Jalan ini juga merupakan akses ke beberapa tempat wisata yang banyak digandrungi wisatawan domestik di sekitar Purwokerto.

Nah, sambil melepas lelah, pemandangan ini menjadi salah satu pelipur kepenatan ketika lelah dalam sebuah perjalanan.

Sabana Mangateh

Foto yang kawan GNFI lihat adalah sebuah padang sabana yang terletak di Mangateh, Sumatra Barat, bukan di New Zealand. Padang Mangateh juga sempat dinobatkan sebagai perternakan terbesar se-Asia Tenggara

Padang Mangateh memang dikatakan mirip dengan Desa Hobbiton yang terletak di Matamata, North Island, New Zealand.

Nah, karena hal inilah bagi turis-turis yang rindu akan pemandangan menakjubkan New Zealand, mereka mengobatinya di padang sabana Mangateh.

Untuk lokasi persisnya, padang sabana Mangateh terletak di Jalan Padang Mengatas, Mungo, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

Akhir Kata

Nah kawan, dari beberapa tempat terpopuler versi GNFI, kira-kira lokasi manakah yang bakal kawan GNFI pilih sebagai destinasi wisata pasca pandemi Covid-19?

Baca juga;

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman.

Terima kasih telah membaca sampai di sini