Berkelana dengan Motor, Mereka Tak Lelah Menyuarakan Keindahan Indonesia

Berkelana dengan Motor, Mereka Tak Lelah Menyuarakan Keindahan Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, membicarakan tentang keindahan Indonesia memang tak pernah bertepi. Selalu saja ada hal-hal baru tentang Indonesia yang memukau.

Selain pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang terus mendengungkan keindahan ragam dan budaya Indonesia, nyatanya segelintir orang dengan hobi ekstrem pun tak pernah lelah menyuarakan keindahan Indonesia.

Dari atas motor, para pengelana itu menjelajah dunia untuk menebar informasi betapa Indonesia begitu menakjubkan dengan ragam dan budaya serta alamnya yang elok dan lestari.

Nah, siapa saja mereka? Berikut kami paparkan sebagian di antaranya.

Jeffrey Polnaja

pengelana indonesia
info gambar

Karib dengan panggilan Kang JJ, Jeffrey Polnaja mulai ramai jadi perbincangan kalangan pemotor petualang saat berhasil menyelesaikan misi perdamaiannya dengan mengeliling 97 negara dengan menggunakan motor.

Jarak yang ditempuh untuk menjalankan misinya itu setidaknya mencapai 420.000 kilometer dengan dua etape perjalanan.

Etape pertama yang bertajuk ''Ride For Peace'' dilakukan 2006-2008 dengan melintasi 72 negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Kemudian etape kedua, dilakukan 2012-2015 dengan membelah Eropa, Siberia, Amerika Serikat, kemudian kembali ke Asia.

Lantas, bagaimana ceritanya finalis ajang ‘’Marlboro Adventure Team 1994’’ ini bisa menjelajah dunia? dan dari mana uang untuk ongkos perjalanannya itu?

Kang JJ pernah menceritakannya kepada penulis pada beberapa kesempatan, salah satunya ketika penulis menyambangi kediamannya di daerah Dago, Bandung, Jawa Barat, pada 2009. Berikut hasil obrolan kami saat itu.

Pada 2001, Kang JJ mencetuskan ide keliling dunia dengan mengendarai motor pasca melihat betapa brutalnya insiden World Trade Center (WTC)--11 September 2001--yang dilakukan para teroris. Kebetulan, pada asaat yang sama di Indonesia juga tengah santer isu teroris.

Kemudian tercetus ide untuk mengonfirmasi kepada masyarakat dunia, bahwa Indonsia adalah negara yang damai dan tak pernah terlibat aksi terorisme.

Dari upayanya mendapatkan sponsor perjalanan itu, sebagaian menganggapnya gila, dan misinya mustahil untuk diwujudkan.

Tak patah arang, kang JJ mulai mengumpulkan uang untuk mewujudkan misi dan mimpinya itu. Hingga pada 2006 ia berhasil mengumpulkan uang dan memulai perjalanan keliling dunia dengan ongkos dan motor sendiri.

Bertemu dengan banyak orang sepanjang perjalanannya, Kang JJ menceritakan tentang Indonesia yang jauh dari konflik terorisme. Ia suarakan bahwa Indonesia negara damai dengan kultur dan budaya beragam, serta sopan santun yang menjadi ciri khasnya.

Di beberapa negara konflik seperti Afghanistan, nyatanya kedamaian Indonesia menjadi mimpi warga di sana. Mereka iri dengan Kang JJ yang memiliki negara seindah dan sedamai Indonesia. Dalam setiap kesempatan perjalanannya, Jeffrey selalu menjelaskan tentang Indonesia kepada setiap orang yang bertanya.

Keberhasilan Kang JJ mengelilingi dunia diganjar dengan beberapa penghargaan. Di antaranya dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) pada 2008, dan Rekor Otomotif Indonesia (ROI) di 2019.

Masuk dalam daftar penjelajah terjauh di dunia, babak baru perjalanan Kang JJ adalah menjalankan misinya dalam ekspedisi Equatoride dengan menjelajah kawasan tropis dengan menyambangi 25 negara. Di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Selandia Baru, South Countries, kembali ke South East Asia, dan finish di Indonesia pada 2021.

Mario Iroth

penjelajah indonesia
info gambar

Selanjutnya ada panjelajah yang memutuskan mengabdikan hidupnya dengan petualangan bermotor untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia.

Adalah Mario Iroth, yang pada usianya yang relatif muda (34), telah menjelajahi nyaris semua negara di dunia dengan menggunakan motor.

Dalam perbincangannya dengan penulis pada 2017 di kawasan Bogor dan di TMII pada 2019, Mario menceritakan dengan antusias kilas perjalanannya dan mimpinya di masa depan.

Dari inti pembicaraan itu, Mario mengatakan tak pernah segan membagi cerita kepada dunia tentang kultur dan budaya Indonesia.

"Selain menikmati perjalanan keliling dunia, tentunya saya memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia."

Sosok asal Tomohon, Sulawesi Utara, itu memulai penjelajahan pada 2013 dan telah menyambangi 56 negara di empat benua dengan menempuh jarak total 135.000 km.

Semua berawal dari hobi bertualangnya dengan motor saat masih bekerja pada sebuah perusahaan di Bali pada 2005. Ketika itu ia mulai menyukai petualangan dengan motor ke berbagai daerah di Indonesia.

Lima tahun kemudian (2010), Mario memiliki hobi baru, yaitu berkelanana dengan cara murah ke mancanegara. Saat itu ia keliling Asia Tenggara dengan kendaraan umum.

Kemudian tercetus ide untuk menyatukan antara kedua hobi tersebut, yakni menjelajah ke negara lain dengan menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasinya. Ia lalu mulai mengumpulkan modal dan keberanian.

Pada 2013, Mario memutuskan untuk hengkang dari pekerjaannya dan membawa motornya melintas Asia Tenggara.

Cerita perjalanan Mario terangkum dalam beberapa kanal media sosial yang bertajuk Wheel Story, serta cerita yang terpapar pada laman Wheelstoryadv.

Dalam mencari sponsor perjalananya itu pun Mario menggunakan cara unik, yakni pihak sponsor hanya membayar sebesar Rp5.000 untuk setiap kilometer yang dijelajahinya.

Berikut beberapa perjalanan yang pernah dan sedang dilakoni Mario;

  • 2013 - 7 negara dengan jarak tempuh 19.800 km selama 105 hari,
  • 2014 - 10 negara dengan jarak tempuh 8.123 km selama 180 hari,
  • 2015 - 16 negara dengan jarak tempuh 24.860 km, dengan misi Bandung-Paris,
  • 2016 - Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste
  • 2017 - 65 negara di tiga benua dengan jarak tempuh 60.000 km, dan
  • 2019 - Jelajah benua Amerika hingga Alaska.

Wisnu Guntoro

penjelajah indonesia
info gambar

Para penjelajah selanjutnya ada nama Wisnu Guntoro, atau dikalangan pemotor petualang dikenal dengan panggilan ''Gareng''.

Gareng yang merupakan mantan pemimpin redaksi media daring Dapurpacu.com, memang menyukai petualangan dengan motor.

Tak seperti para penjelajah di atas, Gareng lebih menggemari perjalanan ekstrem dengan menggunakan motor trail atau motor lintas alam (dual purpose) untuk melibas alam-alam eksotis Indonesia.

Misi untuk memperkenalkan keindahan budaya Indonesia, dilakoni pria ini dengan mendirikan komunitas motor Serigala Riders.

Gareng dan kelompoknya kerap menyambangi pelosok daerah dengan menggunakan motor trail. Bahkan tak jarang misinya itu membuka jalan baru untuk komunitas-komunitas penjelajah selanjutnya.

Selain menjelajah pelosok-pelosok pada beberapa wilayah di Indonesia untuk mengeksplorasi keindahannya, Gareng juga terus mengasah nyalinya dengan berpetualang ke destinasi ekstrem.

Salah satunya melakukan perjalanan bermotor ke jalur kendaraan tertinggi di dunia dengan membawa beberapa kawannya dari kalangan pemotor dan pesohor, seperti Darius Sinathrya dan Donna Agnesia dalam ekspedisi ''Himalayan Ridge''.

Misi itu dilakukan pada 2019 ke Khardung La Pass (5.359 mdpl), India, guna melihat dengan jelas gugusan pegunungan Himalaya.

Fuad Sauqi

penjelajah indonesia
info gambar

Meski berprofesi sebagai guru agama dan taekwondo pada salah satu sekolah di kota Kupang, Timor, NTT. Nyatanya darah petualangan Fuad Sauqi tak luntur begitu saja.

Ia rutin menjelajah dengan motor, khususnya di kawasan NTB dan NTT untuk memperkenalkan keindahan Indonesia. Ia dan kelompoknya yang tergabung dalam Asosiasi Bikers Kupang (ASBAK) merasa perlu untuk memotret lestarinya alam Indonesia dan membaginya di media sosial.

Fuad juga beranggapan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal betul pelosok Indonesia secara utuh, termasuk dirinya.

Karena akan hausnya mengenal budaya dan keanekaragaman Indonesia lebih dalam, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, Fuad rutin melakukan perjalanan sendiri maupun bersama kelompoknya saban bulan.

''Indonesia itu indah, Indonesia itu kaya, Indonesia itu lestari. Jika bukan kita yang memperkenalkan kepada dunia, siapa lagi," katanya pada penulis kapan waktu lalu.

Jika Kawan GNFI ingin melihat keindahan Indonesia di bagian timur melalui jalan darat, sambangi saja instagram Fuad Sauqi. Bisa jadi beberapa foto dan destinasi yang dipajang, mejadi rujukan kawan untuk menjelajah ke sana.

Stephen Langitan

Penjelajah indonesia
info gambar

Nama lain yang tercatat sebagai penjelajah motor dengan misi mengenalkan budaya Indonesia adalah Stephen Langitan. Stephen yang merupakan blogger kawakan, memang menyukai industri otomotif, khususnya tentang motor.

Pada 2018, Stephen melakukan perjalanan dengan menempuh 30.000 km dengan motornya dengan tujuan London, Inggris, untuk mengibarkan merah putih di sana tepat pada tanggal 17 Agustus.

Mengusung tema #kibarkanmerahputih, perjalanan yang dimulai pada 25 Maret 2018 itu melintasi 22 negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Myanmar, India, Nepal, Pakistan, Iran, Turki, Yunani, Itali, Vatikan, Monako, Spanyol, Andorra, Perancis, Swiss, Austria, Jerman, Belanda, Belgia, hingga finis di Inggris.

Ada pengalaman unik yang ia ceritakan, yakni ketika tiba provinsi Balochistan, Pakistan, ia dikawal oleh polisi selama enam hari berturut-turut ketika melintasi wilayah konflik.

Selama perjalanan, Stephen mengaku lebih memilih jalur pedesaan ketimbang jalur utama negara. Hal ini ia lakukan dengan alasan ingin membawa sang Merah Putih berkibar di seluruh pelosok dunia.

Lain itu, Stephen juga rutin melakukan perjalanan melintas Indonesia, seperti menjelajah Borneo dan mengelilingi Sulawesi.

Indonesia Eastcapade

Penjelajah Indonesia
info gambar

Berbeda dari barisan pengelana solo di atas, gerombolan berikutnya yang menyuarakan keindahan Indonesia adalah empat orang pemotor yang memiliki misi mengenalkan Indonesia di bagian timur, sembari mengumpulkan data-data pada wilayah yang dilintasi.

Misi tersebut bernama Indonesia Eastcapade yang dimulai pada Mei-Juni 2016 dengan melibatkan Adi Aghoy, Gisella Agripinna, Nicholas Jovica, dan Mustafa Iman.

Masing-masing memegang peran dalam perjalanan tersebut. Adi bertugas sebagai pemimpin perjalanan, Gisel sebagai moderator dari setiap video perjalanan yang dibuat oleh Nico, dan Iman bertugas mengumpulkan data selama perjalanan.

Berkelana dengan perjalanan sejauh 7.300 km non-stop selama kurun 57 hari tentu bukan pekerjaan gampang. Terlebih rute yang dilintasi sebagian masih perawan dan belum populer.

Perjalanan melintasi berbagai pulau di Indonesia itu, seperti Jawa, Madura, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Rote, Timor, Adonara, dan Flores, banyak hal-hal baru yang mereka ceritakan ketika menjelajah kampung adat, rimba perawan, hingga perjalanan laut.

Salah satunya saat menyeberang dari pulau Sumbawa ke pulau Sumba melintasi laut Sawu yang terkenal dalam dan angker hanya dengan menggunakan perahu motor.

Dalam perjalanannya, kolaborasi spontan terjalin antar-komunitas pemotor, pelaku wisata, dan LSM. Seperti dengan komunitas Hardtop di Malang, komunitas motor di Surabaya, Kupang, dan Rote.

Lain itu, aktivitas perjalanan mereka juga mendukung LSM lingkungan hidup, salah satunya Perkumpulan Burung Indonesia di wilayah Sumba dan Flores, yang bertujuan untuk memperkenalkan keanekaragaman hayati tanah NTT kepada seluruh masyarakat.

Mengusung tema perjalanan ''Melihat Indonesia Sedikit Lebih Dekat'', diharapkan perjalanan itu memberikan inspirasi dan pengetahuan masyarakat tentang Indonesia, baik dari sisi kultur dan budaya serta ragam keindahan alam dan fauna yang harus dijaga agar tetap lestari.

Baca juga;

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini