Menyoroti Sifat Raja Sunda Tarusbawa

Menyoroti Sifat Raja Sunda Tarusbawa

Prasasti Ciarunteun © Wikipedia Commons

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sepeninggalan Raja Tarumanagara ke-12 Sri Maharaja Linggawarman, Tarusbawa sebagai pengganti sekaligus menantu Linggawarman memiliki tugas harus mengembalikan kejayaan Kerajaaan Tarumanagara seperti pada masa Raja Punawarman.

Pada masa awal pemerintahan terasa sangat berat, Tarusbawa harus memindahkan ibukota kerajaan dari Sundapura (Bekasi) ke daerah pedalaman dekat Hulu Cipakancilan, yang kemudian dikenal dengan nama Pakuan (Bogor).

Di salah satu tanah, Tarusbawa mendirikan lima keraton, yang bangunannya dan besarnya sama juga posisinya sejajar. Keraton itu masing-masing diberi nama Bima, Punta, Narayana, Madura dan Suradipati.

"Disanalah bekas keraton yang oleh Bujangga Sedamanah diberi nama Sri Kedatuan Bima-Punta–Narayana–Madura-Suradipati. Setelah selesai dibangun lalu diberkati oleh Maharaja Tarusbawa dan Bujangga Sedamanah," dalam Fragment Cerita Parahyangan.

Berita lainnya tercantum dalam Pustaka Nusantara II/3 halaman 204/205; adapun yang mendirikan Pakuan Pajajaran beserta keraton Sang Bima–Punta–Narayana–Madura-Suradipati adalah Maha raja Tarusbawa.

Peta Kekuasaan Tarumanagara | Foto: Wikipedia

Saat itu, Tarumanagara harus rela terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh, karena efek protes dari Wretikandayun sehingga ia menyatakan kemerdekaan Kerajaan Galuh (Kendan) dari kekuasaan Kerajaan Sunda (Tarumanagara).

“Sejak sekarang, kami yang berada diwilayah sebelah timur Citarum tidak lagi tunduk di bawah kekuasaan Tarumanagara. Jadi tidak lagi mengakui Tuan (Pakanira) sebagai ratu. Tetapi hubungan persahabatan diantara kita tidak terputus, bahkan mudah-mudahan menjadi akrab," tulis surat Wretikandayun tercantum dalam Pustaka Nusantara III/1.

Sri Maharaja Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai, ia buktikan dengan tidak ingin ada sengketa dengan Wretikadayun, walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah ketika perang melawan Kerajaan Galuh. Prinsipnya lebih baik memimpin setengah negara tangguh daripada harus memaksakan memimpin satu negara penuh dengan keadaan yang belum tentu.

Jiwa penyabar dan cinta damai yang dimiliki Tarusbawa terus berlanjut, kali ini lebih kompleks, Ia harus sebagai mediator antara kerajaan Sriwijaya dan Kalingga yang kian memanas. Tatkala Raja Sriwijaya, Sri Jayanasa sempat ingin meminang Ratu Shima (Kerajaan Kalingga) namun ditolak.

"Sakit hati atas penyerangan Sriwijaya terhadap Melayu," tulis Koran Sulindo.

Ilustrasi Ratu Shima | Foto: Twitter/shima_kalingga

Melayu Sribuja merupakan kerabat Kalingga mengingat Ratu Shima, menurut sebuah pendapat Sang Ratu dan ibunda Kartikeyasinga (Almarhum suami Ratu Shima) berasal dari wilayah Kerajaan Melayu Sribuja yang beribu kota di Palembang.

Mengantisipasi ancaman Sriwijaya, Kalingga menggandeng Kerajaan Galuh Purba dan menguatkannya menjodohkan anaknya Parwati dengan putra bungsu Raja Galuh Wretikandayun yang bernama Mandiminyak.

Ketegangan antara Sriwijaya dan Kalingga semakin meruncing sehingga keduanya sudah mempersiapkan pasukan dalam jumlah besar. Namun di akhir cerita masih dapat dilerai oleh Sri Maharaja Tarusbawa dari Kerajaan Sunda, sebagai sahabat dan kerabat sehingga Sri Jayanasa mengurungkan niatnya menyerang Kalingga, karena Kalingga adalah kerabat Kerajaan Sunda.

"Jangan timbul kesan gara-gara pinangannya ditolak Sriwijaya harus berperang dengan Kalingga. Jayanasa terpaksa mendengar keberatan Tarusbawa yang notabene adalah saudaranya," mengutip dari Koran Sulindo.

Sebelumnya, Kerajaan Sunda dan Sriwijaya memiliki hubungan sangat mesra, sama-sama sebagai menantu Maharaja Linggawarman. keduanya membuat langkah diplomatik dalam sebuah prasasti yang ditulis dalam dua bahasa, Melayu dan Sunda, jalinan persaudaraan dan persahabatan kemudian dikenal dengan istilah Mitra Pasamayan. Inti isi perjanjiannya, untuk tidak saling menyerang dan harus saling membantu.*

Sumber : Wikipedia | Geni.com | Koran Sulindo

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang67%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Manfaat Tol Laut di Indonesia Sebelummnya

Manfaat Tol Laut di Indonesia

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

DADAN HIDAYAT
@dadanh1042

DADAN HIDAYAT

www.travelingeverydays.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.