Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Pelabuhan Pekalongan, Jawa Tengah, pada tahun 1911. © KITLV

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Selain sebagai kota produsen batik, kota Pekalongan, Jawa Tengah, juga dikenal sebagai kota pesisir dengan salah satu pelabuhan terbesar di Pulau Jawa.

Pelabuhan Pekalongan dibuka secara resmi pada 31 Mei 1859 dengan status pelabuhan menengah.

Aktivitas niaganya sendiri mulai dilakukan sehari setelahnya atau pada 1 Juni 1859.

Sampai tahun 1877, ekspor melalui Pelabuhan Pekalongan menunjukkan peningkatan.

Sebagai contoh, dari 1 Juni 1869 hingga akhir 1863, Pelabuhan Pekalongan telah mengekspor kopi dan gula senilai 2.392.332 gulden ke Belanda.

Tak sampai di situ, sebanyak 176.886 gulden diekspor ke Australia dan Cina dalam bentuk kopi, gula, dan teh dengan jumlah yang kecil.

Pelabuhan Pekalongan sekitar abad ke-19.
Pelabuhan Pekalongan sekitar abad ke-19. Sumber: Tropenmuseum

Pada tahun 1924, status Pelabuhan Pekalongan menjadi pelabuhan kecil karena dalam beberapa tahun belakangan adanya penurunan ekspor.

Ketika tentara Jepang masuk ke Indonesia, Gyomin Dojo (latihan perikanan) diterapkan pada warga pesisir Pekalongan.

Tujuan dari Gyomin Dojo adalah agar warga menurut kemauan didirikannya Jawa Seinendan di mana mereka harus disuruh mengabdikan diri pada masing-masing pekerjaan sekaligus pembela tanah air terutama pembela wilayah pantai.

Setelah Indonesia merdeka, Pelabuhan Pekalongan kurang diperhatikan, lebih didominasi untuk kegiatan nelayan.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Daerah Kotamadya Pekalongan untuk mengembangkan Pelabuhan Pekalongan sebagai pelabuhan perikanan pada 1974.

Empat tahun kemudian, derdasarkan SK Menteri Pertanian No.310/Kpts/5/1978 tanggal 25 Mei 1978, pelabuhan perikanan itu resmi menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP).

Terdapat tiga lembaga pemerintah yang mengelola pemerintah yang mengelola, yaitu Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Perusahaan Umum (Perum), dan Dinas Pertanian dan Kelautan (DPPK).

Sea World mini yang dikelola PPN Pekalongan.
Sea World mini di Wisata Bahari yang dikelola PPN Pekalongan. Sumber: Tourism.Pekalongankota.go.id

Untuk, PPN Pekalongan mereka memiliki lokasi wisata, yaitu Wisata Bahari PPN Pekalongan yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum.

Wahana yang dapat dijumpai di Wisata Bahari PPN Pekalongan antara lain adalah; Taman Bermain Anak, Wahana Edukasi Air, Gardu Pandang berbentuk Jetty, Sea World mini, dan gazebo untuk tempat pengunjung beristirahat dan menikmati pemandangan lalu lintas kapal masuk dan keluar pelabuhan.

Untuk operasional harian, proses pelelangan ikan masih dapat dijumpai di pelabuhan perikanan dengan tipe Nusantara di PPN Pekalongan.

Proses pelalangan ikan dilakukan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) sekitar pukul 07.00 - 11.00 WIB.

Baca Juga:


Referensi: Pipp.Djpt.Kkp.go.id | Pekalongankota.go.id | Susanto Zuhdi, "Cilacap (1830-1942): Bangkit dan Runtuhnya Suatu Pelabuhan di Jawa" | Chusnul Hayati, "Pengaruh Kemaritiman Pada Dunia Batik Pekalongan" | Cahyantama Dwi Rianto, Amiek Soemarmi & Indarja, "Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kota Pekalongan"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kisah Traveler Mobil Asal Spanyol yang ‘Terdampar’ di Bali Akibat Pandemi Sebelummnya

Kisah Traveler Mobil Asal Spanyol yang ‘Terdampar’ di Bali Akibat Pandemi

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.