Sejarah Hari Ini (8 Juni 2000) - Tabloid Soccer Ramaikan Kabar Sepak Bola

Sejarah Hari Ini (8 Juni 2000) - Tabloid Soccer Ramaikan Kabar Sepak Bola
info gambar utama

Internet baru masuk di Indonesia pada 1990-an, tetapi tentu saja penggunanya tidak seramai orang-orang pada abad 21.

Untuk mencari kabar berita, khususnya sepak bola, orang-orang pada masa itu akan menggali informasi di media cetak.

Media cetak di Indonesia yang populer memberitakan sepak bola kala itu ialah tabloid Bola yang sudah diedarkan penerbit Kompas Gramedia sejak 1984.

Namun seiring perkembangan zaman dan adanya segmentasi pembaca, Bola memiliki pesaing salah satunya tabloid Soccer.

Jika Bola juga mengabarkan berita olahraga lain di luar sepak bola, Soccer menyajikan berita khusus mengenai dunia sepak bola dan futsal saja.

Tampilan rubrik dalam tabloid Soccer.
info gambar

Tabloid Soccer yang juga diterbitkan Kompas Gramedia awalnya berbentuk majalah bernama Hai Soccer yang diluncurkan pada Januari 1998.

Pada 8 Juni 2000, Hai Soccer kemudian menjadi tabloid dan biasa beredar setiap hari Kamis dan menjadi Senin dan Kamis setiap pekannya.

Bola masih merajai media cetak olahraga di Indonesia dengan pesaing selain Soccer yaitu GO (Gema Olahraga), TopSkor, Total Sport, Libero, Skor, dll.

Namun, Soccer dianggap menjadi kompetitor terdekat meskipun pangsa pasarnya berbeda dengan Bola.

''Yang beli Bola itu umumnya orang dewasa, orang sudah kerja, atau anak kuliahan. Kalau Soccer itu yang beli anak-anak SMA dan SMP,'' kata Winarto, penjual koran di Kota Sragen yang menjadi narasumber pada buku Merayakan Sepakbola: Fans, Identitas, dan Media Edisi 2 karya Fajar Junaedi.

Soccer memang dinilai menarik hati pembaca muda karena setiap kali terbit memberikan bonus berupa poster atau sesekali stiker pada edisi khusus.

Komik Soccer Bloopers yang biasa muncul di dalam Tabloid Soccer.
info gambar

Terdapat rubrik andalan pada Soccer, contohnya Rising Star yang mengulas pemain-pemain muda berbakat dan Playmaker yang memaparkan profil pemain bintang disertai karikatur sang pemain.

Media cetak tidak bisa lepas dengan komik strip untuk menghibur pembaca.

Bila Bola punya Si Gundul, Soccer berusaha menggelitik humor pembaca dengan Soccer Bloopers.

Tabloid Soccer undur diri pada 2014.
info gambar

Demi menghadapi tantangan zaman pada era internet, dibuatlah kanal berita sepak bola Duniasoccer.com pada 8 Maret 2008.

Meskipun sudah ada kanal internet, Soccer tetap menyajikan bacaan dalam bentuk tabloid bagi pembaca setianya.

Hanya saja melihat anak-anak muda yang sudah melek teknologi yang berimbas menurunnya oplah dari segi bisnis membuat tabloid Soccer berhenti terbit pada 9 Oktober 2014.

''Akhir kata, terima kasih kepada para Soccer mania yang selama ini setia mendampingi kami. Ibarat suporter, Anda menjadi penyemangat kami. Mohon maaf atas semua kesalahan yang pernah kami lakukan. "Pertandingan" memang telah berakhir,'' tulis redaksi Soccer dalam akun medsosnya.

Baca Juga:

Referensi: Facebook.com/@DuniaSoccer | Fajar Junaedi, "Merayakan Sepakbola: Fans, Identitas, dan Media (Edisi 2)"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini