Pameran Virtual Seniman Disabilitas

Pameran Virtual Seniman Disabilitas

Big City at Night karya Anfield Wibowo. Bersama sejumlah seniman disabilitas dari tujuh kota di Indonesia, Anfield akan ikut berpameran daring dalam Peace in Chaos © Anfield Wibowo

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

10 seniman disabilitas di 7 kota Indonesia akan menyelenggarakan pameran bersama secara daring. Pameran ini bertajuk "Peace in Chaos", yang akan digelar 11 Juni 2020 mendatang.

Media sosial seperti Youtube, Instagram, dan Facebook akan dijadikan kanal untuk memamerkan karya kepada publik.

Para apresiator yang tertarik mengoleksi karya-karya dalam pameran tersebut atau ingin berdonasi dapat menghubungi admin akun media sosial Peace in Chaos.

’’Pameran virtual Peace in Chaos juga melibatkan seniman musik disabilitas Nubuat Muhammad Maghribi,’’ kata Sukri Budhi Dharma, koordinator pameran Peace in Chaos dikutip dari lansiran JawaPos.

Karya Nubuat akan menjadi musik latar yang mengiringi apresiator menikmati karya-karya para seniman disabilitas di pameran ini.

Menurutnya, pameran Peace in Chaos adalah upaya menjaga asa para seniman disabilitas yang turut terdampak oleh pandemi Covid-19.

’’Akhir 2019 lalu kami sudah mulai merencanakan pameran bersama ini. Tentu saja rencana itu berupa pameran di ruang pamer sebagaimana lazimnya,’’ ujar Sukri dikutip dari lansiran JawaPos. Namun, setelah Korona menerjang, rencana tersebut mau tak mau harus bergeser ke jalur daring.

Pameran ini menyajikan karya Agus Yusuf (Madiun), Anfield Wibowo (Jakarta), Bagaskara Maharastu (Yogyakarta), Lala Nurlala (Bandung), Laksmayshita Khanza (Yogyakarta), M. Yusuf Ahda (Lampung), Rofita Rahayu (Yogyakarta), Wiji Astuti (Yogyakarta), Winda Karunadhita (Bali), dan Yuni Darlena (Bengkulu). Jajang Kawentar dipercaya menjadi kurator pameran ini.

"Tantangan demi tantangan dihadapi dalam proses persiapan pameran virtual. Salah satunya teknis pameran yang tidak biasa dilakukan oleh peserta pameran," ujar Sukri dikutip dari lansiran Pojok Seni.

Sukri menjelaskan bahwa tim audio visual, juga berjibaku membuat tayangan inklusif, sehingga pameran dapat diakses oleh semua penikmat seni tanpa terkecuali difabel dengan beragam kebutuhan yang menyertai.

"Catatan yang tidak kalah penting, pameran dapat terwujud berkat sikap team work seluruh peserta dan team. Kerja keras, teguh pada prinsip, tak lelah melahirkan ide dan gagasan, menemukan solusi atas setiap persoalan yang timbul," terang Sukri dikutip dari lansiran Pojok Seni

Dari berbagai catatan proses yang ada, tersemat harapan positif. Semangat mengawali pameran hingga proses yang dilalui, dapat terus hidup dalam diri para seniman dan seluruh team.

Selanjutnya dapat direplikasi oleh siapa saja, di mana saja, sehingga paska pendemi, berkarya dan berkreasi menjadi kebutuhan bukan beban.

Tidak berlebihan jika dikatakan pameran Virtual Peace In Chaos adalah pameran senirupa yang sangat spesial, pameran yang tetap menjaga asa dan berdamai dalam kondisi pandemi.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Gurita Terdalam Dunia Ada di Palung Jawa Sebelummnya

Gurita Terdalam Dunia Ada di Palung Jawa

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.