Sejarah Hari Ini (14 Juni 1987) - Ruud Gullit Kesal PSV Ditahan Imbang Timnas Indonesia

Sejarah Hari Ini (14 Juni 1987) - Ruud Gullit Kesal PSV Ditahan Imbang Timnas Indonesia

PSV melawan Indonesia di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 14 Juni 1987. Tampak foto pemain bintang PSV, Ruud Gullit, menghiasi bagian depan tiket. © Instagram/@kamustimnas

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Klub divisi utama Liga Belanda, PSV Eindhoven, bertamu ke Indonesia pada Juni 1987.

Ini merupakan lawatan kedua juara Liga Belanda musim 1986-1987 tersebut ke Indonesia.

Pada 1971, klub berjulukan The Rood-Witten (Merah-Putih) juga pernah melakukan tur pramusim dengan melawan klub lokal.

Saat itu PSV yang diperkuat Guus Hiddink menjajal kekuatan PSMS Medan di Stadion Teladan, Medan, pada 14 Juni 1971.

PSMS sanggup memberikan perlawanan walaupun akhirnya tunduk 0-4 di mana salah satu gol dicetak Hiddink.

Artikel koran Belanda mengabarkan laga PSV Eindhoven versus PSMS Medan pada 14 Juni 1971.
Artikel koran Belanda mengabarkan laga PSV Eindhoven versus PSMS Medan yang digelar pada 14 Juni 1971. Sumber: De Tijd

Dalam lawatan kedua kalinya itu, PSV kemudian menjajal kekuatan Persib Bandung pada tanggal 11 Juni.

PSV saat itu tergolong kuat, karena diperkuat bintang timnas Belanda berdarah Suriname, Ruud Gullit.

Selain Gullit, juga ada kompatriotnya Ronald Koeman dan bek jagoan timnas Belgia, Eric Gerets.

Beda kelas, Persib pun tidak mampu berbicara banyak karena PSV sanggup bermain dominan dan menang enam gol tanpa balas.

Tiga hari berikutnya atau pada 14 Juni 1987, Timnas Indonesia Pra Olimpiade (PSSI A) mendapatkan kesempatan bertanding melawan Gullit cs di Stadion Utama Senayan (sekarang bernama Stadion Utama Gelora Bung Karno/SUGBK), Jakarta.

Saat itu Timnas Indonesia memang sedang melakukan persiapan sebelum menghadapi Jepang di Kualifikasi Olimpiade 1988 yang akan berlangsung di Seoul, Korea Selatan.

Timnas Indonesia racikan pelatih Bertje Matulapelwa mengisi skuadnya dengan nama beken seperti Rully Nere, Ribut Waidi, dan Ricky Yacobi.

Ricky Yacobi saat menjadi salah satu pilar timnas Indonesia ketika menjuarai cabang olahraga sepak bola pada Sea Games 1987.
Ricky Yacobi saat membawa timnas Indonesia meraih emas dalam cabang olahraga sepak bola pada Sea Games 1987. Sumber: Imgrum.org

Tak dinyana, Timnas Indonesia mampu memberi perlawanan ketat PSV yang juga diisi pemain berkualitas

Bahkan Timnas Indonesia mampu unggul terlebih dulu lewat gol Ricky Yacobi dan mencetak gol kedua sebelum turun minum lewat bek kiri Jaya Hartono.

Potret Ruud Gullit ketika membela timnas Belanda pada Oktober 1987.
Potret Ruud Gullit ketika membela timnas Belanda saat berhadapan dengan Polandia pada Oktober 1987. Sumber: Provinciale Zeeuwse Courant

PSV tidak mau malu, pada babak kedua mereka meningkatkan serangan dan berbalik unggul 3-2.

Namun Ricky Yacobi kembali mencetak gol lagi lewat sepakan titik putih pada menit 82' yang membuat skor imbang menjadi 3-3 dan bertahan hingga peluit akhir pertandingan.

Disebutkan dalam buku kronik sejarah Stadion Utama Gelora Bung Karno, Gullit tampak kesal PSV ditahan imbang timnas Indonesia.

"Dalam pertandingan eksibisi melawan PSSI A di Stadion Utama, Gullit nampak kesal karena berhasil ditahan oleh para pemain kita dengan skor 3-3," tulis buku Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno yang disusun oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tersebut.

Baca Juga:


Referensi: De Tijd | KONI, "Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih50%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Frans Kaisiepo, Pemersatu Bumi Cendrawasih ke Pangkuan NKRI Sebelummnya

Frans Kaisiepo, Pemersatu Bumi Cendrawasih ke Pangkuan NKRI

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia Selanjutnya

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.