Sejarah Hari Ini (16 Juni 1983) - Ketika Arsenal Kalah 0-2 di Surabaya

Sejarah Hari Ini (16 Juni 1983) - Ketika Arsenal Kalah 0-2 di Surabaya
info gambar utama

Klub Liga Inggris, Arsenal, menjalani tur pra musim di Indonesia pada 1983.

Arsenal dulu tidak sementereng sekarang, pamornya masih kalah dari Liverpool, Nottingham Forest dan juga Aston Villa yang kala itu diperkuat Peter Withe yang kelak melatih timnas Indonesia.

Namun, pemain Arsenal besutan pelatih Terry Neill jelas lebih kenyang pengalaman dibandingkan pemain Indonesia.

Hal itu bisa dilihat dalam dua dari tiga laganya di mana mereka sukses menuai kemenangan 3-0 atas PSMS Medan di Medan dan 5-0 ketika berhadapan dengan PSSI Selection di Jakarta.

Pada laga ketiganya, Arsenal bertolak ke Surabaya, Jawa Timur, untuk berhadapan dengan NIAC Mitra.

Pemain Arsenal dan NIAC Mitra berpose bersama sebelum bertanding.
info gambar

Saat itu NIAC Mitra yang dibentuk pengusaha berdarah Tionghoa-Manado, Agustinus Wenas, usianya terhitung baru seumur jagung, yakni empat tahun.

Meskipun tergolong kesebelasan baru, NIAC Mitra sudah mencatatkan prestasi dengan menjuarai kompetisi Galatama pada 1982 dan 1983.

Fan sepak bola di Surabaya saat itu pun menaruh perhatian pada NIAC Mitra berhubung tim tersebut diisi pemain-pemain top sebut saja I Wayan Diana, Rudy Keltjes, Joko Malis, M. Zein "Mamak" Al Haddad, dan dua pilar asing asal Singapura, Fandi Ahmad dan David Lee.

Pada 16 Juni 1983, Arsenal hadir di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, untuk menantang NIAC Mitra.

Arsenal ketika itu diperkuat sejumlah pemain terbaiknya seperti David O’Leary, Pat Jennings, Kenny Sansom, Brian Talbot, Alan Sunderland, dan Graham Rix.

Di luar dugaan, tim berjulukan The Gunners tunduk dengan skor akhir 0-2.

Gol dicetak oleh Fandi Ahmad pada menit 37' dan Joko Malis lima menit sebelum laga bubar.

Pemain NIAC Mitra berkeliling lapangan seusai menundukkan Arsenal dengan skor 2-0.
info gambar

"Kami mengalami kekalahan 2-0 (pada laga terakhir) dan saat itu kami sudah kelelahan, tidak karuan setelah menjalani musim yang panjang. Mungkin terlalu sering terkena sinar matahari (di Indonesia) untuk kami!" kata Neill mencoba menerangkan kekalahan yang dirasakan timnya kala itu, dikutip GNFI dari laman resmi Arsenal.

Tidak jauh berbeda dengan Neill, kapten NIAC Mitra saat itu, Wayan Diana, mengaku peran cuaca cukup besar dari kekalahan yang diderita Arsenal.

“Kami lihat para pemain Arsenal tak siap main siang. Dikit-dikit mereka minum karena tak kuat panas,” ujar Wayan Diana.

Baca Juga:


Referensi: Arsenal.com | Arief Natakusumah, "Drama Itu Bernama Sepak Bola" | Dhahana Adi, "Surabaya Punya Cerita: Vol. 1"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini