Telusuri Sumberdaya Perikanan di Pasar Ikan Muara Angke

Telusuri Sumberdaya Perikanan di Pasar Ikan Muara Angke

Pasar Ikan Muara Angke © Foto: Dok Pribadi

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sumberdaya perikanan merupakan hal dalam bidang perikanan yang memiliki nilai ekonomis bagi manusia. Sumberdaya perikanan tersebut biasanya dijual-belikan pada pasar-pasar di suatu daerah, hingga berskala internasional.

Nilai ekonomis yang dapat diperoleh tersebut cukup beragam, mulai dari ribuan hingga jutaan rupiah. Oleh karena itu, sumberdaya perikanan sampai saat ini masih menjadi salah satu bidang yang ditekuni masyarakat dalam melakukan pekerjaan. Contoh sumberdaya perikanan yang biasa ditemukan dalam kehidupan ialan ikan, udang, kerang, lobster, hingga rumput laut.

Namun, perlu diingat bahwa sumberdaya perikanan juga ada yang harus dilindungi keberadaannya karena sudah dikategorikan sebagai biota yang langka, ataupun terancam punah.

Maka dari itu, pemanfaatnnya pun juga harus dibatasi agar kelestarian biota tersebut tetap terjaga. Nah, untuk mengetahui lebih dalam mengenai sumberdaya perikanan tersebut, yuk telusuri Pasar Ikan Muara Angke.

Penelusuran tersebut dilakukan oleh sekelompok mahasiswa dari departemen Manajemen Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University. Penelusuran dilakukan untuk mencari sampel ikan yang digunakan untuk penelitian.

Pasar Ikan Muara Angke terletak di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, tepatnya di sebelah utara teluk Jakarta yang bersambungan langsung dengan Laut Jawa. Perjalananan ke sana memakan waktu hingga 1 jam dari Bogor dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Saat memasuki wilayah pasar Muara Angke ini, Kawan GNFI harus membayar tiket masuk kendaraan sebesar Rp4.000, itu pun belum termasuk dengan biaya parkir.

Setibanya di sana, Kawan GNFI akan disambut dengan kapal-kapal nelayan yang bersandar dengan jumlah banyak. Selain itu, bau amis yang khas pun terkadang muncul sebagai pertanda dari ikan-ikan yang dijual di sana.

Setelah memasuki kawasan Pasar Muara Angke, Kawan GNFI akan melihat banyak orang-orang yang beraktivitas di pasar tersebut. Mulai dari pedagang ikan, pembeli ikan, hingga pemborong ikan pun ada.

Menurut salah satu pedagang, Pasar Muara Angke biasanya akan ramai sejak pukul 19.00-04.00 WIB. Sementara di waktu siang, pasar tetap buka melayani pembeli namun tidak seramai waktu malam hingga pagi.

Ikan-ikan yang dipasarkan di sana umumnya merupakan ikan laut yang dapat dikonsumsi, serta memiliki nilai ekonomis yang beragam. Namun, Kawan GNFI juga dapat menemukan ikan air tawar, kerang-kerangan, cumi-cumian, hingga lobster.

Ikan kerapu yang dibeli dari pasar Ikan Muara Angke | Foto: Dok. Pribadi
Ikan kerapu yang dibeli dari pasar Ikan Muara Angke | Foto: Dok. Pribadi

Ikan laut yang dapat Kawan GNFI temukan di sini sangat beragam. Mulai dari kelompok ikan demersal hingga ikan pelagis. Contoh kelompok ikan demersal yang dapat ditemukan adalah ikan kerapu dan ikan kakap, sementara pada ikan pelagis ialah ikan tongkol, ikan cakalang, dan ikan tuna mata besar.

Ada pula ikan air tawar yang dapat ditemukan berupa ikan lele, ikan mujair, hingga ikan gurame. Selain itu, ditemukan juga kelompok kerang-kerangan, seperti kerang tiram, kerang darah, kerang bambu, hingga kerang hijau.

Kawan GNFI juga dapat menemukan cumi-cumian hingga lobster dengan jenis-jenis yang beragam, serta dapat ditemukan juga jenis-jenis sumberdaya perikanan lainnya.

Harga yang dijual di pasar ini cukup beragam. Misalnya ketika mencari ikan kakap putih, ternyata yang dijual mulai dari Rp60.000 hingga Rp30.000 per kilogramnya. Sementara pada ikan kerapu harganya dari Rp60.000 hingga Rp25.000 per kilogramnya. Ada pula lobster dengan harga Rp60.000 per kilogramnya, dan ikan ayam-ayam Rp20.000 per kilogramnya.

Harga yang cukup beragam serta menurut beberapa pedagang di sana, pasar itu merupakan pasar yang termasuk murah diantara pasar ikan lainnya. Oleh karena itu, Kawan GNFI akan menemukan banyak pemborong yang akan menjual kembali ikan-ikan di tokonya masing-masing.

Selain itu, tidak jarang juga banyak para konsumen yang akan mengadakan acara besar, seperti pernikahan atau pesta untuk membeli ikan di sini.

Kondisi ikan di pasar ini rata-rata dijual dalam kondisi segar, terlebih jika Kawan GNFI berkunjung pada pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Pada waktu tersebut adalah waktu ikan baru didaratkan dari kapal nelayan untuk dijual kembali.

Jika Kawan GNFI berkunjung ke sana dan akan membeli banyak ikan, jangan khawatir untuk membawanya. Di sekitar pasar banyak pedagang yang menjual box styrofoam, cooler box, hingga es balok, serta garam agar ikan yang dibeli tetap dalam kondisi segar dibawa ke rumah.

Beragamnya sumberdaya perikanan yang dijual di sana sangat cocok bagi Kawan GNFI yang sedang mencari ikan dengan harga yang murah. Selain karena ikan merupakan salah satu jenis makanan yang bergizi, ikan juga mengandung protein yang baik bagi kesehatan tubuh.

Bagaimana, apakah Kawan GNFI mulai tertarik mengunjungi pasar ini?*

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih17%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Dinomyrmex gigas, Semut Jumbo Penghuni Hutan Jawa, Sumatra, dan Kalimantan Sebelummnya

Dinomyrmex gigas, Semut Jumbo Penghuni Hutan Jawa, Sumatra, dan Kalimantan

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Jauhar Zainalarifin
@jauhar_zarifin

Jauhar Zainalarifin

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.