Tingkatkan Strategi Bisnis dengan Tiga Perspektif Pemasaran

Tingkatkan Strategi Bisnis dengan Tiga Perspektif Pemasaran

Ilustrasi © Unsplash/kaleidico

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Dalam memulai bisnis, penting bagi kita untuk melakukan strategi pemasaran yang benar dan tepat agar nantinya tujuan dalam bisnis bisa tercapai. Maka dari itu, meningkatkan dan mengembangkan strategi dalam bisnis harus selalu dilakukan.

Berbicara tentang bisnis, Kelas GNFI ke-15 kembali mengangkat tema tersebut pada Kamis (11/6) lalu, tepatnya bertajuk “How to Improve Your Business Development Strategy” bersama Sarita Sutedja selaku Co Founder Foodizz dan Founder Upnormal Coffee dan Bakso Boedjangan.

Poster Kelas GNFI ke-15 | Foto: GNFI

Pada sesi awal, Sarita memaparkan ada tiga perspektif pemasaran yang bisa diterapkan untuk mengembangkan strategi bisnis. Mulai dari understanding business landscape, menciptakan strategi pemasaran, serta membuat program pemasaran dan proses eksekusi.

Sebelum memulai memetakan business landscape, penting untuk mengetahui terlebih dahulu objektif pemasaran dan tujuan bisnis mau seperti apa. Kondisi tersebut akan membawa kita ke satu titik yang kita inginkan dalm bisnis.

Ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui objektif pemasaran, yaitu menciptakan brand value, menciptakan omset, dan mempertahankan market share yang ada.

Contoh dari objektif pemasaran, ketika ada yang menyebut kata “bakso” top of mind kita sebagai konsumen akan berpikir brand apa yang memproduksi bakso.

Untuk lebih jelas mengenai tiga perspektif pemasaran di atas, berikut paparannya.

Undestanding Business landscape

Perspektif ini merupakan proses pemetaan bisnis dengan pendekatan empat elemen menggunakan analisis 4C dari Markplus, yaitu change, competitor, customer, dan company.

Kenapa harus 4C dahulu? Dengan begitu, strategi pemasaran apapun yang kita susun akan jauh lebih fokus, detail, dan relevan. Tak hanya itu, biaya dan alokasi sumber daya juga akan lebih efisien, serta bisa menopan dalam jangka panjang.

Pertama, change. Satu elemen yang justru paling besar meliputi teknologi, situasi ekonomi, sosial budaya, dan ekonomi. Contohnya dari segi teknologi, saat ini pasti semua orang sudah memiliki e-wallet. Artinya orang-orang sudah tidak menggunakan uang fisik.

Dengan begitu, tentu si pemiliki bisnis harus menerima pembayaran dengan berbagai jenis e-wallet. Jika tidak punya, tentu akan kehilangan omset. Hal tersebut harus diantisipasi oleh pemilik bisnis.

Kedua, competitor. Ada tiga jenis competitor, yaitu direct, indirect, dan potential. Direct adalah competitor yang head to head, seperti contohnya sesama penjual ayam. Indirect competitor bisa dikatakan dalam memperebutkan wallet share, misalnya ada orang di dompetnya hanya memiliki uang Rp50,000. Uang itu nantinya akan digunakan untuk memilih antara dua brand, membeli pizza atau steak. Nah, kedua brand tersebut secara tidak langsung akan bersaing.

Lalu ada potential competitor. Di masa sekarang belum tentu menjadi competitor, tapi di masa mendatang bisa jadi akan menjadi competitor. Misalnya ada penjual masker dan penjual pakaian. Di masa Covid-19 seperti sekarang, penjual pakaian itu juga menjual masker. Maka, keduanya menjadi bersaing dalam menjual masker.

Ketiga, customer. Ada tiga pemetaan, yakni existing, new, dan potential. Jika kita sudah punya karakteristik customer, maka perlakuan kita terhadap tiap customer tentu akan berbeda. Kalau sudah memiliki customer, maka tugas marketing ialah membuat customer datang lebih sering, belanja lebih banyak, dan mau merekomendasikan brand kita ke orang lain.

Keempat, company. Aset dalam berbisnis ada tangible yaitu sesuatu yang terlihat seperti Gedung, mesin, dan alat lainnya. Kemudian intangible, penyebarluasan brand, dan terakhir organization capabilities yang akan jauh lebih mudah jika tim sudah memiliki keahlian di bidang masing-masing dibanding harus diajari dari awal.

Menciptakan Strategi Pemasaran

Tiga elemen besar strategy marketing | Foto: PPT Sarita

Dalam menciptakan strategi pemasaran, terdiri dari tiga elemen besar, yaitu strategi (segmentation, targeting, dan positioning), taktik (marketing mix, differentiation, dan selling), dan value (brand, service, dan process).

Fungsi ketiganya tentu berbeda. Strategi adalah bagaimana caranya memenangkan mind share, taktik ialah bagaimana memenangkan market share, dan value bagaimana memenangkan heart share.

Membuat Program Pemasaran dan Eksekusi

Setelah dua langkah di atas sudah dirumuskan, barulah membuat program pemasaran dan proses eksekusi. Ketika membuat rencana ini, tetap berdasarkan pada rumusan awal.

Dalam membuat program, bisa dengan cara promosi, membuat acara, kampanye, dan sebagainya sesuai target market bisnis kita. Ada pula kalender pemasaran yang menargetkan program di setiap bulannya dan harus selesai sesuai timeline.

Selain itu, dalam eksekusi, penting untuk membangun tim untuk berbagi tugas. Pikirkan juga aturan key performance indicator (KPI) berdasarkan jam kerja, hasil kerja, dan sebagainya. Tentu KPI juga masih bisa direvisi.

“Tidak ada manusia yang seperti superman, enggak akan ada orang yang bisa mengerjakan semua hal. Bentuklah tim,” kata Sarita.

Di akhir sesi, Sarita juga menambahkan jika ingin menjadi pebisnis dengan bisnis apapun, jangan pernah berhenti belajar, yakin dengan apa yang sedang dijalani, dan membuat perencanaan di awal.

Bagi Kawan GNFI yang belum sempat mengikuti Kelas GNFI kali ini, kalian bisa mendengarkan ulasan secara lengkapnya di podcast Good Voice Episode 26. (des)

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Terus Belajar, Kunci Hidup Sukses Helmy Yahya Sebelummnya

Terus Belajar, Kunci Hidup Sukses Helmy Yahya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Kawan GNFI Official
@kawangnfi

Kawan GNFI Official

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.