Tren Sepekan: Pesona Dieng hingga Danau Tertinggi Se-Asia Tenggara

Tren Sepekan: Pesona Dieng hingga Danau Tertinggi Se-Asia Tenggara

Kabut pagi di dataran tinggi Dienga Plateau | Shutterstock @jeimifa

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI, tren media sosial GNFI kurun sepekan kali ini lebih menyoroti soal keelokan alam Indonesia yang terkenal di dunia.

Mulai dari dataran tinggi terdingin di pulau Jawa, Dieng, hingga fakta danau tertinggi di Asia Tenggara yang terletak di Jambi.

Berikut ulasannya.

Pesona Dieng yang selalu elok

Dieng Plateau atau dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, adalah salah satu tempat yang memiliki situs bersejarah paling terkenal di Indonesia.

Dieng Plateau terletak pada ketinggian 2.000 mdpl dan menjadi dataran tinggi terluas di dunia setelah Nepal di India. Sekitar akhir abad ke 19, sudah banyak wisatawan berkunjung dan berwisata ke Dieng Plateau terutama Bangsa Belanda.

Sejak ratusan tahun lalu Dieng dikenal memiliki banyak tempat-tempat wisata yang menakjubkan untuk ditelusuri. Barisan pegunungan yang gagah, kawah-kawah vulkanik, gua-gua alam, hingga candi-candi yang penuh kisah sejarah serta beberapa danau alami dan air terjun alami merupakan suguhan tak terlupakan yang akan dinikmati pengunjung ketika bertandang ke Dieng.

Kawasan ini secara umum diapit oleh dua Kabupaten, yakni Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Obyek wisata di wilayah ini juga selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pengunjung yang datang ke Dieng rata-rata ingin menikmati obyek wisata maupun turut hadir dalam pelaksanaan tradisi keagamaan yang diselenggarakan oleh masyarakat Dieng.

Udara yang sejuk, pertanian luas, pegunungan yang indah, danau yang alami serta budaya dan kuliner yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Sejak dahulu Dieng Plateau sudah menjadi tujuan utama untuk berwisata bagi para peziarah, selain karena memiliki sejarah yang cukup banyak, hal ini dikarenakan Dieng memiliki lahan yang luas dan menantang bagi para peniliti.

Dieng memeiliki makna dari kata Sansekerta, diyang, atau dihiyang, yang maknanya dataran tinggi yang terbentuk akibat letusan-letusan gunung berapi di sekitar.

Menyesap hembusan angin di Danau Tujuh

Indonesia patut berbangga karena memiliki danau dengan kaldera tertinggi se-Asia Tenggara yang sudah mendunia. Meskipun sudah mendunia namun masih banyak yang tidak mengetahui keberadaanya.

Adalah Danau Gunung Tujuh dinobatkan sebagai danau tertinggi yang ada di Asia Tenggara, lokasi tersebut juga masuk dalam situs warisan dunia UNESCO.

Penduduk sekitar danau yang berada pada ketinggian 1.983 mdpl, banyak yang berprofesi sebagai nelayan dan memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat mencari ikan.

Secara geografis, Danau Gunung Tujuh dikelilingi oleh tujuh gunung, yakni gunung Hulu Tebo, gunung Madura Besi, gunung Selasih, gunung Jar Panggang, gunung Lumut, gunung Hulu Sangir, dan gunung Tujuh.

Untuk menikmati keindahan Danau Gunung Tujuh yang berada di belakang Gunung Kerinci, dibutuhkan waktu 2-3 jam perjalanan dari gerbang Taman Nasional (TN) Kerinci Seblat.

Surabaya, soal simbol hingga sejarah

Nama Surabaya, sesuai dengan etimologinya, berasal dari kata Sura atau Suro dan Baya atau Boyo, dalam bahasa Jawa. Suro adalah jenis ikan hiu, sedang Boyo adalah istilah bahasa Jawa untuk buaya.

Menurut mitos, dua hewan ini adalah binatang paling kuat yang juga menjadi simbol kota Surabaya sampai saat ini. Pendapat lain mengatakan, bahwa nama Surabaya juga diambil dari istilah Sura Ing Baya, yang berarti "berani menghadapi bahaya".

Surabaya merupakan pelabuhan utama dan pusat perdagangan komersial di wilayah timur Indonesia, dan saat ini menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara.

Bersama dengan Lamongan di barat laut, Gresik di barat, Bangkalan di timur laut, Sidoarjo di selatan, Mojokerto dan Jombang di barat daya, menjadi kesatuan yang dinamakan Gerbang Kertosusila, seperti Jabodetabek di Jakarta dan sekitarnya.

Baca juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga63%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang6%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau19%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sejarah Hari Ini (20 Juni 1957) - Penyerahan Empat Unit Helikopter di Bandung Sebelummnya

Sejarah Hari Ini (20 Juni 1957) - Penyerahan Empat Unit Helikopter di Bandung

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Mustafa Iman
@mustafa_iman

Mustafa Iman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.