"Garda Terdepan", Lagu bagi Para Pejuang Penanganan Covid-19 di Indonesia

"Garda Terdepan", Lagu bagi Para Pejuang Penanganan Covid-19 di Indonesia
info gambar utama

Penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia termasuk di Indonesia dilakukan tenaga medis baik itu dokter hingga perawat. Tak berhenti sampai di situ, para kesatuan keamanan seperti militer dan kepolisian juga terjun dalam penanganan Covid-19. Mereka inilah yang menjadi garda terdepan bagi masyarakat.

Melihat kontribusi mereka, Good News From Indonesia (GNFI) bersama Distorsi Music Indonesia menggelar proyek album lagu kolaborasi #LaguUntukIndonesia. Dalam protek ini, masyarakat dari berbagai kalangan diberikan kesempatan berekspresi menuliskan lagu yang terinspirasi dari kondisi sekarang ini. Tentu lagu yang dibuat tidak boleh sembarangan, karena mesti bernuansa menyemangati para pejuang garda terdepan, mengajak seluruh orang tetap bersatu, dan mengajarkan cara mencegah penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Good News From Indonesia dan Distorsi Music Indonesia menggelar acara peluncuran album lagu kolaborasi #LaguUntukIndonesia.
info gambar

Selama sebulan pada periode April hingga Mei 2020, sebanyak 102 lagu terkumpul dari peserta seantero Indonesia yang telah berpartisipasi. Setelah melewati masa penyaringan, terkumpul lah 20 lagu yang terbagi menjadi dua, 10 lagu aransemen dan 10 lagu non aransemen. Ke 20 lagu terpilih tersebut lalu diteruskan ke proses aransemen dan pengisian vokal.

Daftar 10 #LaguUntukIndonesia yang terpilih dari kategori aransemen.
info gambar
Daftar 10 #LaguUntukIndonesia yang terpilih dari kategori nonaransemen.
info gambar

Lagu yang terpilih kemudian dinyanyikan di acara peluncuran album kolaborasi #LaguUntukIndonesia di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Utara, pada Minggu (21/6/2020). Acara tersebut dibuka dengan sambutan Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan, yang mewakili Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, yang tidak bisa hadir.

"Garda Terdepan" dari Topan Tornado

Dalam acara tersebut turut hadir para kreator #LaguUntukIndonesia yang juga unjuk kebolehan menyanyi di Taman Bahagia, zona hijau di RSDC tempat berkumpulnya para tenaga medis untuk beristirahat. GNFI mewawancarai salah satu di antaranya, yakni pria bernama Topan Tornado yang menciptakan lagu "Garda Terdepan".

Perlu diingat, tidak ada hadiah bagi peserta album lagu kolaborasi #LaguUntukIndonesia. GNFI pun menanyakan motivasi Topan mengikuti proyek lagu ini. "Motivasinya awalnya tentu berkarya, setiap orang berkarya kan ingin didengar kebetulan genre yang ditawarkan GNFI cocok sama laguku," terang Topan pada GNFI sebelum acara dimulai.

Lagu "Garda Terdepan" ciptaan pria asal Malang, Jawa Timur, yang sudah menetap di Jakarta sejak 2005 itu berdurasi paling lama di antara yang lain yakni nyaris 6 menit. Menurut penuturan Topan, sumber inspirasi dari lagu ciptaannya ialah dari tempat ia tinggal di Jakarta.

"Aku tinggal di dekat kuburan korban Covid-19 di Tegal Alur (Kalideres), lagu "Garda Terdepan" salah satu inspirasinya dari situ. (Kuburannya) beberapa 400 meter lah jaraknya dari rumah," jelas Topan.

Topan Tornado menampilkan lagu ciptaannya.
info gambar

Setelah peluncuran, para peserta #LaguUntukIndonesia termasuk Topan menyanyikan lagu yang mereka ciptakan di depan para tenaga medis yang hadir dalam acara. Untuk lebih lanjutnya, lagu tersebut bisa Kawan GNFI dengar lewat alamat internet berikut: https://www.distorsimusic.id/luicovid19.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini