Milenial Ini Ditunjuk Telkom untuk Hadapi Rival Besarnya, Facebook

Milenial Ini Ditunjuk Telkom untuk Hadapi Rival Besarnya, Facebook
info gambar utama

Sejak awal Juni, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, sudah membuat para pemerhati perusahaan pelat merah penasaran. Sebab, Erick menyebutkan bahwa PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan segera memiliki direktur dari kalangan milenial.

Sosok itu dari awal sudah langsung tertuju pada salah satu kandidat terkuat yaitu Muhammad Fajrin Rasyid, Presiden Bukalapak sejak 2018 lalu, namun sudah berkiprah di e-commerce rintisannya itu selama 10 tahun.

Meski Erick pernah mengatakan pernyataan menghindar dari terkaan tersebut, kenyataannya pada 19 Juni lalu, pria berusia 33 tahun itu resmi menggantikan posisi Faizal Rochmad Djoemadi sebagai Direktur Digital PT Telkom. Ketok palu dilakukan saat digelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Telkom hari itu.

‘’Sekarang saatnya saya membantu Indonesia lebih maju lagi, dengan fokus untuk mengembangkan telekomunikasi Indonesia, bersama Telkom, Tbk.’’

‘’Saya berharap, pengalaman saya membesarkan bisnis startup hingga menjadi besar seperti sekarang, dapat membawa kontribusi untuk mengembangkan Telkom,’’ ujar Fajrin dikutip Kompas.com.

Mengenal Sosok Fajrin Rasyid

Fajrin Rasyid
info gambar

Tidak bisa dipungkiri bahwa Fajrin memang memiliki track record yang patut dipertimbangkan. Pasalnya saat titel Co-Founder Bukalapak menempel pada dirinya, konsep digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dibawanya membuat dia dianugerahi penghargaan Satyalancana Wira Karya pada 2019.

Sebelumnya, majalah SWA juga pernah mendapuk Fajrin sebagai Chief Financial Officer of The Year pada 2016. Ini karena tanggung jawabnya atas pengelolaan keuangan perusahaan yang dipegang olehnya selama tujuh tahun sebelum menjabat sebagai Presiden Bukalapak.

Pada tahun yang sama itu juga Fajrin aktif tampil di berbagai forum internasional dan pernah terpilih sebagai Endeavour Entrepreneur tahun 2016.

Secara akademik, Fajrin juga punya prestasi yang sangat bagus. Dia merupakan lulusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan IPK 4.0 dan predikat Summa Cum Laude.

Tanggung Jawab Menghadapi Rival Besar, Facebook

Facebook
Facebook jadi rival terbesar Telkom di Indonesia © Kon Karampelas/Unsplash

Saat kabar tentang Fajrin yang akan diangkat menduduki kursi penting Telkom, Erick pernah mengatakan bahwa akan membawa bisnis perseroan untuk masuk ke ranah digital. Apalagi Telkom kini ia kategorikan bukan lagi masuk dalam telekomunikasi.

‘’Masa depan bisnis Telkom bukan lagi telekomunikasi, tapi digital. Sekarang bisnis telekomunikasi dari Telkomsel memang masih menjadi penopang, tetapi belum tentu dalam beberapa tahun ke depan,’’ katanya dikutip Kompas.com.

Menelaah lebih jauh, saat ini saingan Telkomsel, bukan lagi terjadi di lingkup sesama operator telekomunikasi lagi. Sebut saja operator telekomunikasi terbesar di Indonesia seperti Indosat Ooredoo dan XL Axiata.

Rival terberat yang jelas dihadapi Telkomsel kali ini rupanya platform media sosial Facebook.

‘’Layanan telepon yang disediakan Facebook telah menggerogoti bisnis voice Telkomsel. Karena itu, Telkom harus masuk ke bisnis digital secara lebih serius,’’ ungkap Erick lagi.

Hal ini juga mengingat bahwa selama ini cengkraman Telkom hanya bertumpu pada anak perusahaannya Telkomsel. Sehingga Telkom pernah dinilai harus segera untuk mempunyai inovasi baru.

Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia, Toto Pranoto, pernah menyampaikan sarannya terkait inovasi ini kepada Tirto.

Salah satu opsinya adalah Telkom harus mencoba bisnis Over The Top yang mengurusi konten berupa data, informasi, atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet.

Menurut pandangan Toto, Telkom hendaknya memang belajar dari perusahaan sejenis dari negara lain seperti Telsra (Australia) dan NTT (Jepang). Seiring berubahnya pola hidup masyarakat, bisnis berupa sambungan telepon fixed line memang tidak sejalan dengan kebutuhan.

Mampukah Bertahan Sebagai Brand Paling Bernilai di Indonesia?

Majalah SWA 2020
info gambar

Perusahaan pelat merah yang diemban oleh Fajrin juga sejatinya memiliki prestasi internasional yang membanggakan.

Salah satu predikat yang terbarunya adalah menjadi Indonesia’s Most Valuable Brand 2020. Prestasi Telkom ini merupakan pencapaian kali keenam Telkom masuk ke dalam merek top dan paling bernilai di Indonesia.

Predikat itu disematkan oleh lembaga riset independen internasional Brand Finance yang bekerja sama dengan Majalah SWA dalam pemeringkatan 100 merek perusahaan bernilai di Indonesia.

Naik ke tingkat Asia Tenggara, Telkom melalui Telecom 150-nya juga masuk ke dalam pemeringkatan brand telekomunikasi paling kuat dan bernilai di Asia Tenggara dan peringkat 33 di dunia.

Kalau secara global, pada pemeringkatan Brand Finance Global 500, Telkom mampu masuk ke posisi ke 434. Dan menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar merek paling bernilai di panggung global.

Melihat semua kenyataan tersebut, nampaknya Fajrin benar-benar dihadapkan dengan tantangan yang besar dan tak mudah, ya.

--

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DY
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini