Bincang Ringan Masa Depan, Mulai dari Film Hingga Wirausahawan

Bincang Ringan Masa Depan, Mulai dari Film Hingga Wirausahawan
info gambar utama

Beberapa tahun terakhir, industri perfilman Indonesia semakin berkembang dengan mengalami peningkatan pada jumlah penonton dan juga dari segi kualitas film. Tak bisa dipungkiri, seiring berkembangnya zaman, tren menonton film menjadi sebuah keharusan bagi masyarakat. Hal itulah yang juga menjadi pendukung berkembangnya industri film Indonesia.

Hal senada juga diutarakan oleh seorang aktor kelahiran Makassar, Deva Mahenra yang berperan sebagai Gadhing Baskara pada film Serigala Terakhir. Melalui acara Goodtalk Instagram Live GNFI, Rabu (24/6) lalu, Deva mengatakan bahwa industri perfilman saat ini sudah mengalami banyak perubahan.

Poster Goodtalk IG Live | Foto: GNFI
info gambar

“Jika dilihat dari statistik penonton film Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kecuali di tahun 2020 ini, karena adanya pandemi Covid-19 memang industri perfilman sedang shut down,” kata Deva.

Bagi Deva, di masa depan nanti, industri perfilman Indonesia akan menjadi sesuatu yang menjanjikan di bidangnya. Baik dari segi kualitas, latar cerita, hingga pemainnya.

Tak hanya dikenal sebagai aktor, kini seorang Deva Mahenra juga dikenal sebagai entrepreneur atau wirausahawan. Deva memiliki bisnis di bidang minuman tepatnya kopi yang sudah tersebar di kurang lebih 10 daerah di Indonesia.

Menurut Deva, membangun sebuah bisnis dan belajar tentang entrepreneur adalah sebuah keharusan. Apabila sistem dalam bisnis sudah terbentuk dengan baik, maka bisa dijalankan sesuai tujuan dan menghasilkan. Terutama bagi dirinya seorang self-employed.

Deva dan bisnisnya | Foto: instagram Deva
info gambar

Namun sayangnya, tidak banyak orang yang berpikir seperti Deva untuk menjadi seorang wirausahawan. Indonesia sendiri, masih memiliki sedikit sekali wirausahawan, hanya sekitar 2,1%, angka yang rendah jika dibandingkan dengan negara lain.

“Saya rasa mungkin karena saat kita sekolah dulu tidak ada semacam informasi untuk para murid tentang dunia entrepreneurship. Dunia itu biasanya dikenal bukan dari pendidikan formal. Biasanya itu didapat ilmunya dari orang lain, atau lingkungan yang memang berbau bisnis,” jelas Deva.

Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan Indonesia pernah menyatakan apabila Indonesia ingin menjadi negara maju, maka Indonesia perlu menambah sekitar 14% jumlah wirausahawan.

Deva pun merasa optimis, di masa depan nanti, 10-20 tahun ke depan, Indonesia akan memiliki banyak wirausahawan, khususnya pada generasi muda. Tentunya, para generasi muda akan lebih “melek” ilmu entrepreneur.

Di akhir perbincangan, Deva membagikan kiat untuk bisa menjadi seorang wirausahawan. Pertama harus mulai dari usaha yang disukai terlebih dahulu, karena kalau hanya membuka bisnis seusai tren, apabila gagal akan menjadi kegagalan yang bisa dianggap sebagai kegagalan selamanya.

“Bisnis itu tentang yang kita suka dan harus kita paham, percuma bisnis bagus kalau kita gak suka.,” tutur Deva.

Terakhir, Deva berpendapat jika Indonesia ingin menjadi negara maju nantinya, yang harus dilakukan adalah dengan mengakui bahwa Indonesia itu beragam.

Setiap dari masyarakat Indonesia harus berbesar hati mengakui satu budaya atau kuliner yang memang susah dikenal dari suatu daerah tertentu yang sudah diakui dunia. Di atas segalanya mau provinsi manapun yang dipromosikan intinya adalah Indonesia. (Des)

--

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini