Tiga Pondasi Khusus Agar Bisnis Aman

Tiga Pondasi Khusus Agar Bisnis Aman
info gambar utama

Ketika akan membangun sebuah bisnis, penting untuk Kawan GNFI memiliki ilmu bisnis yang mumpuni. Apalagi, jika memang bisnis menjadi sebuah passion dari Kawan GNFI dan ingin menekuni serta mengembangkannya.

Pada Kelas GNFI beberapa waktu lalu, sudah dibahas berbagai tema tentang bisnis,. Tentu tidak afdal rasanya jika tidak membahas hal satu ini, suatu bahasan yang sangat penting ketika membangun bisnis dan bisnis menjadi besar.

Kelas GNFI ke-16 kali ini membahas “Legal Guide to Build Your Business” dengan pembicara Rahmat Dwi Putranto selaku CEO LegalGO & CEO Iblam School of Law, Kamis (18/6) lalu.

Poster Kelas GNFI ke-16 | Foto: GNFI
info gambar

Di awal sesi, Rahmat mengatakan bahwa secara bisnis ada pondasi penting yang harus dibangun ketika memulai bisnis. Pondasi ini dibangun khusus untuk menghindari persoalan yang berkaitan dengan hukum.

“Ada tiga pondasi utama untuk bangun bisnis yang aman dengan cara sederhana. Kuatkan di tiga aspek, maka minimal bisnis bisa berjalan aman dan terhindar dari berbagai persoalan hukum sehingga bisa fokus mengembangkan bisnis,” jelas RDP, sapaannya.

Tiga pondasi tersebut berhubungan dengan perencanaan, penjualan, dan sampai menuju pada kesuksesan bisnis. Apa saja tiga pondasi khusus itu?

Dirikan Perusahaan Berbadan Hukum

Terkait legalitas, hal ini menjadi sangat vital karena legalitas usaha adalah penentukan valid atau tidaknya bisnis kita. Ada beberapa alasan kenapa Kawan GNFI butuh menjadi bisnis Kawan GNFI berbadan hukum, yaitu:

  1. Harta pribadi lebih aman
  2. Mudah mengalihkan kepemilikan
  3. Tidak ada batas waktu
  4. Lebih mudah memperoleh dana dalam jumlah besar
  5. Aktivitas bisnis lebih bebas
  6. Amanat UU terkait beberapa bidang usaha
  7. Pemakaian nama PT dilindungi UU
  8. Legitimasi dari pemerintah
  9. Lebih bonafit dan professional

Untuk mewujudkan hal di atas, Kawan GNFI perlu melewati beberapa proses mulai dari membuat akta pendirian, izin domisili dan NPWP perusahaan, hingga membuat SIUP dan TDP dengan proses kurang lebih dua minggu.

Sebelum itu, sediakan dahulu tiga nama PT dengan minimal 3 suku kata dan tentukan jenis bidang usaha yang ingin Kawan GNFI geluti. Kemudian, carilah lokasi bisnis yang strategis.

Tidak kalah penting, bentuk pula struktur kepemilikan saham dan komposisi pemegang saham, direksi, dan komisaris. Dan terakhir, tentukan modal pasar perusahaan.

Lindungi Merek

Lindungilah merek atau brand anda | Foto: ekbis.sindonews.com
info gambar

Saat bisnis Kawan GNFI sudah berjalan, jangan lupa untuk mendaftarkan merek dari bisnis Kawan GNFI. Mengapa? Selain mencegah supaya tidak mudah dipalsukan, ada beberapa alasan penting yang sangat bermanfaat.

Jika merek dapat dilindungi dengan baik, maka nilai dan kualitas produknya akan selalu terjaga, merek berfungsi sebagai alat promosi, dapat menjaga kepercayaan dan loyalitas pelanggan, serta jangkauan pemasaran semakin luas.

Punya Perjanjian

Tak jarang ketika membangun bisnis, banyak orang yang melakukan kerja sama dengan rekan maupun keluarga. Meskipun bisa dikatakan dekat dan saling mengenal satu sama lain, ada baiknya untuk tetap membuat perjanjian supaya ketika di tengah perjalanan bisnis terjadi konflik, hal itu dapat diselesaikan dengan baik.

Lantas, mengapa butuh perjanjian? Dengan begitu, tentu akan melindungi hubungan yang ada, melindungi kekayaan dan kepentingan, membebaskan diri dari suatu kewajiban tertentu, dan menjamin kepentingan usaha.

Untuk bisa memenuhi syarat perjanjian sesuai Pasal 1320 KUHP, Kawan GNFI perlu melakukan kesepakatan terhadap kedua belah pihak, saling memahami perjanjian, adanya objek yang jelas, dan terdapat kausa yang halal.

Itulah tiga pondasi khusus ketika Kawan GNFI akan membangun dan mengembangkan bisnis. Jika tiga pondasi tersebut terlewat, maka bisa jadi akan timbul masalah saat bisnis Kawan GNFI sedang berjalan.

Kelas GNFI juga dapat Kawan GNFI saksikan di Youtube Good News From Indonesia. (des)

--

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini