Teknik Penting Menjadi Public Speaker

Teknik Penting Menjadi Public Speaker
info gambar utama

Ketika berbicara di depan umum, tak jarang banyak orang yang merasa gugup dan tidak siap. Bukan tanpa sebab, itu adalah hal yang wajar dan pasti dialami banyak orang.

Maka dari itu, dibutuhkan kemampuan public speaking yang baik supaya ketika Kawan GNFI berbicara di depan umum untuk presentasi, negosiasi, diskusi, ataupun menjadi master of ceremony, pesan yang ingin disampaikan bisa diterima audiens dengan baik.

Poster Kelas GNFI ke-18 | Foto: GNFI
info gambar

Lewat Kelas GNFI ke-18 pada Kamis (2/7) lalu bertajuk “How to Improve Public Speaking Skills” bersama Karina "Kai“ Soerja selaku Mustang 88.0 Radio DJ, MC, Trainer & Ketua Rugby Wanita Indonesia PB PRUI, akan membahas tuntas seputar public speaking.

Memiliki kemampuan public speaking sangatlah penting untuk kehidupan sehari-hari. Terutama, bagi Kawan GNFI yang memang mempunyai minat pada bidang tersebut.

Pada dasarnya, public speaking akan membantu Kawan GNFI untuk mengembangkan kemampuan menulis, meneliti, memberikan kesempatan kerja yang lebih baik, dan membangun kepercayaan diri.

Ketika melakukan public speaking, yang paling penting adalah membangun pondasinya terlebih dahulu. Pertama, mulailah dengan merangkai 5w+1h yang bertujuan untuk bagaimana penyampaiannya nanti. Dan selanjutkan kemaslah dalam struktur intro, body, dan conclusion.

“Kalau kita menyampaikan informasi pasti ada pembukaan, paparan, dan conclusion akan diberikan di akhir, karena kalau tidak pasti akan ada yang kurang. Pastinya di akhir kalian akan memastikan audiens sudah mengerti atau belum dengan paparan kita,” ujar Kai.

Berbicaralah mengikuti ketiga alur tadi, intro, body, dan conclusion. Sebelum memulai, ada baiknya untuk melatih suara kita agar ketika berbicara tidak berbelit-belit.

“The best public speaker is aware intro, body, dan conclusion,” kata Kai.

Nah, ketika alur tadi sudah dibuat, Kawan GNFI bisa membuat script dengan dua pilihan. Bisa secara scripted atau bullet point. Semua tergantung dengan selera masing-masing. Setelah semua sudah dipikirkan dengan matang, jangan lupa pada durasi. Tiga teknik di atas, intro, body, dan conclusion haruslah realistis dengan durasi yang ada.

“You have to be aware of the duration,” kata Kai.

Mulai dari intro. Intro yang baik adalah intro yang memberi tahukan tujuan. Kemudian, body mendapatkan porsi paparan paling banyak, dan conclusion hanya sekadar menyampaikan inti dari paparan tidak usah ditambahkan apa-apa lagi.

Berbicara tentang public speaking, itu berarti membawa Kawan GNFI menjadi sorotan para audiens. Maka dari itu, dibutuhkan kepercayaan diri dan mindfull communication.

Faktor kepercayaan diri datangnya bisa dari internal maupun eksternal. Dari internal sudah pasti dengan cara membuat analisis SWOT, sedangkan dari eksternal berasal dari kritik dan saran orang lain.

Selanjutnya ada mindfulness. Bisa dikatakan bahwa mindfullness sangat relevan dengan cara kita berkomunikasi. Dengan mindfulness membuat komunikasi jadi lebih efektif. Rasakanlah semua kata yang disampaikan.

“Mindfull communication is being aware and present of everything you say,” jelas Kai,

Ketika ingin menyampaikan sesuatu, pikirkan pula tujuan dari arah pembicaraan dan pilihlah angle yang lebih universal.

Pada akhir sesi Kelas GNFI, Kai juga menyampaikan tips menjadi public speaker yang baik. Rutinlah Latihan menulis kosa kata. Semakin terbiasa menulis script, maka akan membuat kemajuan berupa yang tadinya menulis full script bisa menjadi hanya bullet point saja. Bukan hanya kepercayaan diri saja yang juga akan meningkat, tapi tapi juga pola pikir.

Kelas GNFI juga dapat ditonton di Youtube Good News From Indonesia (des)

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini